PERJUMPAAN DENGAN NABI YUNUS
PERJUMPAAN DENGAN NABI YUNUS
SADHU SUNDAR SELVARAJ
LINK YOUTUBE: https://youtu.be/VDRV8sMt-Mk?si=WyxV7QCYm-Z1tDuV
Berikut adalah ringkasan khotbah dari video berjudul "MY ENCOUNTER WITH THE PROPHET JONAH" oleh Prophet Sadhur Sundar Selvaraj:
Inti Pesan: Mengapa Yunus Berani Tidak Taat?
Dalam khotbah ini, Sadhu Sundar Selvaraj membagikan pengalaman spiritual di mana ia mendapatkan penglihatan tentang Nabi Yunus yang menjawab pertanyaan mengapa ia berani menentang perintah langsung dari Tuhan [01:26].
1. Alasan Ketidaktaatan Yunus
Berdasarkan penglihatan tersebut, Yunus mengungkapkan alasan di balik sikapnya:
Kesombongan dan Keras Kepala: Yunus mengakui bahwa dirinya sombong, angkuh, dan tegar tengkuk [01:43].
Lebih Tertarik pada Penghakiman daripada Belas Kasih: Yunus lebih ingin melihat nubuat penghakimannya terjadi daripada melihat kemurahan hati Tuhan [02:00].
Ketidakadilan yang Dirasakan: Yunus merasa marah karena Tuhan menghukumnya (dengan dikurung di perut paus selama 3 hari) saat ia melarikan diri, namun Tuhan justru tidak menghukum bangsa Niniwe yang sangat jahat [02:26].
2. Memahami Kedalaman Belas Kasih Tuhan
Yunus tidak memahami betapa besarnya belas kasih Tuhan yang mampu luluh bahkan terhadap orang yang paling jahat sekalipun [03:51].
Contoh Raja Ahab: Pengkhotbah mengisahkan tentang Raja Ahab, raja yang paling jahat di Israel. Namun, ketika Ahab merendahkan diri setelah mendengar teguran Nabi Elia, Tuhan langsung membatalkan hukuman di masa hidup Ahab dalam hitungan menit [04:13].
Pelajaran: Tuhan tidak pernah meremehkan hati yang hancur dan jiwa yang menyesal [06:24].
3. Bahaya Kesuksesan dalam Pelayanan
Mengapa Tuhan memilih orang yang sombong seperti Yunus? Penjelasannya adalah Yunus pada awalnya tidak sombong, namun kesuksesan pelayanan membuatnya tinggi hati [07:13].
Sebelum ke Niniwe, Yunus memiliki pelayanan nabi yang sangat sukses pada masa Raja Yerobeam II, di mana semua nubuatnya terjadi dan ia sangat dihormati [08:03].
Kesuksesan inilah yang membuat kesombongan masuk ke dalam dirinya, sindrom yang sama yang menyebabkan jatuhnya Lucifer [09:12].
Kesimpulan untuk Pendengar
Pengkhotbah mengajak setiap orang untuk melakukan introspeksi diri: "Mengapa saya berani tidak taat pada perintah langsung dari Tuhan?" [00:52]. Khotbah ini mengingatkan agar kita waspada terhadap kesombongan yang bisa muncul dari keberhasilan dan untuk selalu menghargai belas kasih Tuhan yang luar biasa bagi semua orang.



Komentar
Posting Komentar