Dua Macam Batu Timbangan

Dua Macam Batu Timbangan

Amsal 20:10 Dua macam batu timbangan, dua macam takaran, kedua-duanya adalah kekejian bagi TUHAN.
MKJV: Different kinds of weights, different kinds of measures, both are hateful to Jehovah.
MSG: Switching price tags and padding the expense account are two things GOD hates.
Ayat ini berbicara mengenai bagaimana  bangsa Israel di dalam perjanjian lama melakukan transaksi perdagangan di masa itu. Batu Timbangan dan Efa adalah Standar pembanding untuk Berat dan Volume dalam perdagangan di jaman itu.
Tuhan memperingatkan bangsa Israel supaya tidak berlaku curang dalam perdagangan mereka dengan memakai dua Standar pembanding yg berbeda.
No Differenst set of Values or Standard
Tuhan membenci kehidupan yang dibangun di atas 2 standar nilai yang berbeda. Kebenaran dan perintah ini juga berlaku bagi kita yang hidup di jaman modern ini, sebab apabila kita tidak behati-hati, kita dengan mudah akan terjebak hidup dengan 2 standar nilai yang berbeda.
Di dalam Ulangan 25:13-15 Tuhan sekali lagi memperingatkan bangsa Israel: "Janganlah ada di dalam pundi-pundimu dua macam batu timbangan, yang besar dan yang kecil. Janganlah ada di dalam rumahmu dua macam efa, yang besar dan yang kecil. Haruslah ada padamu batu timbangan yang utuh dan tepat; haruslah ada padamu efa yang utuh dan tepat supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu.
Alasan mengapa kita hidup dengan 2 standar (why people live a double standard life?), yaitu karena

1. Kompromi dan Toleransi
Hidup di jaman dimana Kompromi dan toleransi (excuse buat kompromi)sering kali diberi nilai lebih tinggi daripada kebenaran ini, dibutuhkan keberanian kita untuk memperkenalkan kebenaran. Kita sering 'reluctant' karena terpenaruh prinsip 'individualism', dia - dia dan gua-gua, ngapain gua campurin urusan orang lain?.
It takes courage to bring change to the World
Saudara tidak akan pernah dapat membawa perubahan ke dalam dunia saudara, dimana Tuhan tempatkan anda , dengan hidup 'mengalir' kebiasaan dan nilai yang berlaku di sana.
You can't change the world by blending in.
Yehezkiel 3:18  Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Engkau pasti dihukum mati! dan engkau tidak memperingatkan dia atau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu dari hidupnya yang jahat, supaya ia tetap hidup, orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu.

