PROPHECY FOR INDONESIA
PROPHECY FOR INDONESIA
DR JONATAN DAVID
Beberapa waktu yang lalu saya menerima _message_ dari *Dr. Jonathan David*, bapa rohani saya, untuk mendoakan dan menerima pesan nubuatan untuk Indonesia.
Bagi saya, hal ini menjadi sesuatu yang 'mudah dan sulit' pada saat yang bersamaan.
Menjadi mudah, karena beliau sudah berkali-kali datang dan melayani di Indonesia, dan seringkali beliau melepaskan nubuatan untuk Indonesia. Beliau sudah teruji mampu berfungsi dalam pelayanan profetik dan menyampaikan banyak pesan nubuatan bagi bangsa-bangsa; memberi arahan untuk gereja-gereja meresponi waktu dan musim rohani yang sedang Tuhan hadirkan atas suatu bangsa.
Jadi yang harus saya lakukan hanyalah mendesak masuk dalam hadirat Tuhan dan memastikan apa yang akan saya terima tetap _in line_ dengan apa yang beliau sudah pernah deklarasikan untuk Indonesia serta memberi langkah-langkah aplikatif yang dapat dipraktekkan oleh semua orang percaya, pemimpin, maupun Gereja Tuhan yang "membuka hati dan memiliki telinga untuk mendengar apa yang dikatakan oleh Roh Kudus".
Gereja Tuhan akan memegang peranan penting dalam memastikan tergenapinya pesan nubuatan atas suatu bangsa karena gereja adalah pintu gerbang surga - pintu/ jembatan rohani yang akan memastikan apa yang sudah Tuhan firmankan (sesuatu yang rohani) jadi tergenapi secara lahiriah.
Tuhan memiliki _destiny_ untuk setiap bangsa. Tapi apapun juga _destiny_ yang Tuhan sudah tetapkan atas suatu bangsa, tidak mungkin 'berbeda' antara satu hamba Tuhan dengan hamba Tuhan lainnya; yang ada adalah apa yang diterima oleh satu hamba Tuhan akan melengkapi & memperjelas apa yang sudah diterima oleh hamba Tuhan lainnya.
Memastikan diri menerima pesan progresif yang akurat dan aplikatif dari Tuhan adalah sesuatu yang jauh lebih sulit. Kita harus memastikan diri kita sendiri sudah hidup dalam keakuratan, ada pola ilahi yang terbangun dalam hidup kita dan yang pasti, tidak ada agenda terselubung dari diri kita sebagai 'penyampai' pesan nubuatan tersebut.
Pada saat saya memiliki kesempatan untuk mendampingi beliau dalam pelayanan di Filipina, di salah satu _session,_ beliau 'diangkat dalam Roh' dan mulai memberikan banyak nubuatan untuk negara tersebut. Ketika hal tersebut terjadi, secara tiba-tiba, saya seperti ikut ada dalam cengkraman Roh dan terjadilah impartasi dimensi profetik dari hidupnya ke dalam hidup saya. Saya merasa seperti diberi anak kunci untuk memasuki Ruang Takhta dan ikut mendengar apa yang Bapa sampaikan untuk bangsa-bangsa. Itu sebabnya, saya berusaha untuk menuliskan pesan nubuatan untuk Indonesia ini sebagaimana pesan tersebut mengalir dalam batin saya.
Isi pesan nubuatan tersebut terbagi menjadi 3 bagian. Masing-masing membutuhkan respon yang berbeda karena akan datang dalam musim rohani yang berbeda. Respon yang akurat akan memberi banyak keuntungan didalam menjalani datangnya musim yang baru. Ada banyak hal ilahi yang secara tidak terduga akan terjadi secara begitu saja; kita akan menikmati bagaimana Tuhan ikut bekerja dalam kedaulatanNya untuk memastikan kehidupan sehari-hari kita terus bertumbuh menjadi makin kuat & berdampak.
Doa dan harapan saya, bagi siapa pun anda yang membaca isi pesan nubuatan ini, Tuhan akan memakai isi nubuatan ini untuk menjadi 'point of contact' dengan ke-ilahi-anNya sehingga seluruh aspek kehidupan anda dapat mulai anda selaraskan dengan agenda besar yang Bapa miliki untuk Indonesia.
