Perjanjian Nuh

Minggu, 15 Maret 2015
Perjanjian Nuh
Petrus Agung
Perjanjian Nuh berkata bahwa kita luput dari bencana, dan juga masuk dalam pengangkatan.
Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati- Nya: ” Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan. Selama bumi masih ada, takkan berhenti- henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam. ” (Kej 8: 21-22)
Perjanjian harus dilakukan antara lebih dari 1 pihak, dan masing-masing harus melakukan bagiannya. Dalam perjanjian Nuh, semua yang Tuhan minta sebagai persyaratan, ternyata sudah dipenuhi tanpa disadari.
Bagian kita dalam perjanjian Nuh:
1. Hidup bergaul dengan Tuhan
Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang- orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah. (Kej 6: 9)
Kesaksian
P Agung melayani full time sejak 1980-an, lahir baru karena sebuah pergerakan. Dari awal hanya 1 orang yang selalu berkhotbah “Tuhan berkata… “, Yaitu p Yusak. Sejak itu banyak anak-anak Tuhan belajar dan mulai bergaul karib dengan Tuhan, dan mendengar suara Tuhan. Hal ini membuka pintu keajaiban bagi banyak orang.
Seseorang akan terima pengangkatan jika bergaul karib dengan Tuhan
Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku. (Yohanes 15:15 )
2. Ketaatan, terutama untuk hal yang belum terlihat
Karena iman, maka Nuh– dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan– dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya. (Ibr 11: 7)
Sesuatu yang belum kelihatan bahasa lainnya adalah profetik. Nuh melakukan sesuatu untuk hal yang belum kelihatan. Bahtera selama ini belajar melakukan hal-hal yang profetik. Seluruh perjanjian lama adalah profetis, karena perjanjian lama adalah bayang-bayang (shadow), sementara perjanjian baru adalah riil/ nyata (substance). Gereja tidak pernah membuang perjanjian lama.
Ilustrasi tentang perjanjian:
Kita menginap di hotel selama 5 hari. Lalu kita membayar untuk 5 hari dan membubuhkan tanda tangan. Pembayaran dan tanda tangan adalah bagian kita. Bagian hotel adalah menyediakan kunci kamar. Maka di hari yang kita pesan, selama 5 hari kamar dan semua fasilitasnya di bawah otoritas dan kekuasaan kita.
Karena bagian kita sudah kita lakukan, maka kita punya hak yang sah atas perjanjian Nuh, sehingga bisa mendeklarasikan: tidak ada bencana atas bangsa-hidup-keluarga-pribadi kita; dan ada jaminan pengangkatan.
3. Pemberita Kebenaran
dan jikalau Allah tidak menyayangkan dunia purba, tetapi hanya menyelamatkan Nuh, pemberita kebenaran itu, dengan tujuh orang lain, ketika Ia mendatangkan air bah atas dunia orang- orang yang fasik; (2Ptr 2 : 5)
Nuh dijuluki sebagai pemberita kebenaran. Pemberita kebenaran tidak sekedar menginjil. Pemberita kebenaran seperti seseorang yang membawa mandat khusus dari raja, dan punya otoritas untuk memaksa pendengar melakukannya.
Contoh:
Di akhir jaman saat semua yang diundang tidak mau hadir, Tuhan perintahkan hamba-hambanya memaksa orang-orang miskin, sakit dan lumpuh untuk masuk, karena rumah Tuhan harus penuh.
Yang dilakukan bahtera:
Di JaTim bu Aning melayani ±1400 dan sebagian orang gila. Dimandikan, dan dibimbing untuk mengucapkan percaya kepada Tuhan.
Pelayanan di Papua
Pelayanan dalam keraton Solo
Kita harus menjadi proklamator kebenaran. Kita hanya ingin melihat kerajaan Tuhan ditegakkan, kebenaran dinyatakan, dan jiwa-jiwa diselamatkan.
4. Ada persembahan yang harum
Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, … (Kej 8: 21a)
Istilah “harum” bukan berarti sesuatu yang membangkitkan selera makan. Tetapi artinya menenangkan, membuat nyaman.
Kegelisahan terbesar Tuhan adalah jika umatNya binasa karena dosa. Yang membuat Tuhan tenang dan nyaman adalah saat anak-anakNya hidup berdamai dengan Dia, yaitu pertobatan di hidup kita.
Contoh
Kisah anak yang hilang. Selama si bungsu pergi, si ayah gelisah dan menunggu anaknya pulang. Bapak ini yakin anaknya pulang karena kemiskinan sering membuat seseorang bertobat.
Seringkali saat Roh Kudus mengingatkan dosa kita, dan kita berbantah, itu membuat Tuhan tidak tenang. Karena setiap dosa dan pemberontakan ujungnya maut.
Saat hadapi apapun, apa reaksi dan sikap hati kita: berdalih atau berbalik ?
