Memahami Apa Yang Tuhan Sampaikan

Memahami Cara Tuhan Sampaikan

Banyak cara Tuhan berbicara kepada kita. Bisa lewat firman tertulis, mimpi, bisa melalui seorang bapa rohani, hati nurani, penglihatan, dan lain-lain. Tapi terlepas dengan cara apapun Tuhan berbicara kepada kita, hal tersebut ternyata harus diresponi secara akurat. Dan yang terutama kita bisa MEMAHAMI apa yang Tuhan sampaikan. Karena kita hanya hanya BISA melakukan firmanNya jika kita paham. Mungkin kita berkata ; 'taat saja terlebih dahulu tanpa harus paham'. Pernyataan tersebut tidak sepenuhnya benar. Sebab ketaatan tanpa pemahaman hanya akan membuat kita RAPUH. Ibarat rumah yang dibangun diatas pasir. Saat ada kegoncangan maka kita akan hancur!! (Matius 7:24-27) Sadarilah, analogi ketaatan yang diibaratkan sebagai seorang yang membangun rumah sangatlah tepat, karena hal itu berkaitan dengan PEMAHAMAN.

Orang yang tidak paham cara membangun rumah dengan benar tidak akan pernah bisa membangun.

Sekalipun terbangun maka rumah itu tidak akan sesuai dengan standart kelayakan. Jadi, MEMAHAMI apa yang Tuhan sampaikan adalah faktor TERPENTING dari suatu komunikasi dan pembangunan diri kita agar semakin kuat di dalam Tuhan.

Ternyata, untuk kita bisa memahami firmanNya dibutuhkan kerjasama dari diri kita dengan Tuhan. Dan jika bukan Tuhan yang berinisiatif untuk membuat kita paham, maka kita tidak akan pernah paham apa yang Ia sampaikan. Jadi, pemahaman firman adalah kedaulatan dan inisatif Tuhan yang memberikannya karena melihat kesungguhan hati kita yang mau berusaha memahami apa yang Dia sampaikan.

Daniel 8:15-16 (TB)  Sedang aku, Daniel, melihat penglihatan itu dan BERUSAHA MEMAHAMINYA, maka tampaklah seorang berdiri di depanku, yang rupanya seperti seorang laki-laki;
dan aku mendengar dari tengah sungai Ulai itu suara manusia yang berseru: "Gabriel, BUATLAH orang ini  MEMAHAMI penglihatan itu!"

Kisah Para Rasul 17:10-11 (TB)  Tetapi pada malam itu juga segera saudara-saudara di situ menyuruh Paulus dan Silas berangkat ke Berea. Setibanya di situ pergilah mereka ke rumah ibadat orang Yahudi. Orang-orang Yahudi di kota itu lebih baik hatinya dari pada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian.

Pertanyaannya, adakah tekad dan kesungguhan kita untuk memahami firmanNya? Jika hal tersebut belum ada dalam diri kita, maka itulah yang kita harus kita upayakan untuk ada terlebih dahulu. Caranya sangatlah mudah, minta saja kepada Roh Kudus tekad dan kesungguhan yang kita butuhkan. Maka Ia akan memberikannya dengan seketika!

Bagian kita hanya memberikan waktu dan mengikuti setiap dorongan RohNya! Prinsipnya, jika Tuhan mendapati ada ketekunan dan kesungguhan dalam batin kita, maka Ia pasti akan menambahkan pemahaman kepada kita.

Matius 13:11-12 (TB)  Jawab Yesus: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak.

Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.

Dari hal ini saya belajar sesuatu, untuk memiliki kehidupan yang tidak tergoncangkan di dalam KerajaanNya, maka PEMAHAMAN terhadap firmanNya merupakan suatu keharusan!! Tidak ada cara lain selain kita memberi waktu khusus untuk bertekun menggali kebenaran firmanNya dan berusaha untuk memahami. Sehingga pemahaman yang kita butuhkan pasti diberikan dan membuat kita menjadi pelaku kebenaran yang akurat. Apapun prinsip kebenaran dan suara Tuhan yang kita dengar dapat dengan mudah kita lakukan, sebab kita memahaminya. Dan apapun situasi keadaan yang kita hadapi, kita dapat tetap berdiri kokoh memegang kebenaran firmanNya dan tidak tergoyahkan sedikitpun!! #AkuCintaTuhan (Ps. Steven Agustinus)

Komentar

Postingan Populer