Jumat, 27 Oktober 2017

Domba

*DOMBA*
*By : Sarapan Pagi Biblika*


Domba adalah binatang pemamah biak. Ada banyak kata yang untuk "Domba" dalam bahasa Ibrani, diantaranya:

- צֹאן - TSON, diterjemahkan: kambing domba; small cattle; sheep; sheep and goats; flocks.
- כֶּבֶשׂ - KEVES
- כֶּשֶׂב - KESEV
- שֶׂה - SEH
- טְלִי - TELI
- טָלֶה - TALEH
- כִּבְשָׂה - KIV'SAH
- כַּר - KAR
- כִּשְׂבָּה - KISBAH

Yunani:
- ἀμνός - AMNOS
- ἀρήν - AREN
- ἀρνίον - ARNION (diminutive, a little lamb)
- πρόβατον - PROBATON


Kata Ibrani צֹאן - TSON, adalah kata yg paling umum untuk "Domba", dipakai, baik dalam anti harfiah maupun kiasan; כֶּבֶשׂ - KEVES dan כֶּשֶׂב - KESEV, biasanya anak domba, hanya dipakai dalam anti harfiah. Ada kata-kata Ibrani lainnya, dan kata πρόβατον - PROBATON dipakai di seluruh PB Yunani dan LXX. Tapi anti kata asli (etimologi) tidak penting di sini.

Domba adalah harta yang paling penting bagi orang Yahudi. Sifat lemah-lembut dan jinak dari binatang ini banyak kali dipakai sebagai contoh dalam Alkitab. Pada umumnya domba dipakai untuk makanan dan korban persembahan. Jenis
domba dari Syiria berekor lebar (Kejadian 20:14; Imamat 9:3; 1 Samuel 25:18; Ayub 30:1).

"Gembala kambing domba" adalah profesi pertama yang disebut dalam Alkitab (Kejadian 4:2). Sepanjang sejarah Israel menggembalakan kambing domba tetap menjadi pekerjaan yang sangat terhormat, walaupun pada zaman Yesus gembala-gembala sebagai suatu golongan dicurigai sebagai orang-orang yang hidup sembrono. Raja Daud yang dikasihi Israel sebelumnya adalah seorang gembala muda. Yang pertama-tama diberi tahu tentang kedatangan Sang Mesias adalah gembala-gembala yang sederhana. Salah satu binatang yang penting dalam kehidupan gembala (Kejadian 24:35; 26:14). Para gembala domba selalu mencari padang rumput yang subur (1 Tawarikh 4: 39-40).

Domba adalah binatang jinak yg bersih, sudah dikenal manusia sejak zaman purba. Jenis domba yg umum dikenal di Palestina mempunyai pantat yg lebar, penuh lemak yg berharga, dan beratnya kr 5 kg atau lebih. Domba patut untuk berbagai jenis persembahan (Imamat 22:19, 27 dab); untuk dimakan (Ulangan 14:4 ab) dan termasuk makanan istimewa (Yesaya 22:13). Bulu atau kulit domba diolah untuk pakaian (Ayub 31:20; Ibrani 11:37). Memiliki domba yg jumlahnya luar biasa menandakan kemakmuran (Mazmur 144:13). Domba menyediakan sejumlah produk bagi orang Ibrani dan bangsa-bangsa lain. Dari tanduk domba jantan, dibuatlah wadah dan alat tiup (Yosua 6:4-6, 8, 13; 1 Samuel 16:1). Kulit domba kadang-kadang digunakan untuk pakaian (Ibrani 11:37), dan kulit domba jantan yang telah diwarnai merah digunakan sebagai bahan untuk membangun tabernakel (Keluaran 26:14). Wol domba menyediakan serat untuk bahan pakaian yang mungkin paling umum (Ayub 31:20; Amsal 27:26) Domba merupakan komoditas yang penting (Yehezkiel 27:21), dan bahkan digunakan untuk membayar upeti (2 Raja 3:4; 2 Tawarikh 17:11). Susu maupun daging domba termasuk dalam menu makanan (Ulangan 14:4; 32:14; 2 Samuel 17:29; Yesaya 7:21, 22). Daging domba dewasa dan daging anak domba adalah makanan sehari-hari para raja, gubernur, dan orang-orang lain (1 Samuel 8:17; 1 Raja 4:22, 23; Nehemia 5:18; Amsal 6:4).


Domba adalah harta yang paling penting bagi orang Yahudi. Sifat lemah-lembut dan jinak dari binatang ini banyak kali dipakai sebagai contoh dalam Alkitab. Pada umumnya domba dipakai untuk makanan dan korban persembahan.

