Rencana dan Sasaran Iblis

Rencana dan Sasaran Iblis




Suatu hari mata rohani saya tiba-tiba dibukakan oleh Roh untuk melihat peperangan dan kondisi di alam roh. Saya melihat peperangan sungguh sangat nyata. Ada panah api si jahat yang berterbangan dengan jumlah yang sangat banyak. Dan saya melihat ada banyak orang yang sedang berperang menangkis (menggunakan perisai) dan mengelak dari incaran panah api si jahat. Ada juga yang sedang menggunakan pedang dan menebas berbagai makhluk jahat yang ingin menyedot darah manusia. Lalu saya melihat ada makhluk-makhluk jahat yang 'menempel' pada tubuh orang-orang. Hal itu berupa penyakit yang menggerogoti mereka. Ada yang berhasil terlepas dengan sekali banting dan pukul, namun ada juga yang justru melekat dalam kurun waktu lama. Penyakit yang lama melekat ini ternyata karena orang yang diserang tidak mengambil sikap.

Mereka hanya diam dan hanya mengambil tindakan-tindakan lahiriah. Tidak hanya sampai disitu, saya juga memperhatikan ada banyak orang percaya yang keluar dari lintasan pertandingan iman dengan kondisi berdarah-darah, bahkan tidak sedikit yang mati karena betapa intensnya peperangan di alam roh.

Lalu Roh menjelaskan maksud penglihatan tersebut:

1. Peperangan di alam roh itu sangatlah nyata. Walaupun kita tidak melihat dan tidak merasakan, bukan berarti peperangan sedang berhenti, namun peperangan tetap berlanjut;

2. Ada berbagai pergerakan dan rencana musuh yang diarahkan kepada kita namun tidak terlihat dan tidak bisa kita rasakan. Ibarat 'sniper' yang tidak terlihat posisinya dimana. Biasanya serangan ini bisa berupa sakit penyakit ataupun kecelakaan yang tiba-tiba bisa merenggut nyawa.

Lalu saya bertanya kepada Tuhan: Tuhan...apakah benar seberbahaya dan sekejam itukah peperangan di alam roh? Lalu apa yang harus kami lakukan sebagai orang percaya untuk memenangkan pertempuran ini?

Selang berapa lama saya mengajukan pertanyaan itu, tidak sengaja saya melihat suatu video dari jurnalis perang di daerah konflik perang yang diunggah di media sosial. Ada seorang wanita yang sedang berperang. Tiba-tiba ada peluru yang melesat mengenai tembok yang hanya berjarak sejengkal dari kepalanya. Itulah peluru sniper yang memang sedang mengincar kepalanya. Yang membuat saya heran adalah respon wanita tersebut. Ia hanya tertawa lepas dan tidak ada raut wajah ketakutan sedikitpun.

Dari hal itulah saya mendapatkan jawaban dari Tuhan. Roh berbicara dalam batin saya: Terlepas dari engkau bisa merasakan atau tidak serangan dan rencana musuh yang diarahkan kepadamu, ketahuilah bahwa Aku Tuhan yang tidak pernah mengijinkan sehelai rambutmu jatuh diluar dari kehendakKu (Lukas 21:18)

Dan Aku tidak akan pernah membiarkan dirimu 'selesai' sebelum garis finish. Jadi,  tidak akan ada siapapun dan apapun yang bisa membahayakanmu (Maz 91:4-13)

Engkau akan melihat serangan musuh itu hanya lewat begitu saja (meleset dari sasaran) dan tidak bisa merubuhkanmu. Sebab peperangan ini bukan lagi peperanganmu, melainkan peperanganKu. Akulah yang berperang bagimu. Dan ketahuilah serta sadarilah bahwa Aku telah menang atas segala sesuatu!! Bagianmu hanyalah melekat kepadaKu!!

Mazmur 91:1-2, 14-16  Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa
akan berkata kepada TUHAN: "Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai."

"Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.

Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya.
Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku."

Saya semakin yakin sekarang, bahwa tidak ada satupun peperangan rohani yang bisa menghentikan kita yang mengambil keputusan melekat kepadaNya. Inilah yang saya jadikan dasar keyakinan saya. Sebab tanpa ini menjadi dasar keyakinan, maka musuh akan mendapat celah untuk membuat kita meyakini berbagai fakta negatif dan serangan musuh sebagai kebenaran. Dasar keyakinan itulah yang harus kita jagai dan pertahankan.

Selama realitaNya nyata atas kita dan kehidupan kita melekat kepadaNya, pastilah kita aman dalam naunganNya!!

Sebab Ia adalah Allah yang setia!!

#AkuCintaTuhan (Ps. Steven Agustinus)

Komentar

Postingan Populer