Kematian Daging dan Penyerahan Hak

Kematian Daging dan Penyerahan Hak

Pastor Steven Agustinus


Foto Daily Devotional.


Ternyata, kematian daging dan penyerahan hak adalah proses kehidupan yang memang harus kita alami setiap hari. Oleh karenanya kita tidak perlu menghindar atau merasa berbeban berat ketika melewatinya. Yang membuat kita seringkali gagal saat proses kematian daging datang dikarenakan kita tidak siap, sebab kita menganggap hal tersebut akan datang setahun sekali, sebulan sekali, seminggu sekali. Tidak, kematian daging adalah proses tiap hari yang akan kita alami.

Caranya pun terserah Tuhan, bukan kita yang memilih caranya. Ada cara dimana Tuhan mengijinkan fakta hidup yang berbeda dengan janji Tuhan, dan ada juga melalui orang - orang 'menjengkelkan' yang Tuhan kirimkan untuk kita hadapi, ada juga melalui orang - orang terdekat yang tiba - tiba menjadi uring - uringan dan menyerang kehidupan kita tanpa sebab alasan jelas atau hanya dikarenakan hal sepele. Intinya, cara Tuhan bervariatif, namun tujuannya sama, yaitu membuat kita alami kematian daging. Jadi, kita tidak perlu berontak. Yang perlu kita lakukan adalah menikmati proses kematian daging.


1. Nikmatilah proses saat rasa ingin marah, berontak, dan ingin melampiaskan kekesalan seperti diredam dan ditekan oleh Roh Kudus.


Saya semakin menyadari, ternyata proses kematian daging itu harus dinikmati. Pastinya memang sakit. Karena hak untuk marah, hak untuk kecewa, hak untuk berontak, hak untuk dimengerti harus mati saat itu juga. Namun ternyata, jika kita terus mempertahankan hak - hak tersebut, proses kematiannya justru akan lebih lama. Walaupun rasa sakitnya seperti terasa berkurang, tetapi situasi kondisi justru akan menjadi semakin kacau. Dan lebih tidak enaknya, kita akan mengulang kembali proses tersebut di kesempatan yang akan datang dengan rasa sakit yang lebih parah. Jadi, daripada jalan hidup kita berliku - liku atau memutar, lebih baik kita nikmati dan mengucap syukur atas proses kematian daging saat itu juga.


2. Lihatlah bahwa segala sesuatu diijinkan Tuhan untuk mendatangkan kebaikan bagi kita.
Menikmati proses haruslah dengan pengharapan yang besar. Tidak boleh sampai kehilangan pengharapan. Kita harus menyadari, bahwa segala sesuatu diijinkan Tuhan untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. Untuk menjadikan kita lebih matang, bijak, kuat, dan semakin lembut hati dalam proses pembentukan Tuhan. Jadi, kita harus tetap tenang dan tidak perlu terpancing dengan situasi keadaan yang tercipta. Naikkan saja ucapan syukur dan kondisikan hati kita untuk tetap tenang dengan mengingat pengharapan yang terkandung dibalik proses kematian daging. Kalau akhirnya untuk kebaikan kita, lebih baik kita tidak menyia - nyiakannya. Dan tidak perlu ingin cepat berlalu. Toh percuma juga kita tengking untuk berlalu. Karena proses kematian daging memang tangan Tuhan sendiri yang mengaturnya.


3. Teruslah alirkan damai, sukacita, kelembutan, pengampunan (tapi bukan kompromi terhadap dosa) dan berkata - katalah seturut dengan dorongan Roh Kudus (hasil berkomunikasi dengan Roh Kudus)


Jujur, hal ini sulit. Tapi inilah proses. Inilah 'nikmatnya' kematian daging. Sulit tapi sebenarnya bisa. Kita tidak boleh menyerah dan tidak boleh kalah dalam hal mengalirkan damai, sukacita, pengampunan dan kelembutan. Walaupun seperti tindakan melawan arus, tapi itulah proses yg hrs kita lalui. Jadi, jangan lewatkan proses tersebut. Namanya saja proses kematian daging. Memang begitulah caranya. Jika kita gagal, cepatlah sadar dan bangkit kembali. Alirkan kembali damai, sukacita, kelembutan, pengampunan. Tidak perlu kita merasa Tuhan kecewa dengan kita. Namanya saja proses, Ia tetap Tuhan yang setia dan sabar menuntun kita berjalan dalam kebenaran. Aktiflah berkata - kata dan berkomunikasi dengan Roh Kudus.


4. Perhatikan dan fokus saja terhadap Tuhan yang ada dibalik peristiwa - peristiwa yang kita alami.


Berhentilah menyalahkan iblis. Karena dalam proses kematian daging, iblis sepenuhnya tidak diijinkan Tuhan utk menunggangi apa yg sdg terjadi. Iblis yang mencoba ingin memanfaatkan situasi akan segera dihadang oleh malaikat demi proses kematian daging terjadi dengan sempurna dalam hidup kita. Lebih baik kita fokus memperhatikan maksud Tuhan, tujuan Bapa, dan pembentukkan RohNya, daripada kita sibuk mengusir iblis. Karena sebenarnya Tuhan selalu ada dalam proses peristiwa apapun yang terjadi dalam hidup kita, hanya saja kita kurang memperhatikanNya.
Mulailah melihat dan mendengar sikap hati apa yang diinginkan oleh Tuhan untuk kita alami perubahan. Lalu taatilah apa kata Tuhan. Intinya, apapun yang Tuhan inginkan dalam proses kematian daging, lakukanlah dengan sukacita dan segera.


Saya percaya, saat kita menikmati proses kematian daging setiap hari dalam hidup kita, maka kemuliaan Tuhan akan terpancar kuat dalam hidup kita setiap harinya. Kita menjadi bertambah kuat dan realitaNya semakin nyata kita alami setiap hari.


DIDALAM NAMA YESUS, AKU BERKETETAPAN UNTUK TERUS MEMBERIKAN RESPON POSITIF ATAS APAPUN YANG TERJADI DALAM HIDUPKU. AKU PASTIKAN, KEDAGINGAN DALAM HIDUPKU TERKOYAK HABIS DAN KEHIDUPAN ROHNYA JADI MAKIN NYATA... BIAR DARI HIDUPKU INI AKAN MENYERUAK KELUAR BAU KEHARUMAN KRISTUS.... DIDALAM NAMA YESUS, TERJADILAH..... Amin! 


#AkuCintaTuhan (Ps. Steven Agustinus)

Komentar

Postingan Populer