WARISAN EVAN ROBERTS
WARISAN EVAN ROBERTS
WARISAN EVAN ROBERTS
Evan Roberts, seorang pemuda yang dipakai Tuhan luar biasa pada zamannya.
Buah kasih dari pasangan Henry dan Hannah Roberts ini lahir pada 8 Juni 1878 di Loughor, Wales. Dia bertumbuh dan dibesarkan dalam keluarga Methodis Calvinis, Evan adalah seorang anak yang rajin beribadah di gereja secara teratur dan menghafal kitab suci di malam hari sejak belia.
Warisan terbesar Evan Roberts (1878–1951) adalah perannya sebagai tokoh sentral dan penggerak Kebangunan Rohani Wales (1904–1905) yang membawa sekitar 100.000 jiwa kepada pertobatan. Ia mewariskan pola pelayanan berbasis doa syafaat, penyerahan total, dan empat prinsip utama yang masih memengaruhi kekristenan global hingga saat ini.
Warisan rohani utamanya meliputi:
Empat Prinsip Kebangunan Rohani:
Fondasi pesannya yang sederhana namun radikal:
Mengakui setiap dosa di masa lalu.
Membuang segala sesuatu yang meragukan dari hidup.Taat sepenuhnya kepada Roh Kudus tanpa menunda.
Mengaku iman kepada Kristus di depan umum.
Doa Syafaat yang Tekun:
Sebelum pelayanannya yang singkat, ia mendoakan bangsanya selama kurang lebih 11 hingga 13 tahun dengan penuh disiplin sebelum fajar, membuktikan pentingnya masa-masa persiapan dalam doa.
Penyerahan Diri Total:
Frasa doanya yang terkenal, "Lord, bend us" (Tuhan, tekuklah kami), menjadi warisan sikap kerendahan hati dan pertobatan yang mendalam bagi gereja-gereja.
Fokus pada Pekerjaan Roh Kudus: Pelayanannya menekankan pujian, kuasa Roh Kudus, dan pengakuan dosa secara terbuka ketimbang sekadar khotbah yang berapi-api.
Perjumpaan dengan Tuhan yang mengubah hidupnya
Di usia 13 tahun, Evan mengalami perjumpaan dengan Yesus secara pribadi, sejak saat itu ia bernazar akan mempersembahkan hidupnya untuk melayani Tuhan. Evan selalu bertanya kepada Tuhan dengan perkataan ini : “Apa yang telah kulakukan bagi Yesus?“. Pertanyaan ini diajukannya kepada Tuhan berulang-ulang sehingga memacu dirinya untuk melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh. Perjumpaannya dengan Tuhan mengubah hidupnya dan membuat dia semakin bergairah membaca segala sesuatu yang ada kaitannya dengan Tuhan dan menjadi anak yang berbeda dari teman-teman seusianya. Dia tidak terlibat dalam olahraga, hiburan, atau gurauan yang tidak sopan. Tidak ada kata-kata yang keluar dari mulutnya selain mengenai kebangunan rohani.
Kehidupan kerohanian yang ekstrim dan semangatnya yang luar biasa dalam hal agama. sehingga orang-orang menyebutnya “orang yang gila agama”. Evan merenungkan Firman Tuhan hingga berjam-jam, terkadang dia rela tidak tidur hanya untuk berdoa. Dia memiliki jam doa yang berbeda dengan orang-orang pada umumnya, ia berdoa selama 4 jam dari jam 01.00 lalu tidur jam 05.00, bangun jam 09.00 dan berdoa siang sampai jam 12.00. Melihat sikap dan kehidupan Evan, banyak orang yang prihatin (mereka tidak tahu apa yang akan terjadi kelak di kemudian hari). Setiap kali orang bertanya mengapa hal ini terjadi dalam hidup Evan, maka ia menjawab “Semua ini karena dorongan Roh Kudus“.