Hati Tuhan akan tenang jika hidup kita selalu mau berbalik pada Tuhan, bertanya pada Tuhan apa yang tidak tepat dalam hidup kita, tidak mencari alasan dan pembenaran diri.
Sikap yang memberontak, mencari pembenaran diri, tidak bisa ditegur : membuat Tuhan sedih.
Persembahan terbaik adalah pertobatan kita: minta ampun untuk semua kesalahan dan kebodohan di hidup kita.
Dalam roti yang dimakan saat hari raya Purim ada bagian yang namanya “telinga Haman”. Ini karena Haman keras kepala dan tidak bisa menerima nasehat dan didikan.
Yang didapat dari perjanjian Nuh:
1. Nuh diluputkan dari bencana
2. Nuh menerima pengangkatan.
Mat 24: 37-42
Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, (Mat 24: 38)
Makan dalam ayat di atas adalah gelojoh, makan berlebihan.
Minum dalam ayat di atas adalah minum-minuman keras.
Kawin-mengawinkan dalam ayat di atas adalah mengumbar hawa nafsu, free-sex.
Jangan sampai terjadi saat Tuhan datang kita tidak tahu apa-apa, kemudian tertinggal.
Peringatan dari hidup Nuh
1. Jangan mabuk dengan berkat Tuhan
Begitu Nuh selesai dengan kisah air bah, dia jadi petani kebun anggur, lalu mabuk hingga telanjang.
Jika Tuhan memberkati kita, jangan mabuk dengan hal-hal duniawi. Berkat Tuhan yang diberikan kepada kita bukan untuk berfoya-foya semau kita, atau untuk memuaskan kedagingan kita.
2. Posisi kita bisa digeser jika respon hati kita salah
Kej 9: 20-29
Alkitab menyebut urutan anak-anak Nuh: Sem-Ham-Yafet. Artinya Ham adalah anak ke-2. Tapi di ayat 24 disebutkan Ham anak bungsu. Karena peristiwa di perikop di atas, Ham digeser jadi bungsu. Para ahli Alkitab memperkirakan bahwa Ham memanggil anak bungsunya: Kanaan, melihat kelemahan Nuh. Sem dan Yafet tidak mau melihat kelemahan ayahnya, memutuskan menutupi kelemahannya. Setelah Nuh sadar, dan tahu yang terjadi: Ham dan keturunannya dikutuk, Sem dan Yafet diberkati.
Naik dan turunnya hidup kita ditentukan oleh respon hati kita, terutama saat muncul kelemahan dan ke-tidak-berdaya-an dari pemimpin kita.
Saat Elia akan diangkat ke Surga, banyak nabi di berbagai kota mengucapkan perpisahan, tapi tidak ada yang ikut kecuali Elisa. Nabi-nabi itu tidak ikut Elia, karena sudah pernah melihat Elia ketakutan saat diancam Izebel. Mereka tidak tahu bahwa Elia masih memiliki jubahnya.
Jangan biasakan mentertawakan dan menghina pemimpin kita : baik rohani maupun jasmani.
Dunia sering merusak hati kita, dan kita jangan ikut-ikutan.
Kesaksian.
Suatu kali di dalam yayasan Sangkakala ada perbedaan pendapat antara beberapa orang dengan p Adi. Walau perbedaan ini tidak mendasar, tapi kondisi semakin memanas. Beberapa orang berencana keluar dan membuat “New Sangkakala”.
Saat p Agung diberi kesempatan bicara, p Agung berkata bahwa apapun masalahnya, dia tidak mau menjamah orang yang diurapi. Malam sebelumnya Tuhan berkata supaya p Agung tidak jadi Absalom.
Akhirnya tidak ada “new sangkakala”. P Agung dikata-katai sebagai pengkhianat.
Hari ini semua yang ikut pertemuan hari itu, tidak ada satupun yang bisa menanjak/ mengorbit.
Kesaksian
Akhir 1980 an ada banyak persekutuan doa menjadi gereja. P Adi punya impian membuat Christian Center (Maranatha Indonesia Christian Center), dana yang dibutuhkan saat itu sekitar 1,3M. P Adi mencoba menggalang dana, tapi hanya terkumpul sekitar 25 juta. (Bendaharanya mami mertua p Agung). Kemudian orang-orang Indonesia di Amerika meminta p Adi menggembalakan mereka, perpuluhannya bisa sebagai sumber dana MICC. Saat p Adi pindah ke Amerika, ada suara yang berkata bahwa p Adi membawa lari uang MICC ke Amerika.
Ada orang lain menawari p Agung uang 2M untuk membangun gereja. Saat disampaikan ke p Adi, p Adi tidak mengatakan untuk menerima atau menolak. Tapi p Agung tahu nada bicara p Adi. Akhirnya p Agung menolak.
Suatu kali ada kelompok yang menceritakan konsep gereja ideal, lalu ajak masuk ke sinode mereka. Tapi p Agung tidak ikut. Hamba Tuhan ini marah, tapi dalam hatinya berkata bahwa sikap p Agung benar. Bertahun-tahun kemudian ternyata hamba Tuhan itu berkata kepada anak-anak buahnya untuk memperhatikan sikap p Agung, karena hanya sikap seperti itu yang membuat jadi besar.
Perjanjian Nuh harus diikuti sikap hati yang benar. Pilihan terbaik adalah cara Ham dan Yafet: tidak melihat dan mengumbar kelemahan dari pemimpin.

Komentar

Postingan Populer