Domba tidak merusak atau merugikan, tapi bersifat agak dungu yg justru cenderung merupakan kelemahannya. Maka seperti banyak anak manusia, domba mudah hilang atau sesat (Yeremia 1:6 dan Matius 10:6; Yesaya 53:6 dan 1 Petra 2:25; perumpamaan Matius 18:12 dab, dst). Tanpa gembala, domba merupakan makhluk yg mudah binasa (Bilangan 27:17; Matius 9:36, dst; bnd Yesaya 13:14, lebih jelas lagi, Zakharia 13:7).

Manusia sebagai hamba Allah berulangkali dikiaskan sebagai domba gembalaan (Mazmur 100:3; Yehezkiel 34:31; Yohanes 21:16 dab). Pikiran ini diperluas lagi dengan cara yg lebih indah dalam Yohanes 10. Gambaran domba demikian, yakni tak dapat membela dirinya terhadap orang yg hendak mengguntingi bulunya (Yes 53:7), atau terhadap orang yg hendak membantainya (Yesaya 53:7; Kisah 8:32; Mazmur 44:23 dan Roma 8:36; Yeremia 12:3, dst), sangat memilukan hati. Hal ini tepat sekali melambangkan kefanaan manusia (Mazmur 49:15). Nabi-nabi palsu dikatakan menyamar seperti domba, sebab domba adalah lambang hati yg suci atau tak bersalah (Matius 7:15). Domba di tengah-tengah serigala biasanya akan binasa, tapi pengikut Kristus akan dilindungi sewajarnya (Matius 10:16-19).

Pembedaan domba dari kambing memang menimbulkan silang pendapat. Mungkin pembedaan itu didasarkan pada pertentangan warna; putih adalah warna umum untuk domba dan hitam untuk kambing, atau menunjuk pada kodrat lembut dari domba. Mungkin juga binatang itu dibagi dalam dua kelompok terpisah tanpa ada kaitannya dengan makna lambang.

Domba tidak merusak atau merugikan, tapi bersifat agak dungu yg justru cenderung merupakan kelemahannya. Maka seperti banyak anak manusia, domba mudah hilang atau sesat (Yeremia 1:6 dan Matius 10:6; Yesaya 53:6 dan 1 Petra 2:25; perumpamaan Matius 18:12 dab, dst). Tanpa gembala, domba merupakan makhluk yg mudah binasa (Bilangan 27:17; Matius 9:36, dst; bnd Yesaya 13:14, lebih jelas lagi, Zakharia 13:7).

Tanpa gembala, domba peliharaan tidak berdaya dan ketakutan. Mereka akan tersesat serta tercerai-berai dan nasib mereka benar-benar berada di tangan musuh mereka (Bilangan 27:16, 17; Yeremia 23:4; Yehezkiel 34:5, 6, 8; Mikha 5:8). Domba mau dituntun, dan dengan setia mengikuti gembala mereka. Mereka dapat belajar mengenali suaranya dan hanya mendengarkan dia saja (Yohanes 10:2-5). Hal ini digambarkan dalam suatu bagian dari Researches in Greece and the Levant, karya J. Hartley (London, 1831, hlm. 321, 322):

"Karena semalam perhatian saya terarah kepada kata-kata dlm Kitab Yohanes x. Saya bertanya kepada pelayan saya apakah merupakan kebiasaan di Yunani untuk memberikan nama kepada domba-domba. Ia memberi tahu saya bahwa memang demikian, dan bahwa domba mematuhi sang gembala sewaktu namanya dipanggil. Pagi ini saya mempunyai kesempatan untuk memastikan kebenaran pernyataan tersebut. Ketika melewati sekawanan domba, kepada sang gembala saya mengajukan pertanyaan yang sama dengan yang telah saya ajukan kepada pelayan saya, dan ia memberikan jawaban yang sama. Kemudian saya memintanya untuk memanggil salah satu dombanya. Ia pun melakukannya, dan domba itu langsung berhenti merumput dan meninggalkan teman-temannya, serta lari ke tangan sang gembala, sambil memperlihatkan perasaan senang, disertai kepatuhan yang cepat yang belum pernah saya amati pada binatang lain mana pun. Demikian pula domba di negeri ini, mereka tidak akan mengikuti orang yang tidak dikenal, tetapi akan lari darinya. Sang gembala memberi tahu saya bahwa banyak di antara domba-dombanya masih liar; bahwa mereka belum mengetahui nama mereka; tetapi setelah diajar, mereka semua akan mengetahuinya."

Biasanya domba dianggap penurut, jinak dan peka terhadap pernyataan kasih sayang (2 Samuel 12:3). Nilai domba jauh di bawah nilai manusia (Matius 12:12). Alkitab mencatat domba mengembik-embik menjadi kesaksian yg dapat didengar tentang kedegilan hati Saul (1 Samuel 15:14).