Ya, andalah yang harus mengambil keputusan untuk mengubah arah perjalanan hidup dan pelayanan anda, menyelaraskan diri dengan agenda Tuhan atas Indonesia; dengan demikian kita secara otomatis akan menjadi rekan sekerja Tuhan atas bangsa ini. Mari kita bekerja bersama-sama sebagai satu Tubuh, mari kita bekerja sama dengan Dia sebagai kepala gereja...
*1. Tuhan sedang mencurahkan 'revival of the word and revival of the Spirit' atas Indonesia*.
Tuhan berkata: _"Ada banyak pencurahan Roh yang pernah engkau alami di masa lalu. Tapi seluruh pencurahan yang pernah terjadi hampir sama sekali tidak menyentuh aspek-aspek kehidupan yang ada di kota/ bangsa. Tapi sekali lagi Aku akan mencurahkan RohKu atas bangsa ini dan mengubahkan seluruh tatanan kehidupan yang ada atas kota-kota & bangsa"._
*Saya yakin, hari-hari ini Tuhan sedang terus mencurahkan dimensi kasih mula-mula untuk kembali menguasai dan berkobar dalam batin setiap orang percaya yang terus menyelaraskan hatinya kepada kebenaran & mengejar realita hadirat Tuhan*. Dengan adanya kasih mula-mula dalam kehidupan orang percaya, roh cinta akan dunia, cinta akan diri sendiri, dan cinta akan uang yang selama ini mencengkram hati banyak orang Kristen akan mulai tergantikan.
Selama ini, Gereja Tuhan telah dibuat 'mabuk' oleh keinginan menjadi sukses, meraih keberhasilan maupun sekedar mencari berkat pribadi. Dan itu semua membuat umat Tuhan jadi semakin jauh dari penggenapan agenda Kerajaan serta rencana kekal Tuhan atas hidup mereka.
*Dengan kembali tercurahnya dimensi kasih mula-mula ke dalam Gereja Tuhan, akan ada dimensi penyembahan yang intim & mendalam yang bakal termanifestasi di banyak Gereja Tuhan*. Sedemikian kuat manifestasi dimensi kasih mula-mula tersebut sampai-sampai berbagai denominasi yang sekarang dikenal sebagai denominasi yang 'sudah kering & mati rohani', mereka akan menerima suatu kesempatan baru dari Tuhan untuk juga ikut menikmati kobaran 'revival of the word and revival of the Spirit' yang menghantarkan mereka kembali kepada kobaran kasih mula-mula dan rela melakukan apa saja demi Kristus yang mereka cintai... Interaksi yang akan terjadi antara 'kita' dengan 'mereka' akan membuka banyak kesempatan untuk terbangunnya 'jembatan penghubung' guna terjadinya 'limpahan' pekerjaan Roh.
*Tidak ada guna terus 'menjaga harkat dan martabat' dengan cara 'menarik diri' untuk berasosiasi dan menerima limpahan api pekerjaan Roh Kudus, hanya karena gereja kita jauh 'lebih besar' dari semua gereja yang sedang mengalami pekerjaan Roh tersebut. Apa gunanya kita terus membawa-bawa 'obor yang sudah padam'? Adalah lebih bijaksana untuk kita 'belajar terbuka dan merendahkan diri' terhadap gereja-gereja yang sedang mengalami realita Tuhan tersebut lalu mengadopsi dan jadi terimpartasi lalu menikmati realita pekerjaan Roh yang sanggup menggerakkan, membangun, dan mengubahkan kehidupan banyak orang. Di tengah kegelapan dunia ini, lilin kecil yang menyala adalah lebih berguna, lebih berarti daripada obor yang padam*.
