Ikut Selera Tuhan

Ikut Selera Tuhan
Ev. Iin Tjipto Wenas

Bahan Renungan : Kejadian 4 : 1 - 12

Kain adalah anak sulung dari Adam, ia berhak menerima warisan dua bagian. Kain adalah seorang pengusaha pertanian yang berhasil, Kain juga mempersembahkan sebagian hasil pertaniannya kepada Tuhan.

Kenapa Persembahan Kain ditolak ? Karena persembahan kain itu bukan selera Tuhan, jadi bukan seperti penerangan guru - guru sekolah minggu yang mengatakan bahwa kain mempersembahkan yang jelek - jelek untuk Tuhan. Kain mempersembahkan hasil pertanian yang baik namun itu bukan seleranya Tuhan. Tuhan suka dengan persembahannya Habel.

Kain menjadi marah dan ia akhirnya membunuh Habel di padang. Kain tadinya menghasilkan pertanian yang baik dan berlipat kali ganda, namun setelah ia membunuh Habel maka Kain tidak memperoleh hasil pertanian sepenuhnya. Kita bisa melihat di Kejadian 4 : 12 Kain mengusahakan tanah itu dan tidak memberikan hasil sepenuhnya lagi.

Jika saudara mengenal saya maka saudara akan memberikan sesuatu yang sesuai dengan selera saya. Jika ada orang yang memberikan Durian Monthong dan Manggis maka saya akan memilih Manggis, karena Manggis adalah buah kesukaan saya.

Habel mempersembahkan domba sebagai lambang korban yang menggambarkan dari Tuhan sendiri, bahwa Tuhan mengorbankan dirinya diatas kayu salib sebagai anak domba yang menebus dosa umat manusia.
Didalam kedewasaan kita didalam Tuhan maka kita tidak akan peduli dengan perasaan kita. Kita mau mengikuti perasaan Tuhan dan mengikuti seleranya Tuhan. Didalam kedewasaan kita akan mengerti hukum Tuhan dan jangan kita berpikir bahwa Tuhan harus tahu situasi dan kondisi kita. Kita mengerti dengan hukum Tuhan, peraturan Tuhan dan perasaan Tuhan.

Celakalah Yerusalem karena ia tidak tahu saat Tuhan melawan kita. Kita harus mengetahui ada toleransi kita dan ada toleransi Tuhan. Ada banyak orang yang bermain - main karena tidak tahu batasan dan deadlinenya Tuhan. Jika kita mengikuti selera Tuhan maka kita akan mengalami hal - hal yang ajaib bersama Tuhan.

Saya pernah mengadakan pertukaran staf yang ada di Mahanaim, Staf di Divisi Bisnis dipindahkan ke Divisi Anak Jalanan dan Rumah Singgah, disaat mereka mengalami perpindahan, mereka banyak berdoa dan bertanya sama Tuhan apa yang harus mereka lakukan. Staf divisi bisnis Tuhan suruh bernubuat di tempat dia mengajar, semua orang yang ada di rumah singgah ditantang untuk maju kedepan dan didoakan mereka percaya Tuhan dan dipenuhi oleh Roh Kudus. Salah seorang dari ibu yang suka membersihkan rumah singgah, biasanya dia tidak mau ikut ibadah, dia mau ikut dan didoakan dia rebah dan penuh dengan Roh Kudus. Beberapa staf divisi musik, saya pindahkan ke sekolah untuk mengajar, mereka tanya Tuhan apa yang harus mereka lakukan, mereka ambil gitar dan mengajak semua murid di kelas untuk menyembah Tuhan. Disaat penyembahan dinaikkan, hadirat Tuhan turun dan lawatan Tuhan melanda murid - murid sekolah, mereka menangis dan dipenuhi dengan Roh Kudus. Mereka menyembah Tuhan dalam bahasa yang baru.

Hari - hari ini kita akan melihat hal - hal yang ajaib bila kita mengikuti selera Tuhan. Mengikuti selera Tuhan adalah kita tidak mengomel, mengucap syukur dan percaya atau punya iman. Kita harus membawa sesuatu yang menyukakan Tuhan disaat kita menghadap Tuhan.

Kesalahan Kain adalah hatinya panas dan mukanya muram (Kejadian 4 : 6). Orang yang hatinya panas dan mukanya panas akan mengeluarkan reaksi yang salah. Reaksi yang salah adalah mau membalas kejahatan dengan kejahatan, hatinya disakiti tidak mau mengampuni.

Kita harus belajar untuk mengikuti Tuhan, walaupun susah dalam mengikuti Tuhan. Kita belajar untuk menyenangkan hati Tuhan dengan memberikan yang terbaik untuk Tuhan.

80 persen wanita hidup dengan perasaan, ada banyak wanita yang tidak bisa mengikuti seleranya Tuhan, Tuhan ingin memakai para wanita dalam karunia kenabian, karena wanita mempunyai kepekaan dan ketajaman. Jangan sampai perasaan kita tidak bisa menangkap waktunya Tuhan.

Kita harus tahu bahwa iblis mengintip dan mencari celah supaya kita mengenakan daging kita dan berlandaskan kepada fakta - fakta yang belum tentu itu kebenaran dari Tuhan.

Sepulang pelayanan di Jakarta, saya mengalami mobil mogok dan pada waktu itu sudah larut malam dan pulang kerumah menjelang pagi dini hari, badan sudah capai sekali, besok harus melayani KKR, saya sebenarnya ingin membatalkan pelayanan karena badan sudah capai dan sakit sekali, namun Tuhan berkat jangan lihat fakta dan saya tetap berangkat melayani. Bila kita mengikut Tuhan, kita jangan lihat fakta.

Kain bergumul ketika ia akan membunuh habel, ia bergumul mau berbuat baik atau marah (Kejadian 4 : 7). Bergumul saja tidaklah cukup, kita harus berkuasa atas pergumulan kita. Kita harus menguasai peperangan sampai kita menginjak musuh kita. Amin.

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer