GIHON
*GIHON*
-Ev. Harianto Listyawan-
GIHON adalah tempat dimana Raja Salomo dinobatkan oleh Daud pada saat dilantik menjadi raja.
Gihon berasal dari akar kata Ibrani (*Giah*) artinya:
* meledak
* menyembur
* menggelembung
Abraham dipanggil dari Ur Kasdim (Irak / Mesopotamia Selatan), tanah subur dekat sungai Efrat ke tanah Kanaan.
(Ulangan 11:10-14)
Inilah paradigma baru untuk kita, dimana kita akan berada di satu perjalanan, kita akan menerima sebanyak hujan turun dari langit, kita akan dipelihara Tuhan dari awal - akhir tahun.
Tetapi ada konsekuensi-konsekuensinya.
(Ulangan 11:11-14)
Konsekuensinya adalah kalau engkau tidak menyembah Tuhan dan melakukan yang jahat, maka Aku akan menghentikan hujan.
Karena itu:
* kita harus sungguh-sungguh
* nurut sama Tuhan
Tetapi kita juga harus hati-hati ketika Tuhan membuat model bahwa ada hujan dan mata air yang diatur oleh Tuhan, iblis pun juga membuat hal yang sama.
Para dewa-dewa di Kanaan salah satunya adalah dewa yang mendatangkan hujan.
Karena itu:
* kita harus tetap waspada
* iblis bisa melakukan tipuan-tipuan yang sama
Cara kerja “mata air Gihon” berbeda dengan cara kerja mata air biasanya.
Mata air biasa:
* hanya mengalir begitu saja
Mata air GIHON:
* membual-bual
* kadang besar
* kadang kecil
Makna rohaninya adalah:
* ada detak hati Tuhan
Jadi kita bukan orang yang mengikuti Tuhan berdasarkan suatu pola yang sudah kita anggap seperti itu, melainkan ada detak hati-Nya.
Ada waktu:
* kita harus menunggu
* kita harus cepat
* menikmati lebih
* Tuhan menghendaki kita menahan diri dalam banyak hal
Kenapa Salomo dinobatkan di GIHON?
Karena:
* ada covenant Tuhan dengan Abraham di tempat itu
Salomo dilantik di GIHON untuk mengingatkan dia bahwa:
* ingatlah
* selalu bergantung akan pemeliharaan Tuhan
*Pemeliharaan Tuhan*
* Tuhan tahu cara mendidik kita
* Tuhan tahu kapan membuat kita harus menahan
* Tuhan tahu kapan kita harus menikmati
* Tuhan tahu persis bagaimana kita harus bergantung kepada Tuhan
“Kode” dari Daud kepada Salomo di GIHON, sayangnya ternyata Salomo tidak berhasil menangkap “kode” ini adalah:
“Ingatlah akan nenek moyangmu, akan covenant yang dibuat Tuhan dengan Abraham dan ingatlah untuk selalu bergantung kepada Tuhan dalam segala perkara.”
Sekalipun:
* engkau berhikmat
* sangat kaya
* sangat melimpah
Tetap harus bergantung kepada Tuhan.
*Saluran Air Hizkia*
Kemudian dari mata air GIHON, Raja Hizkia membuat saluran air.
Untuk apa Raja Hizkia membuat saluran ini?
Untuk:
* mengalirkan air dari mata air Gihon
* ke tempat dimana suku-suku Israel
* yang sudah diserbu Assyria di dekat Yerusalem
Jadi ini adalah gambaran (pesan profetik) bahwa:
* air hidup
* berita Injil
* berita tentang Tuhan
itu harus disampaikan.
Ujung dari salurannya adalah:
*Kolam Siloam*
Siloam berasal dari kata Ibrani (*Shiloach*), yang berarti:
* diutus
* dilakukan
Yohanes 9:7
Tuhan itu punya kerinduan untuk memelihara kita secara “personal”.
Bukankah lebih baik Tuhan berterus terang kepada kita dalam segala hal.
Perubahan paradigma.
Dari:
* mengandalkan air sungai Nil
* air sungai Tigris
* Efrat
* tanah yang subur
* menabur dan menuai
Menjadi:
* cara berpikir yang baru
* menabur pada saatnya
* diakhiri oleh Tuhan
* ada saatnya menunggu
* ada saatnya mata air itu besar
* ada saatnya mata air itu kecil
Semuanya ada “saatnya”.
Tetapi kita tetap yakin bahwa:
* tanah (negeri) yang kita jalani adalah negeri
* yang mata Tuhan mengawasi awal - akhir
Mari kita percaya:
* ada GIHON
* ada hujan awal
* ada hujan akhir
Mari kita ubah paradigma kita.
Pelajaran dari GIHON bukan tentang Salomo yang dinobatkan.
Tetapi tentang kita pada hari ini:
* membawa air ini kepada bangsa-bangsa
* kepada orang-orang
* seperti yang dilakukan Raja Hizkia
Dan Tuhan membuat keajaiban di Kolam Siloam.
BMN NATIONS




Komentar
Posting Komentar