MAKNA SHAVUOT PENTAKOSTA
MAKNA SHAVUOT (PENTAKOSTA)
Kisah Para Rasul 2:1-4, “Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.”
Hari raya Shavuot (חג השבועות) disebut “Pentakosta” dalam tradisi Kristen. Kata Yunani Pentakosta (πεντηκοστή) berarti “hari raya lima puluh hari” mengacu pada hari ke-50 setelah penyaliban Yeshua ketika Roh Kudus turun ke atas para murid dan ketika Petrus pertama kali mewartakan kebenaran tentang keselamatan di Yerusalem (Kis 2:1-43). Torah mengajarkan bahwa Shavuot adalah hari raya utama dalam Alkitab (itu adalah salah satu dari tiga “hari raya wajib” dari YHVH, lihat Kel. 23:14-17; Ul. 16:16) dan oleh karena itu kita perlu memahami maknanya sebagai klimaks dari Paskah itu sendiri – ‘titik akhir’ dari pengalaman penebusan. Bahkan, sama seperti darah dari anak-anak domba yang dioleskan pada tiang-tiang pintu mengarah langsung kepada Sinai 50 hari kemudian, demikian pula penyaliban Yeshua mengarah langsung kepada turunnya Roh Kudus untuk memberikan otoritas bagi para pengikut-Nya untuk melayani Elohim di bawah perjanjian baru Tziyon.
Perayaan keagamaan Yahudi yang dikenal sebagai Shavuot memiliki banyak nama lain, seperti Hari Raya Minggu, atau Buah Sulung. Sebagian besar orang Kristen mengenalnya sebagai Pentakosta, dan menganggapnya sebagai hari ketika Roh Kudus diberikan kepada gereja (Kisah Para Rasul 2:1-47). Tetapi pernahkah Anda berhenti sejenak untuk berpikir mengapa Tuhan memilih hari *itu* untuk mengirimkan Roh Kudus?
Hari Pentakosta merupakan salah satu hari besar yang dirayakan oleh umat Kristiani. Apa itu Hari Pentakosta? Simak pengertian dan maknanya berikut ini.
Umat Kristiani telah memperingati Hari Kenaikan Isa Almasih yang merupakan rangkaian perayaan Paskah. 10 hari setelah Hari Kenaikan, terdapat perayaan berikutnya yang berkaitan dengan Roh Kudus yaitu Hari Pentakosta.
Pada Hari Pentakosta, Tuhan ingin mengungkapkan bahwa Roh Kudus yang turun mempunyai kekuatan dan kekuasaan yang luar biasa. Roh Kudus datang untuk menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman.
Kisah 2:3, “Dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.” Tanda kedua yaitu lidah-lidah api seperti nyala api namun mereka tidak terbakar, peristiwa ini mengingatkan saya dengan pengalaman Musa di Keluaran 3:1-6 di mana ia melihat semak duri yang ada nyala apinya namun tidak terbakar dan ini menggambarkan kehadiran Tuhan. Pada saat itu Tuhan memberikan mandat kepada Musa untuk melayani Dia; melepaskan bangsa Israel dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.
Peristiwa Pentakosta dengan tanda lidah-lidah seperti nyala api menyatakan kepada gereja-Nya untuk pergi memberitakan Injil dan membebaskan manusia dari penindasan serta perbudakan iblis. Pertanyaannya adalah apa itu berita Injil? Injil adalah kabar baik, apa kabar baiknya? Bahwa semua manusia sudah berdosa, dosa adalah pelanggaran terhadap Firman Tuhan, dosa adalah ketidaktaatan terhadap perintah Tuhan dan upah dosa adalah maut.
Namun karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal yang bernama Yesus supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Jadi jika kita mengaku dengan mulut, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hati, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kita akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut kita mengaku dan diselamatkan. Itulah berita Injil! Mengapa harus Injil yang diberitakan? karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya
(Roma 1:16).



Komentar
Posting Komentar