HAL HAL YANG MENGHANCURKAN URAPAN

HAL-HAL YANG MENGHANCURKAN URAPAN 

PS MICHAEL DAVID JEREMIAH 



















YOUTUBE : https://youtu.be/Dk02ZYwC-NU?si=I6TR-eKFT5SIFG1E


Berikut adalah resume khotbah dari Ps. Michael Widjaja mengenai Urapan berdasarkan video tersebut:


Inti Khotbah: Hal-hal yang Menghancurkan Urapan


Urapan Tuhan bukan sekadar tanda atau upacara, melainkan penyertaan Tuhan yang aktif dalam hidup seseorang [09:23]. Namun, urapan tersebut bisa gagal membawa kita kepada tujuan ilahi (destiny) jika tidak dibarengi dengan karakter dan kedewasaan rohani.


Ps. Michael Widjaja menjabarkan 4 hal yang dapat mencuri atau menggagalkan urapan dalam hidup kita, belajar dari kegagalan Raja Saul:


1. Kesombongan (Pride)


Kesombongan adalah musuh utama dari urapan (Pride is the enemy of the anointing) [03:15].


Saul lebih mementingkan pengakuan manusia daripada kebenaran. Contohnya saat Yonatan yang menang perang, namun Saul yang ingin mendapatkan pujian dan "kredit" atas kemenangan tersebut [02:16].

Orang yang sombong cenderung menjadi insecure dan selalu merasa orang lain salah [03:43].


2. Tidak Mengerti Ketepatan Waktu (Timing)


Urapan menuntut perubahan arah hidup dan ketaatan pada waktu Tuhan [05:43].


Saul gagal karena ia tidak sabar menunggu Samuel selama 7 hari di Gilgal [10:38].


Ketepatan waktu berarti percaya bahwa Tuhan tidak pernah terlambat, meskipun secara logika manusia seolah-olah Ia terlambat [11:02].


3. Lebih Takut Ditinggal Manusia daripada Ditinggal Tuhan


Urapan sering kali akan memisahkan kita dari kerumunan atau membuat kita harus berdiri sendiri dalam ketaatan [12:40].


Saul menjadi panik ketika melihat rakyat mulai meninggalkannya dan musuh mengepung. Karena ketakutan ini, ia melanggar perintah Tuhan dengan mempersembahkan korban sendiri (mengambil peran imam) [12:54].

Orang yang tidak dewasa secara rohani akan selalu mencari kambing hitam dan menyalahkan situasi atau orang lain saat melakukan kesalahan [14:23].


4. Ketidaktaatan (Disobedience)

Taat separuh jalan atau mencoba memodifikasi perintah Tuhan tetap dihitung sebagai ketidaktaatan [16:45].

Urapan tidak menggantikan karakter. Seseorang bisa saja diurapi namun tetap bertindak bodoh karena tidak memiliki kedewasaan dan pengenalan akan Tuhan [15:48].


Kesimpulan


Urapan harus membawa kita belajar menjadi "imam" terlebih dahulu—belajar menyembah dan menghargai Tuhan—sebelum kita bisa berhasil sebagai "raja" di bidang apapun [07:36]. 


Ketaatan mutlak dan kerendahan hati adalah kunci agar urapan Tuhan tetap kokoh atas hidup kita.



Video Link: https://youtu.be/Dk02ZYwC-NU



Komentar

Postingan Populer