Kebangunan rohani melanda Wales
Selama 11 tahun, sejak masih remaja ia berdoa untuk kebangunan rohani bagi negaranya. Dia begitu yakin, bahwa satu-satunya harapan untuk kondisi di negaranya yang sangat buruk pada waktu itu, adalah pencurahan Roh Kudus yang dahsyat. Tidak banyak orang yang mengerti arti kuasa doa pada zamannya. Bahkan orang ke gereja hanyalah rutinitas dan tradisi saja. Evan mengerti rahasia sorgawi yang ia praktekkan yaitu : “Mintalah maka akan diberikan kepadamu. Praktekkanlah iman yang menyeluruh dan pasti dalam janji Tuhan mengenai Roh Kudus“. Pada bulan Desember 1903, Evan tahu bahwa akan ada kebangunan rohani besar-besaran terjadi di Wales. Suatu ketika saat berjalan-jalan di taman bersama Sidney Evans, ia melihat Sidney terkejut memandangi bulan dan ia berkata, “Apa yang kau lihat? Apa yang kau pandangi?” Di saat yang bersamaa, Evan Roberts juga melihat apa yang dilihat Sidney, yaitu tangan yang terjulur dari rembulan dan menjangkau Wales. Bagi Evan, penglihatan itu adalah sebuah konfirmasi bagi kebangunan rohani dan penuaian di Wales yang sudah lama didoakannya.
Pada tanggal 31 Oktober 1904, Evan Roberts mendapat izin untuk mengadakan kebaktian di gereja Moriah, tempat ia beribadah sejak kecil. Kebaktian itu diadakan untuk melatih para pendoa syafaat yang berdiri bagi kebangunan rohani di Wales. Anak-anak juga dilatih untuk terlibat dalam kegerakan doa bagi Wales, yaitu pada pagi dan malam hari. Evan Robers percaya bahwa kebangunan rohani akan terjadi melalui dengan adanya kerja sama dengan Roh Kudus. Sejak saat itu selama dua minggu terjadi ledakan kebangunan rohani yang besar. Kebaktian yang dipimpin oleh Evan ditandai dengan tawa, tarian, sukacita dan hati yang hancur. Wales, kota yang berpenduduk 3000 orang, sepertiganya hadir untuk mengikuti ibadah bersama Evan. Kabar mengenai kebangunan rohani ini tersebar ke negara-negara lain, seperti ke Rusia, India, Irlandia, Norwegia, Kanada, Belanda, bahkan ke Afrika Selatan. Banyak orang dari negara tersebut dari datang untuk membawa pulang api kebangunan rohani dari Wales. Salah satunya adalah Frank Bartleman, seorang penginjil.
Link
https://moseschristiant.blogspot.com/2013/04/evan-roberts-pemuda-yang-mengguncang.html?m=1
Evan Roberts adalah seorang pria yang ditandai oleh Tuhan sebagai katalisator-Nya untuk kebangunan rohani tersebut.
WARISAN EVAN ROBERTS SUKA DENGAN DOA SYAFAAT
Evan juga memiliki kehidupan doa syafaat yang mendalam. Ia akan dibangunkan oleh Tuhan pada pukul 1 pagi dan berdoa selama 4 jam hingga fajar menyingsing, sambil mencari wajah Tuhan agar kebangunan rohani terjadi di Wales. Tidak lama kemudian Tuhan berbicara kepada Evan tentang memikul beban kebangunan rohani yang akan segera terjadi di Wales melalui doa. Sekitar setahun setelah memulai studinya di Sekolah Pelatihan Pendeta di Newcastle Emlyn, Evan mendapat penglihatan tentang sesuatu yang tampak seperti lengan yang terentang dari bulan, menjangkau ke Wales. Penglihatan ini mendorongnya untuk berdoa dan bersyafaat, dan akhirnya membawanya ke dalam Kebangunan Rohani Wales.
Link https://www.bcwales.org/1904-welsh-revival
Tuhan Yesus memberkati





Komentar
Posting Komentar