MENINGGALKAN PELATARAN
MENINGGALKAN PELATARAN
EV SOPHIA TEDJASENTOSA
Berikut adalah resume dari khotbah yang disampaikan oleh Ev. Sophia Tedjasantosa dengan judul "Meninggalkan Pelataran" (diambil dari Wahyu 11:1-2):
Poin Utama: Panggilan untuk Masuk Lebih Dalam
Khotbah ini menekankan peringatan Tuhan di akhir zaman bagi umat-Nya untuk tidak lagi sekadar hidup di "pelataran" bait suci.
Apa itu Pelataran?
Pelataran digambarkan sebagai tempat yang tidak diperhitungkan oleh Tuhan [], tempat di mana banyak terjadi aktivitas keagamawian yang dangkal, jual beli, dan kelicikan [], [].
Orang yang hanya tinggal di pelataran cenderung sibuk dengan kegiatan rohani namun tidak memiliki kedalaman hubungan atau keintiman dengan Tuhan [], [].
Di akhir zaman, mereka yang hanya berada di pelataran tidak mendapatkan proteksi khusus dari Tuhan dan berisiko "diinjak-injak" oleh kuasa dunia atau Antikrist [], [].
Panggilan Menjadi Imamat yang Rajani
Tuhan memanggil umat-Nya untuk melangkah lebih jauh ke dalam Ruang Kudus dan Ruang Maha Kudus [].
Sebagai "imamat yang rajani," setiap orang percaya diundang untuk masuk ke hadirat Tuhan karena tabir sudah terbelah oleh pengorbanan Yesus [], [].
Menjadi imam berarti hidup dengan "baju linen putih" (perbuatan benar) dan "efod" (sikap hati yang selalu bertanya dan memprioritaskan Tuhan) [], [].
Aplikasi Praktis dalam Kehidupan Sehari-hari
Fokus dan Keintiman: Saat beribadah, jangan biarkan pikiran terpecah oleh urusan duniawi. Berdoalah agar jiwa dan pikiran kita fokus sepenuhnya kepada Tuhan [], [].
Mengenal Tuhan: Membangun kedalaman hubungan dimulai dari saat teduh yang berkualitas. Jangan hanya membaca firman sebagai rutinitas, tetapi renungkanlah (rema) agar firman tersebut menjadi bagian dari hidup kita [], [].
Kesadaran Dimiliki Tuhan: Hiduplah dengan kesadaran bahwa kita adalah milik Tuhan. Sebelum mengambil keputusan atau menyusun rencana (bahkan jadwal olahraga atau pekerjaan), biasakan untuk bertanya kepada Tuhan [], [].
Hidup dalam Kekudusan: Meninggalkan pelataran berarti berani membuang segala hal yang tidak berkenan di mata Tuhan dan mau diproses untuk masuk ke tingkat kekudusan yang lebih tinggi [].
Khotbah ini ditutup dengan doa agar jemaat diberikan kekuatan untuk hidup sebagai imam di akhir zaman, tetap dalam perlindungan Tuhan, dan memiliki kerinduan untuk menyembah-Nya dengan sungguh-sungguh [].
Link Video: https://youtu.be/s9RT3Tx9OE0



Komentar
Posting Komentar