2. Kebingungan atau Confusion untuk membedakan antara yang benar dan salah.
Kita sedang hidup di jaman dimana manusia sudah tidak bisa lagi dengan mudah bisa membedakan antara benar dan salah (bahkan sulit membedakan pria dari wanita), atau bahkan mereka mengatakan: "There's no such thing as right and wrong. 
Apakah yang menjadi kebenaran bagi anda, belum tentu benar bagi saya. What may be right for you, may be wrong for me.  What may be right for me, may be wrong for you."  So there are no standards by which you can evaluate your life and behavior. 
Alkitab mencatat mengenai masa yang paling kelam dalam sejarah kehidupan bangsa Israel dalam Hakim-Hakim 17:6  "Pada zaman itu tidak ada raja di antara orang Israel; setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri."
Demikian juga yang dituliskan oleh Amsal 29:18  Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum. Ayat ini memberikan gambaran tentang kehidupan manusia yang akan menjadi liar  karena tidak adanya 'pewahyuan'  yang dalam bahasa Ibraninya adalah cha^zo^n (baca khaw-zone) yang diterjemahkan dalam bahasa Inggris sebagai dream, revelation  dan oracle:an authoritative or wise utterance  yang dalam bahasa indonesia dapat diterjemahkan dengan arti "Penuntun/petunjuk yg bijaksana dari Otoritas"
Kedua ayat sebelum dan sesudah Amsal 29:18 di atas memberikan gambaran yang sangat jelas tentang sikap dan reaksi seseorang terhadap nasihat dan pengajaran yang diterimanya. Ayat 17 menggambarkan sikap seorang anak yang mudah menerima instruksi, sedangkan ayat 19 menggambarkan sikap seorang hamba yang sulit menerima dan tidak mengindahkan pengajaran.
Amsal 29:17  Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketenteraman kepadamu, dan mendatangkan sukacita kepadamu.
Amsal 29:19  Dengan kata-kata saja seorang hamba tidak dapat diajari, sebab walaupun ia mengerti, namun ia tidak mengindahkannya.
Kita harus membawa 'clarity' kedalam kehidupan masyarakat yang sedang mengalami kebingungan, dan kita membutuhkan "tuntunan" yang jelas dalam kehidupan kita apabila kita ingin menjauhkan diri dari kehidupan yang "liar"
Sebagai Orang tua, kita harus menunjukkan dengan jelas kepada anak kita pada saat mereka membuat kesalahan, show them what they do wrong, dan tidak lupa untuk menunjukkan kepada mereka apa yang benar yang seharusnya mereka lakukan. Dalam keluarga banyak orang tua yang tidak pernah bersikap tegas dalam menunjukkan kepada anaknya tentang yang benar dan yang salah, akibatnya anak tersebut tumbuh besar dalam 'confusion' untuk membedakan benar dan salah.
Contoh dalam kehidupan dimana saudara bergumul dengan 'double standard':
1. Saat yang diajarkan berbeda dengan yang dipraktekkan
Ini terjadi dalam segala bidang kehidupan, di bidang hukum misalnya, ada yang namanya Dosen Hukum, yaitu yang mengajarkan hukum) dan ada yang namanya praktisi Hukum, yg seringkali mempraktekkan nilai2 yang berbeda dari yang diajarkan, makanya disebut 'praktisi'.
Di bidang rohani dimana pendeta hanya mengkhotbahkan dan tidak empraktekkan apa yang dia khotbahkan. Atau Di dalam keluarga pada saat Orangtua dan hanya mengajarkan tetapi tidak mempraktekkan apa yang mereka ajarkan.
2. Saat seseorang berada dalam posisi terjepit dan disuruh untuk melakukan apa yang bertentangan dengan apa yang dia yakini.
Misalnya dalam pekerjaan: Sebagai Accountant disuruh untuk double book keeping, Salesman yang disuruh berbohong mengenai kualitas,dll. Sebagai Dokter disuruh untuk melakukan euthanasia, sebgai tentara yang masuk ke dalam peperangan.
What do you do if you are asked to Lie? dalam segala aspek kehidupan, di keluarga, pekerjaan, soal product, quality, service, and you struggle. Kita seringkali tidak berani untuk berdiri dan mengatakan kebenaran dan akibatnya kita melakukan dosa
This is my suggestion, You can say this: Saya tidak bisa berbohong untuk anda, dan saya juga tidak akan pernah berbohong kepada anda!
Parents are teaching their children not to lie, but they are lying at home.
3. Saat Lingkungan, Keluarga dan Budaya mengharuskan anda melakukan.
· Orang tua yang beragama Buddha mempertanyakan kemungkinan saudara untuk pemasangan dupa dan menyembah mereka saat mereka meninggal, dan mereka membandingkan saudara dengan orang Katolik yang masih diijinkan untuk memegang dupa dan meyembah orang tua yang meninggal.
You can say this: "Mom or Dad, saya tidak akan bisa memasang dupa buat kalian, tetapi saya berjanji akan menghormati dan mnyenangkan kalian seumur dan selama hidup kalian dan buktikan bahwa kalian sungguh menghormati dan menyenangkan hati mereka, saya sungguh yakin pandangan mereka terhadap kekristenan akan berubah.
· Your boy (girl) friend ask you to sleep with him
Saudara bergumul antara mencintai dia dan tidak ingin melakukan sesuatu yang akan melukai hati Tuhan dan merusak masa depan saudara sendiri.
You can say this: I love you (or your car just be honest) very much, but I can't sleep with you and I will also never sleepwith others until I say I do to you.
Conclusion
The bottom line is, apabila kita betul ingin membawa perubahan, kita terlebih dahulu harus berani untuk berubah. Kita harus berani membiarkan orang 'terusik' karena kita.
You can only change the world if you are a changed person.
Changed people change the world. (IS)

(Sumber : PS Jose Carol)

Komentar

Postingan Populer