LEGACY AA ALLEN

WARISAN AA ALLEN










































Sahabat Joshua Ivan Sudrajat hari ini HEAVENLY REALM belajar Warisan AA Allen 


Asa Alonso Allen (27 Maret 1911 – 11 Juni 1970), lebih dikenal sebagai AA Allen , adalah seorang penginjil Pentakosta Amerika yang dikenal karena pelayanan penyembuhan iman dan pembebasannya . Ia, untuk sementara waktu, dikaitkan dengan gerakan " Voice of Healing " yang didirikan oleh Gordon Lindsay . Allen meninggal karena alkoholisme dan gagal hati dalam keadaan koma pada usia 59 tahun di San Francisco , California , dan dimakamkan di markas pelayanannya di Miracle Valley , Arizona


Kehidupan awal AA Allen dijalani dalam lingkungan yang seringkali tidak menyenangkan. Terlahir dari ras campuran antara orang tua kulit putih dan penduduk asli Amerika , keluarganya sangat miskin dan ayahnya adalah seorang pecandu alkohol


Warisan rohani Asa Alonso (AA) Allen berpusat pada gerakan kebangunan rohani penyembuhan iman Pentakosta di Amerika pada pertengahan abad ke-20. 


Dampak pelayanannya dikenang melalui tiga pilar utama:


Penyembuhan Ilahi dan Pembebasan: 


Ia dikenal sebagai tokoh yang berani dalam pelayanan pelepasan, penumpangan tangan, dan pengusiran setan. 


Banyak kesaksian mukjizat, termasuk penyembuhan cacat fisik, didokumentasikan selama kebaktian tenda besarnya.


Kuasa Doa dan Puasa: 


Allen mengajarkan bahwa kunci kuasa rohani berasal dari pencarian Tuhan yang sungguh-sungguh. Ia sangat menekankan pentingnya berdoa dan berpuasa secara radikal untuk mendengarkan suara Tuhan.


Pusat Pelayanan Miracle Valley: 


Ia mendirikan komunitas dan markas pelayanan di Arizona yang menjadi pusat pelatihan bagi banyak penginjil generasi berikutnya.


TEKUN MENCARI TUHAN


Pada akhir tahun 1930-an, tepat di awal pelayanan publiknya, ia bertekad untuk menemukan rahasia kuasa Tuhan. Ia mulai berpuasa, berdoa, dan mencari wajah Tuhan. Ia mengatakan kepada istrinya bahwa ia tidak akan keluar dari ruang doanya sampai ia mendengar suara Tuhan. Ia bahkan memerintahkan istrinya untuk menguncinya di dalam ruang doa dari luar. Dan istrinya melakukannya! Di dalam ruang doa itulah AA Allen mengalami perjumpaan dengan Tuhan. Dengan kata-katanya sendiri, inilah yang terjadi:


“…Aku mulai menyadari bahwa cahaya yang memenuhi ruang doaku adalah kemuliaan Tuhan!…Kehadiran Tuhan begitu nyata dan dahsyat sehingga aku merasa akan mati di sana, berlutut…Kemudian, seperti angin puting beliung, aku mendengar suara-Nya. Itu Tuhan! Dia berbicara kepadaku! Inilah jawaban mulia yang telah kucari dengan sungguh-sungguh dan yang telah kutunggu sejak pertobatanku pada usia dua puluh tiga tahun…Rasanya lebih cepat daripada yang bisa diucapkan manusia, lebih cepat daripada yang bisa kupahami secara mental, Tuhan berbicara kepadaku…Tuhan memberiku daftar hal-hal yang menghalangi antara aku dan kuasa Tuhan. Setelah setiap persyaratan baru ditambahkan ke daftar dalam pikiranku, diikuti penjelasan singkat, atau khotbah singkat, yang menjelaskan persyaratan itu dan pentingnya. Saat Tuhan berbicara kepadaku, aku menuliskannya.”


“…Ketika persyaratan terakhir dituliskan dalam daftar, Tuhan berbicara sekali lagi, dan berkata: “Inilah jawabannya. Ketika kamu telah meletakkan hal terakhir dalam daftar di atas mezbah pengudusan dan ketaatan, kamu tidak hanya akan menyembuhkan orang sakit, tetapi dalam Nama-Ku kamu akan mengusir setan, kamu akan melihat mukjizat yang dahsyat saat dalam Nama-Ku kamu memberitakan Firman, karena sesungguhnya, Aku memberikan kepadamu kuasa atas segala kuasa musuh…”


“Pada saat yang sama, Tuhan mengungkapkan kepada saya bahwa hal-hal yang menjadi penghalang bagi pelayanan saya…adalah hal-hal yang sama yang menghalangi ribuan orang lain.”


Berikut adalah tiga belas hal yang dikatakan AA Allen bahwa Tuhan sampaikan kepadanya. Ia akan melihat kuasa Allah yang melakukan mukjizat, jika ia memahami dan melakukan hal-hal ini:


Dia pasti menyadari bahwa dia tidak bisa melakukan mukjizat yang lebih hebat daripada Yesus Kristus.


Dia bisa berjalan seperti Yesus Kristus berjalan.


Dia haruslah tanpa cela seperti Tuhan sendiri.


Ia harus mengukur dirinya hanya berdasarkan Yesus Kristus.


Ia harus menolak keinginan duniawinya dengan berpuasa.


Setelah menyangkal diri, ia harus mengikuti Yesus Kristus tujuh hari seminggu.


Tanpa Tuhan, dia tidak bisa berbuat apa-apa.


Ia harus menyingkirkan dosa dalam tubuhnya.


Dia tidak boleh terus terlibat dalam diskusi yang dangkal dan tidak berarti.


Ia harus menyerahkan seluruh tubuhnya kepada Tuhan selamanya.


Dia harus percaya pada semua janji Tuhan.


Dua pedoman yang tersisa adalah dosa-dosa pribadi yang menurut Allen tidak perlu ia bagikan kepada siapa pun.


Link : 

https://www.asrmartins.com/the-powerful-ministry-of-aa-allen/

 

Komentar

Postingan Populer