WARISAN SMITH WIGGLESWORTH
WARISAN SMITH WIGGLESWORTH
Smith Wigglesworth (1859–1947), yang sering dijuluki sebagai "Rasul Iman" (Apostle of Faith), meninggalkan warisan rohani yang sangat membekas bagi gerakan Pentakosta dan Karismatik di seluruh dunia. Pria asal Yorkshire, Inggris, yang awalnya bekerja sebagai tukang ledeng dan tidak bisa membaca hingga dewasa ini, dipakai Tuhan secara luar biasa melalui pelayanan kesembuhan dan kebangkitan rohani.
Berikut adalah pilar-pilar utama dari warisan rohani Smith Wigglesworth yang terus menginspirasi orang percaya hingga hari ini:
1. Iman yang Radikal dan Tanpa Kompromi
Wigglesworth terkenal dengan keberaniannya yang mutlak terhadap firman Allah. Baginya, ragu-ragu adalah dosa. Pendekatan imannya sangat sederhana namun ekstrem:
"Allah mengatakannya, aku mempercayainya, dan itu menyelesaikannya." (God said it, I believe it, and that settles it).
Ia tidak pernah mengizinkan suasana keraguan atau ketakutan mengintimidasi pelayanannya. Iman baginya bukanlah sebuah emosi, melainkan sebuah tindakan yang didasarkan pada otoritas Firman Tuhan.
2. Keintiman dengan Firman Tuhan
Meskipun ia baru belajar membaca setelah menikah (diajari oleh istrinya, Polly), Wigglesworth menjadi sangat haus akan Alkitab.
Ia membuat komitmen untuk tidak membiarkan 15 menit berlalu tanpa membaca Firman Tuhan atau berdoa.
Ia tidak pernah membaca buku, surat kabar, atau majalah lain selain Alkitab. Warisan ini mengingatkan Gereja modern akan pentingnya kembali kepada kebenaran murni Alkitab sebagai fondasi hidup.
3. Manifestasi Kuasa Kesembuhan dan Mukjizat
Pelayanan Wigglesworth ditandai dengan demonstrasi kuasa Roh Kudus yang nyata. Ribuan orang disembuhkan dari berbagai penyakit kanker, kebutaan, kelumpuhan, bahkan tercatat ada beberapa kasus orang mati yang dibangkitkan melalui doanya.
Cara berdoanya sering kali dianggap tidak biasa atau "keras"—ia kadang memukul bagian tubuh yang sakit (seperti perut yang terkena kanker) karena ia melihat penyakit sebagai pekerjaan iblis yang harus diusir dengan otoritas penuh, bukan sekadar keluhan fisik.
4. Kehidupan yang Dipenuhi Roh Kudus
Setelah mengalami baptisan Roh Kudus yang disertai bahasa roh pada tahun 1907, hidupnya berubah total. Ia menjadi salah satu pelopor kegerakan Pentakosta awal abad ke-20. Warisan rohaninya menekankan bahwa:
Setiap orang percaya harus hidup dalam kepenuhan Roh Kudus setiap hari (living in the Spirit).
Karunia-karunia Roh Kudus harus aktif dan mengalir untuk melayani sesama, bukan untuk kesombongan pribadi.
5. Kerendahan Hati dan Kehidupan Doa yang Disiplin
Meskipun namanya terkenal di berbagai benua (ia melayani hingga ke Amerika, Australia, Selandia Baru, dan Afrika), Wigglesworth tetap menjaga hatinya dari cinta uang dan popularitas. Ia selalu mengembalikan seluruh kemuliaan kepada Yesus. Kehidupan doanya bukanlah doa yang panjang sekali duduk, melainkan doa-doa pendek yang konstan sepanjang hari, menjaga rohnya tetap terhubung dengan Tuhan tanpa putus.
Khotbah dan Tulisan yang Ditinggalkan
Wigglesworth tidak pernah menulis buku secara formal semasa hidupnya. Namun, khotbah-khotbahnya dicatat dengan setia oleh orang-orang terdekatnya dan kemudian dibukukan. Beberapa karya klasik yang merangkum warisan pemikirannya antara lain:
"Ever Increasing Faith" (Iman yang Terus Bertumbuh)
"Faith That Prevails" (Iman yang Menang)
Rangkuman Warisan bagi Kita Hari Ini
Warisan terbesar Smith Wigglesworth bukanlah kharisma atau mukjizatnya, melainkan teladan tentang bagaimana satu orang biasa yang berserah penuh dan beriman tanpa syarat dapat dipakai oleh Allah yang luar biasa. Kehidupannya menantang setiap orang percaya untuk keluar dari zona nyaman suam-suam kuku dan mulai berjalan dalam otoritas kerajaan Allah.
Smith Wigglesworth, yang dijuluki sebagai "Rasul Iman", adalah seorang penginjil Inggris yang menjadi pelopor utama gerakan Pentakosta di awal abad ke-20.
Warisan rohani terbesarnya adalah pemberitaan radikal mengenai iman yang tanpa kompromi, gaya hidup yang dipenuhi Roh Kudus, serta pelayanan kesembuhan ilahi yang menyertai berbagai mukjizat.
Warisan rohani utamanya meliputi:
"Rasul Iman":
Ia sangat meyakini dan mengajarkan bahwa segala sesuatu mungkin terjadi bagi mereka yang percaya. Ajarannya berakar pada Ibrani 11:6, menegaskan bahwa iman yang teguh dapat mengalahkan rintangan atau penyakit yang mustahil sekalipun.
Kuasa Penyembuhan Ilahi:
Melalui pelayanannya, ribuan orang disembuhkan dari berbagai penyakit, termasuk penyakit mematikan seperti kanker, dengan menekankan doa dan kuasa dalam nama Yesus.
Pengurapan Roh Kudus:
Ia menempatkan penekanan besar pada baptisan Roh Kudus dan manifestasi karunia-karunia rohani untuk memberitakan Injil dan menghancurkan kuasa kegelapan.
Disiplin Rohani yang Kuat:
Ia dikenal memiliki gaya hidup doa yang intens, membaca Alkitab setiap hari, dan mematikan kedagingan untuk terus hidup dalam hadirat Tuhan.
Warisan Tulisan:
Kumpulan khotbah dan ajarannya masih dicetak hingga kini, memandu banyak orang untuk berjalan dalam kesehatan ilahi dan kuasa rohani.
Jika Anda ingin mendalami warisan dan ajaran rohaninya, saya bisa:
Membagikan kutipan-kutipan iman miliknya yang paling terkenal.
Menjelaskan metode pelayanan yang ia gunakan saat mendoakan orang sakit.Memberikan rekomendasi buku-buku rohaninya yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.




Komentar
Posting Komentar