Tapi pemakaiannya dalam arti kiasan jauh lebih penting ketimbang harfiahnya. Dalam PB domba sering dipakai sebagai kiasan. Misalnya, umat Israel diumpamakan sebagai kawanan domba tanpa gembala (Matius 9:36) dan Tuhan Yesus adalah 'gembala yang baik, yang memberikan hidupNya untuk domba-domba-Nya' (Yohanes 10:7-9), tetapi juga diri-Nya sendiri diumpamakan domba yang dituntun ke pembantaian (Kisah 8:32). Domba sejak zaman dahulu patut untuk berbagai jenis persembahan (Imamat 22:19, 27 dab). Dan karenanya, dalam misi penyelamatan manusia dari dosa di dunia ini. Yesus Kristus juga disebut dengan gelar : "Anak Domba Allah". Dari spesifikasi sifat-sifat ini, maka "domba" sering dipakai dalam arti kias/ lambang.


*1. YESUS KRISTUS - ANAK DOMBA ALLAH*

* Yohanes 1:29
1:29 LAI TB, Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.
KJV, The next day John seeth Jesus coming unto him, and saith, Behold the Lamb of God, which taketh away the sin of the world.
TR, τη επαυριον βλεπει ο ιωαννης τον ιησουν ερχομενον προς αυτον και λεγει ιδε ο αμνος του θεου ο αιρων την αμαρτιαν του κοσμου
Translit interlinear, tê epaurion {pada hari yang berikut} blepei {ia melihat} iôannês {Yohanes} ton iêsoun {Yesus} erkhomenon {datang} pros {kepada} auton {dia} kai {dan} legei {berkata} ide {inilah} ho amnos {Anak Domba} tou theou {Allah} ho airôn {yang menanggung/ menyingkirkan} tên hamartian {dosa} tou kosmou {dunia}

1:36 LAI TB, Dan ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah!"
KJV, And looking upon Jesus as he walked, he saith, Behold the Lamb of God!
TR, και εμβλεψας τω ιησου περιπατουντι λεγει ιδε ο αμνος του θεου
Translit interlinear, kai {lalu} emblepsas {ketika melihat} tô iêsou {Yesus} peripatounti {yang sedang berjalan} legei {ia berkata} ide {inilah} ho amnos {Anak Domba} tou theou {Allah}

Istilah αμνος - amnos muncul dalam Kisah 8:32 dan I Petrus 1:19; αρην – arên dalam Lukas 10:3, dan αρνιον - arnion muncul satu kali, Yohanes 21:15, dan 28 kali dalam Wahyu. Dalam nubuat, Yesus Kristus diumpamakan seperti domba yang dibawa ke pembantaian dan seperti domba betina yang membisu di hadapan para pemangkasnya (Yesaya 53:7; Kisah 8:32, 35; bdk. 1 Petrus 2:23.) Karena peranan Yesus sebagai korban, Yohanes Pembaptis menyebut Yesus sebagai "Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia" dan Anak Allah berkali-kali disebut "Anak Domba" dalam Kitab Wahyu (Yohanes 1:29; Wahyu 5:6; 6:16; 7:14, 17; 14:1; 17:14; 19:7).

Yohanes Pembabtis berseru ketika melihat Yesus datang kepadanya "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia" (Yohanes 1:29). Pendapat lain tentang gelar "Anak Domba Allah" mengatakan bahwa di sini ada acuan pada hamba yang menderita sesuai Yesaya pasal 53. Kata αμνος - amnos muncul dalam Septuaginta pada

*Yesaya 53:7.
LAI TB, Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.
KJV, He was oppressed, and he was afflicted, yet he opened not his mouth: he is brought as a lamb to the slaughter, and as a sheep before her shearers is dumb, so he openeth not his mouth.
Hebrew,
נִגַּשׂ וְהוּא נַעֲנֶה וְלֹא יִפְתַּח־פִּיו כַּשֶּׂה לַטֶּבַח יוּבָל וּכְרָחֵל לִפְנֵי גֹזְזֶיהָ נֶאֱלָמָה וְלֹא יִפְתַּח פִּיו׃
Translit, NIGAS VEHU' NA'ANEH VELO YIFTAKH-PIV KASEH LATEVAKH YUVAL UKHERAKHEL LIFNEY GOZ'ZEIHA NE'ELAMAH VELO YIFTAKH PIV
LXX, και αυτος δια το κεκακωσθαι ουκ ανοιγει το στομα ως προβατον επι σφαγην ηχθη και ως αμνος εναντιον του κειροντος αυτον αφωνος ουτως ουκ ανοιγει το στομα αυτου
Translit, KAI AUTOS DIA TO KEKAKÔSTAI OUK ANOIGEI TO ONOMA HÔS PROBATON EPI SPHAGÊN HÊKHTHE KAI HÔS AMNOS ENANTION TOU KEIRONTOS AUTON APHÔNOS HOUTÔS OUK ANOIGEI TO STOMA AUTOU.

