Rabu, 13 September 2017

Makan

• MAKAN •

Setiap orang perlu makan supaya tidak lapar, tetap sehat bahkan supaya tidak mati. Sayangnya, banyak anak2 Tuhan memperhatikan makan secara jasmani, dan kurang memperhatikan makan secara jiwa, terutama roh.

Seberapa seseorang kenyang, tidak hanya ditentukan oleh seberapa besar porsinya, tapi juga caramu makan, caramu mengunyah dan caramu mencernanya.

1. CARA engkau MAKAN.

adalah cara kita mendengarkan Firman Tuhan & Kebenarannya. Firman Tuhan itu juga diibaratkan sebagai 'manna yg turun dari Surga' dan Yesus (firman Tuhan) adalah roti hidup yg bisa dimakan.

Orang yg dangkal akan bilang: 'Mendengar ya mendengar'...

Seolah2 tidak perlu cara khusus untuk mendengar.
Firmah Tuhan tidak pernah bicara secara harafiah, jadi kalau Dia bilang: Karena itu, perhatikanlah CARA KAMU MENDENGAR.... (Lukas 8:18), berarti ada cara mendengar yang benar, ada cara mendengar yang salah, DAN banyak anak Tuhan tidak menganggap penting dan tidak memperhatikan cara mereka mendengar.

Bagaimana respon hatimu saat engkau mendengar teguran, didikan bahkan hajaran yg keras, bahkan yg menyakitkan? Kalau responnya masih sakit hati, tidak terima, membantah, ngeyel, merasa tidak salah dsb nya...
berarti bisa dibilang cara mendengarnya masih belum benar, masih salah...
Cara makannya salah. Saya ini termasuk orang yg maunya ditegur baik-baik, diberitahu dan dinasehati baik-baik...

Kalau bisa baik2 kenapa harus dengan nada tinggi, kenapa harus membentak atau kenapa pilih kata2 yg keras? Saya akan menerima teguran apapun bila cara menyampaikannya baik. Tapi di satu titik, Tuhan bawa saya ke cara didikan yg sama sekali bertolak belakang dengan cara2 yg saya mau. Sejujurnya, saya belum bisa dibilang rendah hati, HINENI, teachable, lemah lembut, cinta didikan kalau saya belum bisa menerima didikan dengan cara apapun, kalau saya masih pilih2...


2. Cara engkau MENGUNYAH.

Lalu juga perhatikan bagaimana engkah MENGUNYAH Firman Tuhan. Mengapa inipun harus diperhatikan? Karena di Alkitab ditulis tentang makanan keras (Ibrani 5:14) itu berarti Firman Tuhan perlu DIKUNYAH.

Mengunyah berarti berusaha mengerti dan memahami Firman Tuhan & Kebenaran, termasuk menyelidikinya lebih dalam sampai mendapat pengertian.

Terlebih dalam mengunyah makanan keras...
Apakah kita rela merenungkan Firman Tuhan yang keras yang menyinggung ego kita, yg menelanjangi kesalahan dan kelemahan kita, teguran yg keras, didikan yg keras sampai hati-jiwa-pikiran kita menerimanya dan akhirnya mengerti, bukannya memuntahkannya dengan menolak, marah dan memberontak.


3. CARA engkau MENCERNA.

Seperti halnya makanan DISERAP oleh tubuh di saluran pencernaan, demikian Firman Tuhan harus DIPRAKTEKKAN dan DIAPLIKASIKAN dalam hidup keseharian kita sehingga MENGHASILKAN BUAH-BUAH ROH seperti kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri yang tampak, yang tidak usah dipamerkan karena Tuhan dan sesama lah yg akan melihat dan menilainya.

Amin.
- HC -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar