Law or Grace

Law or Grace
Pdt. Petrus Agung Purnomo



Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus (Rm 10: 17)


Segala hal dalam hidup kita tidak bisa terjadi tanpa iman. Iman bukan usaha manusia. Alkitab berkata iman timbul dari pendengaran akan rhema Kristus. Rhema adalah bagian dari logos (Alkitab seluruhnya) yang dihidupkan Roh Kudus dan diberikan kepada kita secara pribadi.

Rhema merupakan firman Tuhan pribadi buat kita, dan jika ini masuk akan menimbulkan iman.
  
Bartimeus yang buta, Timeus artinya haram/ najis, Bartimeus artinya anak yang haram dan najis. Yesus datang ke Yerikho. Saat rombongan Yesus keluar dari Yerikho, Bartimeus bertanya siapa yang lewat, di jawab Yesus dari Nazaret. Tapi seruan Bartimeus berbeda, dan merupakan seruan iman: “Yesus anak Daud, kasihanilah aku!”. Anak Daud adalah sebutan untuk Mesias bagi orang Yahudi. Saat dilarang berteriak, Bartimeus berteriak makin keras, karena iman di dalam nya jadi rhema. Maka dia lepas jubah kemiskinan dan kebutaan, lalu datang ke Yesus dan disembuhkan.

Wanita yang pendarahan 12 tahun tidak mendengar khotbah yang berkata untuk menjamah jubah Yesus. Dia hanya dengar berita-berita tentang Yesus. Biarkan berita-berita kebenaran Firman masuk dalam hdup kita, karena saat Roh Kudus menyambar, mengerami dan membuatnya jadi sebuah kebenaran. Saat kebenaran jadi rhema, timbul iman dalam hati wanita ini, dan berkata “jika aku sentuh ujung jubahNya maka aku akan sembuh”. Pada ujung jubah pria harus diberi jumbai sebagai tanda kita tidak hidup menurut pikiran dan hati kita. Wanita ini sentuh ujung jumbai karena mau berkata bahwa mulai hari ini dia tidak lagi hidup menurut pikiran dan maunya sendiri. Maka kesembuhan terjadi.
  
Dalam Alkitab ada hukum penyebutan pertama, yang akan memberi warna ke seluruh bagian lain di mana kata itu disebutkan. Contoh: kata penyembahan/worship pertama kali muncul saat Abraham akan mempersembahkan anaknya. Setiap kali penyembahan dilakukan, selalu ada pengorbanan. Tanpa pengorbanan, esensi dari penyembahan tersebut hilang.
Saat Alkitab bicara tentang turunnya Roh Kudus dalam kisah para rasul, kata pertamanya adalah “tiba-tiba”. Roh Tuhan bekerja secara tiba-tiba, artinya tidak terduga. Artinya kita bisa mengharapkan Roh Kudus bekerja dalam hidup kita setiap saat, karena kapanpun mujizat bisa terjadi. Tetap berharap Roh Tuhan melakukan sesuatu yang dahsyat.

"Firman itulah yang diucapkan TUHAN kepada seluruh jemaahmu dengan suara nyaring di gunung, dari tengah-tengah api, awan dan kegelapan, dan tidak ditambahkan-Nya apa-apa lagi. Ditulis-Nya semuanya pada dua loh batu, lalu diberikan-Nya kepadaku." 5:23 "Ketika kamu mendengar suara itu dari tengah-tengah gelap gulita, sementara gunung itu menyala, maka kamu, yakni semua kepala sukumu dan para tua-tuamu, mendekati aku, 5:24 dan berkata: Sesungguhnya, TUHAN, Allah kita, telah memperlihatkan kepada kita kemuliaan dan kebesaran-Nya, dan suara-Nya telah kita dengar dari tengah-tengah api. Pada hari ini telah kami lihat, bahwa Allah berbicara dengan manusia dan manusia itu tetap hidup. 5:25 Tetapi sekarang, mengapa kami harus mati? Sebab api yang besar ini akan menghanguskan kami. Apabila kami lebih lama lagi mendengar suara TUHAN, Allah kita, kami akan mati. 5:26 Sebab makhluk manakah yang telah mendengar suara dari Allah yang hidup yang berbicara dari tengah-tengah api, seperti kami dan tetap hidup? 5:27 Mendekatlah engkau dan dengarkanlah segala yang difirmankan TUHAN, Allah kita, dan engkaulah yang mengatakan kepada kami segala yang difirmankan kepadamu oleh TUHAN, Allah kita, maka kami akan mendengar dan melakukannya. 5:28 Ketika TUHAN mendengar perkataanmu itu, sedang kamu mengatakannya kepadaku, maka berfirmanlah TUHAN kepadaku: Telah Kudengar perkataan bangsa ini yang dikatakan mereka kepadamu. Segala yang dikatakan mereka itu baik. 5:29 Kiranya hati mereka selalu begitu, yakni takut akan Daku dan berpegang pada segala perintah-Ku, supaya baik keadaan mereka dan anak-anak mereka untuk selama-lamanya!Pergilah, katakanlah kepada mereka: Kembalilah ke kemahmu. 5:31 Tetapi engkau, berdirilah di sini bersama-sama dengan Aku, maka Aku hendak mengatakan kepadamu segenap perintah, yakni ketetapan dan peraturan, yang harus kauajarkan kepada mereka, supaya mereka melakukannya di negeri yang Kuberikan kepada mereka untuk dimiliki. 5:32 Maka lakukanlah semuanya itu dengan setia, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu. Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri. 5:33 Segenap jalan, yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, haruslah kamu jalani, supaya kamu hidup, dan baik keadaanmu serta lanjut umurmu di negeri yang akan kamu duduki."(Ulangan 5:22-33)
10 perintah yang Tuhan berikan kepada Israel melalui Musa tidak berdiri sendiri, karena Tuhan juga menginginkan hubungan dengan orang Israel.
  
Hukum hanya bisa bekerja dengan baik saat ada relationship. Hukum yang dikerjakan tanpa persekutuan dengan Tuhan menimbulkan kekejaman dan membawa kematian.

Arti pernyataan bangsa Israel di ayat 27: kami berhenti mendekat ke Tuhan dan minta aturanNya saja.
Mereka menolak hubungan/ relationship, padahal dari relasi itu adalah sumber anugrahNya.
  
Kehidupan kita bukan karena hukum Taurat, tapi karena kasih karunia. Hukum tanpa hubungan itu mematikan. Anugrah tanpa hubungan dengan Tuhan jadinyakeliaran. Karena memanfaatkan ayat-ayat untuk kepentingan daging kita.

Kiranya hati mereka selalu begitu, yakni takut akan Daku dan berpegang pada segala perintah-Ku, supaya baik keadaan mereka dan anak-anak mereka untuk selama-lamanya! (Ul 5: 29)

di terjemahan hurufiahnya Tuhan sebenarnya berkata seperti ini:
Siapa yang bisa memberikan hati seperti itu kepada mereka, sehingga mereka bisa punya hati yang mampu mendengar dan dan mematuhi Tuhan? Mereka telah menolak hati yang seperti itu dari Aku, lalu siapa yang bisa berikan itu kepada mereka?
  
Hati yang bisa mendengar dan patuhhanya bisa diberikan oleh Tuhan, dan itu berasal dari hubungan dengan Tuhan, dan merupakan kelimpahan dari Tuhan.
  
Alkitab Perjanjian Baru berkata: Tuhantidak pernah menghapus Taurat, tapi memberi yang baru kepada kita, diukir dalam loh hati kita, dan dihidupkan oleh Roh Kudus
  
Dalam keluarga ada aturannya, misalnya: jam belajar, batas termalam pulang ke rumah, dll. Sebuah keluarga bisa jalan karena hubungan, bukan karena aturan. Dalam keluarga aturan itu dibungkus dan menyatu dalam relationship. Tapi tidak berarti sembarangan dan bebas berbuat apapun.


Hukum diberikan, tapi Tuhan tetap ingin punya relasi dengan umatNya.

Kerinduan hati Tuhan adalah menjalin sebuah hubungan yang dulu pernah terjadi sebelum manusia jatuh dalam dosa.
  
