BAGAIMANA MENGALAMI PURIM

BAGAIMANA MENGALAMI PURIM
GBI Shekinah - Temanggung
Ev. Nany Susanty, SH
Minggu, 12 Maret 2017


Bahan Renungan :
Ester 9:24-28 (TB)  Sesungguhnya Haman bin Hamedata, orang Agag, seteru semua orang Yahudi itu, telah merancangkan hendak membinasakan orang Yahudi dan dia pun telah membuang pur — yakni undi — untuk menghancurkan dan membinasakan mereka,
akan tetapi ketika hal itu disampaikan ke hadapan raja, maka dititahkannyalah dengan surat, supaya rancangan jahat yang dibuat Haman terhadap orang Yahudi itu dibalikkan ke atas kepalanya. Maka Haman beserta anak-anaknya disulakan pada tiang.
Oleh sebab itulah hari-hari itu disebut Purim, menurut kata pur. Oleh sebab itu jugalah, yakni karena seluruh isi surat itu dan karena apa yang dilihat mereka mengenai hal itu dan apa yang dialami mereka,
orang Yahudi menerima sebagai kewajiban dan sebagai ketetapan bagi dirinya sendiri dan keturunannya dan bagi sekalian orang yang akan bergabung dengan mereka, bahwa mereka tidak akan melampaui merayakan kedua hari itu tiap-tiap tahun, menurut yang dituliskan tentang itu dan pada waktu yang ditentukan,
dan bahwa hari-hari itu akan diperingati dan dirayakan di dalam tiap-tiap angkatan, di dalam tiap-tiap kaum, di tiap-tiap daerah, di tiap-tiap kota, sehingga hari-hari Purim itu tidak akan lenyap dari tengah-tengah orang Yahudi dan peringatannya tidak akan berakhir dari antara keturunan mereka.

http://www.bibleforandroid.com/v/f30b8e72985b

Ketika Haman akan membinasakan orang Yahudi di Puri Susan, Ia mengadakan persiapan dengan membuang Pur.

Pur artinya Undian. Ketika Haman merencanakan hal yg jahat kepada bangsa Yahudi, Tuhan ubahkan menjadi Purim. Purim adalah Pembalikan Keadaan.

Tuhan munculkan Ester, Dia yang membalikkan keadaan. Ester berdiri untuk bangsa nya dengan berdoa syafaat, minta perkenanan Raja.

Dalam Alkitab banyak tokoh yang mengalami Pembalikan Keadaan.

Daud adalah seorang Raja, ketika ia tinggal di Ziklag, ia bertempur, selesai bertempur ia mendapatkan Ziklag terbakar, anak istrinya ditawan, rakyatnya marah.

Daud menguatkan kepercayaan kepada Tuhan, ada pembalikan keadaan. Semua bisa dikembalikan.

Ester 3:7-11 (TB)  Dalam bulan pertama, yakni bulan Nisan, dalam tahun yang kedua belas zaman raja Ahasyweros, orang membuang pur — yakni undi — di depan Haman, hari demi hari dan bulan demi bulan sampai jatuh pada bulan yang kedua belas, yakni bulan Adar.
Maka sembah Haman kepada raja Ahasyweros: "Ada suatu bangsa yang hidup tercerai-berai dan terasing di antara bangsa-bangsa di dalam seluruh daerah kerajaan tuanku, dan hukum mereka berlainan dengan hukum segala bangsa, dan hukum raja tidak dilakukan mereka, sehingga tidak patut bagi raja membiarkan mereka leluasa.
Jikalau baik pada pemandangan raja, hendaklah dikeluarkan surat titah untuk membinasakan mereka; maka hamba akan menimbang perak sepuluh ribu talenta dan menyerahkannya kepada tangan para pejabat yang bersangkutan, supaya mereka memasukkannya ke dalam perbendaharaan raja."
Maka raja mencabut cincin meterainya dari jarinya, lalu diserahkannya kepada Haman bin Hamedata, orang Agag, seteru orang Yahudi itu,
kemudian titah raja kepada Haman: "Perak itu terserah kepadamu, juga bangsa itu untuk kauperlakukan seperti yang kaupandang baik."

Haman diberikan kepercayaan oleh Ahasyweros, Dia diberikan Cincin Materai Raja. Pada waktu itu cincin adalah Lambang Kepercayaan Raja.

Haman adalah orang terhormat, ia bisa menghancurkan bangsa Yahudi. Tuhan bangkit kan Ester untuk membalikkan keadaan.

Kita bisa mengalami Pembalikan Keadaan, Tuhan akan kirimkan Ester-Ester untuk menolong kita keluar dari masalah.

Ester mendapatkan Tongkat Perkenanan Raja.

Ester Doa puasa supaya memiliki Roh Yang Tenang.

Syarat Mengalami Pembalikan Keadaan :

1. Memiliki Roh Ketenangan
2. Ester Memiliki Kemampuan Untuk Memilih Waktu Yang TEPAT.
3. Memiliki Pengetahuan dan Pengertian Kesukaan Raja.

Pakaian melambangkan Perbuatan-Perbuatan Kita Yang Baik.

Kita harus tahu kesukaan Raja kita seperti Ester.

Saya mengalami hal yang aneh, tiba tiba ada seorang wanita dari Jakarta ikut Praise and Worship di Sion. Dia ingin menemui saya.

Setelah bertemu dengan saya, ia mau memberikan Tanah sekitar 2 Hektar dekat AEON. Kemudian saya ketemu dia sepulangnya dari Nias, saya ajak Petrus untuk menemani saya ketemu dia.

Baru bertemu dengan dia, dia sudah mengerti kesukaan saya, buah apa yang saya suka.

Untuk menjadi Kekasih Tuhan kita harus mengetahui kesukaan Tuhan Raja kita.

Ketika kita menyukakan hati Raja maka Tuhan akan memberikan kepada kita apa yang tidak pernah kita minta sama Tuhan.

Kemudian saya doa untuk apa Tanah Pemberian orang, saya jual dan uangnya untuk Sekolah Terbang yang ada di Sion. Amin

Script Writer : Joshua Ivan Sudrajat

Komentar

Postingan Populer