5787 MEMENANGKAN PEPERANGAN SUARA (PERANG GELOMBANG)

5787 MEMENANGKAN PEPERANGAN SUARA (PERANG GELOMBANG)


JANE HAMMOND 






























LINK YOUTUBE: https://www.youtube.com/live/N3GE3W3A6M0?si=OZyv9LH6o0JifVx1


Berikut adalah draf tulisan khotbah yang disarikan dari pesan Bishop Jane Hamon pada ibadah Rosh Hashanah di Vision Church at Christian International, dengan judul "5787: Memenangkan Peperangan Suara (Winning The Voice Wars)".


📖 TULISAN KHOTBAH: MEMENANGKAN PEPERANGAN SUARA (WINNING THE VOICE WARS)


Pembicara: Bishop Jane Hamon

Sumber Video: YouTube Live - Vision Church at Christian International


📌 PENDAHULUAN


Saat terompet dibunyikan dan seruan Ruach dilepaskan, Allah mulai membuka telinga kita untuk mendengar suara-Nya [00:00]. 


Tuhan ingin membongkar setiap penghalang dan tembok oposisi yang menghambat kita masuk ke dalam hadirat-Nya [00:29]. 


Kita dipanggil bukan untuk menjadi korban dari keadaan, melainkan untuk menjadi suara dan nabi-nabi Allah di tengah generasi ini [01:27].


1. ⚔️ MENGUBAH KELEMAHAN MENJADI KEKUATAN SEORANG PRAJURIT


📖 Yoel 3:10

"Tempalah mata bajakmu menjadi pedang dan pisau-pisau pemangkasmu menjadi tombak; biarlah orang yang lemah berkata: 'Aku ini pahlawan!'" [04:50]


Di tengah situasi sulit, sering kali kita tergoda untuk membicarakan betapa lemahkah kita atau betapa mustahilnya keadaan [05:03]. Namun, Tuhan memerintahkan orang yang lemah untuk memperkatakan hal yang sebaliknya: "Aku kuat!" [05:10].

Kata "kuat" di sini memakai kata Gibbor (Hebrew), yang berarti seorang prajurit/pahlawan/juara (warrior/champion) [05:18].


Musim ini adalah musim di mana kita harus meletakkan pedang firman Allah di dalam mulut kita dan berhenti memperkatakan kelemahan [05:54].


2. 📢 MEMENANGKAN PEPERANGAN SUARA (VOICE WARS)


Kita hidup di dunia yang diaktifkan oleh suara (voice-activated world) [09:35]. Kemenangan, kesembuhan, pemulihan, dan terobosan Anda diaktifkan melalui apa yang Anda perkatakan dari mulut Anda [10:56].


Dalam perjalanan iman Isaac saat menggali kembali sumur-sumur ayahnya (Kejadian 26), ada suara-suara yang diwakili oleh sumur-sumur tersebut [12:03]:


Sumur Esek (Argument/Contention) [13:15]


Suara Diri Sendiri (Voice of Self) [14:00]. Suara ini selalu berargumen dengan Allah, membesarkan kesombongan, atau menjatuhkan kita dalam rasa malu. Kita harus keluar dari keakuan diri sendiri [14:31].


Sumur Sitna (Hostility/Accusation) [15:16]


Suara Si Pendakwa (Voice of the Accuser/Satan) [15:44]. Iblis adalah raja berita palsu (fake news) [07:44]. Kita mengalahkannya oleh darah Anak Domba dan oleh kesaksian mulut kita [16:09].


Sumur Rehobot (Open Spaces) [16:37]

Suara Kenyamanan & Kemudahan (Voice of Comfort & Convenience) [18:07]. 


Ini adalah sumur terobosan di mana Tuhan memberi kelapangan, namun kita tidak boleh berhenti di tempat kenyamanan saja; visi kita harus selalu lebih besar dari sekadar provisi [19:08].


Sumur Bersyeba (Well of the Oath/Sevens) [19:43]


Suara Perjanjian & Perjumpaan (Voice of Covenant & Encounter) [19:43]. Ini adalah tempat perjumpaan pribadi dengan Allah [20:36].


3. 🕊️ 7 KUNCI MENIKMATI MUSIM PERJUMPAAN DENGAN TUHAN


Melalui angka tujuh (Zayin - yang juga melambangkan pedang/senjata) [21:29], Tuhan menuntun kita kepada:


Perhentian Sabat (Sabbath Rest)

📖 Ibrani 4:9-10 — "Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Allah. Sebab siapa telah masuk ke tempat perhentian-Nya, ia sendiri telah berhenti dari segala pekerjaannya..." [22:33]


Perhentian bukanlah soal berhentinya aktivitas, melainkan sikap hati yang bebas dari ketergesaan (striving) dan kecemasan [29:25].


Damai Sejahtera (Shalom)

📖 Roma 16:20 — "Semoga Allah, sumber damai sejahtera, segera menempulukan Iblis di bawah kakimu." [32:50]


Strategi Kemenangan dari Tuhan

Seperti pertempuran Yerikho (Yosua 6), ada waktunya Tuhan meminta kita berdiam, mendengarkan terompet Allah, dan mempercayai petunjuk-Nya [33:49].


Suara Pujian & Penyembahan

📖 Mazmur 119:164 — "Tujuh kali sehari aku memuji-muji Engkau, karena hukum-hukum-Mu yang adil." [37:52]

📖 Wahyu 5:12 — Deklarasi tujuh lipat bagi Anak Domba [39:04].


Tujuh Roh Allah

📖 Yesaya 11:2 & Wahyu 4:5 — Roh TUHAN, hikmat, pengertian, nasihat, keperkasaan, pengenalan, dan takut akan TUHAN [39:54, 40:32].

Pedang Bermata Dua di Mulut (Two-Mouthed Sword)

📖 Ibrani 4:12 — "Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun..." [42:27]

📖 Mazmur 149:6 — "Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka, dan pedang bermata dua di tangan mereka." [43:26]

Kata "pedang bermata dua" secara harafiah berarti "pedang dua mulut" (two-mouthed sword) [44:00]. Ketika Allah berbicara dan mulut kita menyepakati firman-Nya, perkatakan itu menjadi pedang yang mematahkan musuh! [44:20].


🛡️ KESIMPULAN & DOA

Bangkitlah melawan segala intimidasi! Jangan biarkan mulutmu sepakat dengan suara iblis atau ketakutan [45:28]. 

Masuklah ke tempat perjumpaan (Beersheba) [50:17], lepaskan segala kecemasan, dan pakailah firman Allah sebagai pedang di mulutmu [41:18]. Di musim ini, meskipun keadaan di luar tampak sulit, bersama Tuhan kita akan m

engalami kemenangan melampaui segala kemungkinan (against all odds) [57:50]!

Amin. 

Komentar

Postingan Populer