Hubungan dengan Tuhan tidak berarti membuat hidup kita liar dan sembarangan. Jika ada kasih dan cinta kepada Tuhan, tidak lagi ada pertanyaan: boleh atau tidak. Tapi Roh Kudus seperti memberikan alarm, sehingga kita terhindar dari berbagai error.
  
Kita tidak mampu hanya mengikuti hukum dan aturan, karena kecenderungan manusia semakin dilarang seperti semakin dilanggar/ diperintahkan. 
  
Contoh:
  • Lalu lintas tidak ada pelanggaran jika tidak ada peraturan secara hukum.
  • Adam dan Hawa di taman Eden hanya ada 1 aturan, itupun dilanggar.
Kerajaan surga ada aturannya, aturan diberikan tapi Tuhan tahu itu saja tidak cukup. Tuhan harus beri manusia hati yang mau patuh.


Jika kita terima Yesus, kita terima anugrah hati yang mau mendengar dan melakukan apa yang Tuhan perintahkan.


Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. (Yoh 14: 15)
Perintah ini hanya bisa dikerjakan karena hubungan kita dengan Tuhan. Ijinkan Tuhan menuliskan hukum-hukumNya di dalam hati kita. Aturan dan hukum bukan di luar, tapi di dalam kita.
  
Hubungan membuat perbedaan dan menciptakan pengertian yang sangat dalam, hubungan itu tidak bisa dinilai dengan apa yang ada di luar. Hubungan tidak membuat kita bebas berbuat apapun, tapi penilaiannya bukan apa yang di luar, melainkan yang di dalam.
  
Contoh: anak kecil naik di meja makan. Jika anak orang lain akan kita teriaki. Jika cucu kita, kita bisa menganggapnya lucu.

Saat seseorang jatuh dan kita berfikir dia sudah jadi sampah lalu meneriakkan hal tersebut, padahal saat itu dia sedang tersungkur dan bertobat di hadapan Tuhan, maka bisa jadi orang tersebut sudah beres dalam urusannya dengan Tuhan, dan justru kita yang bermasalah. Inilah hubungan.
  
Hukum hanya berkata jangan! Tapi jika ada pelanggaran, baik sadar atau tidak, solusinya tidak jelas.
  
Kisah Elisa dan mata kapak yang mengambang. Para penebang mengajak Elisa ikut. Elisa artinya “the Lord is my saviour”, Tuhan penyelamatku. Kedekatan tanpa jarak dengan Tuhan penyelamat membuat Elisa seketika bertanya posisi jatuhnya kapak, dan saat kayu dilemparkan, kapak muncul.
  
Hubungan dengan Yesus artinya saat kita sadar kita di luar kehendakNya, kita bisa masuk ke ruang pribadi kita, tersungkur dan minta ampun, dan hari itu semua masalah selesai.
  
sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan(2 Kor 3: 6b)
  
Jangan tolak pemberian Tuhan: hati yang selalu mau mendengar dan mau melakukan
Karena hanya Tuhan yang bisa memberikan hati yang seperti itu.
  
Maka tiba-tiba dimanapun kita bisa mendengar dan diberi anugrah melakukan perintah Tuhan, bukan karena belenggu/ tertawan, tapi karena cinta dan ingin menyukakan hati Tuhan.
  
Kesaksian:
  • Seorang agen asuransi targetnya masih kurang, tapi ingin ikut KKR. Dia menghadapkan dilemanya pada Tuhan, dan muncul rhema “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Mat 6:33). Maka dia datang ke KKR. Saat jeda istirahat antar sesi, dia keluar dan buka HP-nya. Ternyata ada transaksi yang menutup semua targetnya.
  • Orang yang lain lagi menggunakan ayat yang sama, meninggalkan pekerjaan setiap ada acara gereja. Tapi justru semakin rugi dan gagal.


Orang kedua menggunakan ayat sebagai hukum, hasilnya tidak ada. Orang pertama menggunakan hukum yang sama, tapi munculnya dari hubungan/ relasi dengan Tuhan.

Komentar

Postingan Populer