ROH YANG MENYALA SEHATI DAN SERITME
HEAVENLY REALM
PERSIAPAN PENGANGKATAN
ROH YANG MENYALA
EV NITA JOEL
..
YOUTUBE :
https://youtu.be/iYYC1pSnCss?si=EKF9bUFcxPAyF6wj
Berdasarkan khotbah dari Ev. Nita Joel dalam video berjudul "HEAVENLY REALM - Roh Yang Menyala: Seirama dengan Ritme Surga & Pekerjaan Roh Kudus", berikut adalah rangkuman esensi tulisan dari khotbah tersebut beserta ayat-ayat Alkitab pendukung yang dibahas di dalamnya:
Roh yang Menyala-nyala: Hidup dalam Standar Ritme Surga
Untuk mempersiapkan diri menjadi umat yang layak dan siap diangkat di awan-awan saat Yesus datang kembali [29:24], gereja Tuhan harus memiliki roh yang menyala-nyala. Kondisi kerohanian kita tidak boleh letih, padam, ataupun suam-suam kuku, melainkan harus mendidih (boiling) dan membawa dampak perubahan bagi jiwa-jiwa di sekitar kita [30:36, 49:09].
Ada 3 poin penting yang diajarkan untuk menjaga agar roh kita tetap menyala-nyala:
1. Memiliki Passion dan Gelora Cinta Kristus
Tuhan Yesus datang ke dunia dengan hati yang menyala-nyala karena melihat manusia yang telah tercemar oleh dosa kedagingan [32:06]. Gelora cinta-Nya membuat-Nya rela melewati jalan salib dan penderitaan demi menebus kita kembali [33:44].
Untuk memiliki roh yang menyala, kita membutuhkan "implan" dari hati-Nya agar kita bisa mengasihi orang lain, bahkan mereka yang paling kotor sekalipun, bukan dengan kekuatan kita melainkan karena benih cinta-Nya [34:40, 35:21].
Ayat Alkitab Pendukung:
Efesus 2:4-5
"Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita — oleh kasih karunia kamu diselamatkan —" [31:36]
Efesus 2:4-5 "
Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita — oleh kasih karunia kamu diselamatkan —" [31:36]
2. Mengarahkan Pandangan kepada Yesus dan Menanggalkan Lemak Rohani
Dalam perlombaan iman, kita dikelilingi oleh banyak saksi pahlawan iman [37:30].
Kunci agar roh kita tetap menyala adalah dengan terus memandang kepada Yesus [37:52].
Di saat kita memandang-Nya, segala beban dan "lemak-lemak rohani"—yaitu perasaan merasa sudah cukup baik, merasa paling berjasa, atau terjebak dalam rutinitas rohani tanpa kehendak Bapa—akan ditanggalkan [38:18, 38:59].
Ayat Alkitab Pendukung: Ibrani 12:1-2 "Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu kerap mengepung kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan..." [36:52, 37:20]
Ibrani 12:1-2
"Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu kerap mengepung kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan..." [36:52, 37:20]
3. Menjadi Meterai di Hati-Nya
Roh yang menyala-nyala berbicara mengenai keintiman di mana hidup kita diletakkan sebagai meterai di hati Tuhan [41:24]. Ketika kita melekat erat dengan denyut jantung dan kerinduan-Nya, lengan kita akan bergerak melakukan apa yang Tuhan mau, bukan lagi apa yang kita sukai [42:37].
Cinta yang melekat dengan Tuhan memiliki kuasa supranatural yang kuat untuk mematahkan belenggu maut, keputusasaan, dan kegelapan [43:35]. Pelayanan sejati mengalir keluar karena roh kita yang menyala-nyala oleh kedekatan dengan Tuhan, bukan sebaliknya melayani hanya demi membuat roh kita bersemangat [44:36, 45:01].
Ayat Alkitab Pendukung:
Kidung Agung 8:6
"Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN!" [42:25]
Roma 12:11
"Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan." [44:21]
Kidung Agung 8:6
"Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN!" [42:25]
Roma 12:11
"Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan." [44:21]
Kesimpulan & Langkah Praktis:
Api roh yang menyala dideskripsikan seperti desakan api yang terkurung dalam tulang yang tidak bisa ditahan, seperti yang dialami Nabi Yeremia (Yeremia 20:9) [57:11].
Cara terbaik untuk terus memperbesar kobaran api rohani yang sudah Tuhan berikan adalah dengan menyalurkannya kepada orang lain—melalui mendoakan, menjumpai yang terluka, dan melayani jiwa-jiwa yang membutuhkan bantuan [01:13:12, 01:14:52].
Video selengkapnya dapat Anda saksikan melalui link YouTube berikut: https://youtu.be/iYYC1pSnCss




Komentar
Posting Komentar