Dari termanifestasinya roh penyembahan yang 'intim & mendalam' di banyak Gereja Tuhan, 'aliran air hidup' didalam gereja akan terus jadi 'semakin kuat' dan 'bertambah dalam'; dari dalam gereja akan memancar ke berbagai aspek kehidupan di kota & bangsa. Dan kemana pun aliran air hidup itu mengalir, akan terus terjadi terobosan, kemenangan, dan bahkan lawatan atas jiwa-jiwa.
*Bedakan hadirnya realita hadirat Tuhan melalui bekerjanya roh penyembahan yang 'intim & mendalam' dengan gegap gempita yang tercipta melalui berbagai konser 'pujian dan penyembahan' yangselama ini kita lakukan di hampir setiap ibadah*.
Penyembahan yang sejati akan mengkondisikan kita untuk mengalami realita hadirat Tuhan yang mengubahkan hidup, melembutkan hati, dan membuat Roh Kudus memiliki keleluasaan untuk menanamkan isi hati Bapa dalam kehidupan anak-anakNya.
Jika anda mendapati atmosfir rohani yang ada atas gereja anda sedang suam, kering, mati....pastikan anda ikut mengambil bagian dalam menghasilkan perubahan atas gereja yang ada. Ambil waktu untuk berpuasa, carilah wajah Tuhan hingga secara pribadi anda mulai mengalami _revival_ secara pribadi. Temukan gereja yang sedang membawa api kegerakan, asosiasikan dirimu dengan gereja tersebut, adopsi api kegerakan yang ada, lalu tularkan ke seluruh pemimpin/ jemaat yang ada.
Saya yakin, dalam kedaulatanNya, Tuhan akan mencurahkan RohNya ke gereja-gereja yang dengan tekun terus mendesak dalam hadiratNya untuk mengalami realita surga.
Saya ingat suatu kali Roh Kudus menegaskan, dalam mencari wajahKu, kalau pun engkau harus memulai dari daging, engkau akan selalu berakhir didalam Roh...! Maksudnya, meskipun didalam batin kita tidak ada dorongan apapun untuk mencari Tuhan, tapi secara pribadi kita berinisiatif untuk mengambil keputusan dalam mencari Tuhan.
Saya yakin, gelombang penyembahan yang kali ini akan Tuhan hadirkan kembali, menciptakan 'rahim profetik' di setiap hati maupun atmosfir rohani di Gereja Tuhan. Akan ada banyak orang-orang percaya yang mulai menerima penyingkapan tujuan hidup/ destiny yang sudah Tuhan tetapkan untuk mereka jalani.
Masa untuk gereja terus berputar-putar di padang gurun telah berakhir! Inilah musim rohani yang Tuhan tetapkan untuk umat pilihanNya dapat menemukan agenda dan rencana Tuhan atas kehidupan mereka dan sekaligus menerima anugerah ilahi untuk ikut terlibat dalam menghadirkan kerajaanNya di muka bumi ini. Akan ada banyak orang percaya yang mulai menerima isi hati Bapa dan diposisikan untuk menjadi orang-orang yang berpengaruh, terpandang, dan disegani di masyarakat sehingga melalui kehidupan merekalah perubahan atas kota dan bangsa dimulai.
Saya yakin, Tuhan sedang kembali memanggil umatNya untuk berfungsi sebagai TubuhNya; menerima pikiran, isi hati, dan kerinduan yang Ia miliki terhadap bangsa Indonesia dan merealisasikannya melalui hidup kita. Tuhan sedang membangkitkan orang-orang percaya yang selama ini menikmati kehidupan Roh yang sama, makan dari kebenaran firman yang sama, bergerak ke arah/ destiny yang sama dan siap untuk mengerjakan tugas yang sama 'as One man'.
It's time to cross over and possess the promise land....
Di setiap teritorial yang Tuhan bukakan untuk kita kuasai, akan selalu ada raksasa di sana. Tugas kita adalah mengikuti tuntunan Roh yang melatih dan membangun manusia roh kita untuk menjadi lebih kuat/ lebih perkasa dari 'Orang Kuat' yang selama ini berkuasa atas kota/ bangsa. Roh sedang mengkondisikan kita untuk menjadi pembunuh para raksasa....!
_(Ps. Steven Agustinus)._




Komentar
Posting Komentar