Yohanes Pembaptis merujuk kepada Kitab Yesaya 40 dan ia mungkin telah merenungkan pasal-pasal itu. Fungsi memikul dosa amat jelas dalam Yesaya 53. Kelihatannya mungkin bahwa apa pun maksud Yohanes Pembaptis, penulis Injil bermaksud mengajak pembaca Injil-nya untuk memikirkan anak domba yang dikorbankan di Bait Allah, anak domba Paskah, dan hamba yang menderita itu. 'Anak Domba Allah' juga mengingatkan kita bahwa Allah menyediakan anak domba bagi Abraham Kejadian 22:8, 13-14, lihat keselamatan-dari-allah-vt214.html#p421 ).

Kita juga dengan jelas dapat melihat hubungannya dengan domba Paskah. Hari-hari raya Yahudi mempunyai arti penting dalam Injil Yohanes. Ungkapan dalam Yohenas 19:36 secara tidak langsung dapat dihubungkan dengan anak domba Paskah. "Domba paskah" yang darahnya tercurah adalah kisah sentral dalam Kitab keluaran adalah peristiwa Paskah. Sehingga perayaan Paskah adalah peristiwa yang paling bersejarah, menyentuh dan heroik bagi setiap orang Yahudi, yang dijadikan legenda untuk dikisahkan kepada anak-cucu Yahudi turun-temurun. Lebih dari itu Paskah wajib dirayakan setiap tahunnya, dengan segala tata cara perjamuan yang dibakukan. Seperti diketahui, kisah Paskah mulai dengan tulah yang ke-10, dimana Tuhan mendatangkan malapetaka terbesar dengan mengirimkan malaikat kematian untuk mencabut nyawa anak-sulung dari setiap keluarga yang pintu rumahnya tidak diperciki darah domba!

Allah berkata : "Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat". Itu dalah vonis kematian yang dilewatkan Tuhan (luput) bagi rumah yang bertanda darah kurban (Keluaran 12:13). Kisah lengkapnya, silahkan baca di Kitab Keluaran pasal 11 dan 12.

Dan Alkitab menjelaskan kepada kita bahwa "semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang" (Kolose 2:17), yaitu janji penebusan malalui darah Yesus Kristus.

Seruan "Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia" (Yohanes 1:29) diserukan oleh Yohanes Pembaptis saat menyambut Yesus dengan sukacita. Hal tersebut terkait dengan "anak domba yang dikorbankan karena dosa", dan ungkapan 'yang menghapus dosa dunia' mendukung hal ini. Dalam Perjanjian Lama Allah menetapkan suatu hukum bahwa pengampunan adalah dengan darah :

* Ibrani 9:22,
LAI TB, Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.
KJV, And almost all things are by the law purged with blood; and without shedding of blood is no remission.
TR, και σχεδον εν αιματι παντα καθαριζεται κατα τον νομον και χωρις αιματεκχυσιας ου γινεται αφεσις
Translit, kai skhedon en haimati panta katharizetai kata ton nomon kai khôris haimatekkhusias ou ginetai aphesis

Dalam hukum Taurat, hampir segala sesuatu disucikan, dan diampunkan dengan darah (yang dianggap nyawa), dan "tanpa penumpahan darah, tidak ada pengampunan" (Ibrani 9:22). Ini dilakukan lewat domba yang dikorbankan diatas mezbah, berulang-ulang untuk setiap kali pengampunan hingga digenapi oleh Mesias yang digelari "Anak Domba Allah". Kita "manusia mati yang berjalan" ini tidak mungkin bisa menebus diri kita yang mati (rohani). Hanya Yesus yang tanpa-dosa dapat melakukannya, yaitu dengan sengaja memilih diriNya dilahirkan ke dunia (dan tinggal di tengah-tengah manusia) untuk menemui kematian lewat penyaliban demi dapat menebus harga kematian kekal itu bagi kita.

Dalam Alkitab Dialah Mesias yang dilambangkan sebagai Anak Domba yang tak bernoda yang menjadi korban penebusan dosa

* 1 Petrus 1:18,19
1:18 LAI TB, Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas,
KJV, Forasmuch as ye know that ye were not redeemed with corruptible things, as silver and gold, from your vain conversation received by tradition from your fathers;
TR, ειδοτες οτι ου φθαρτοις αργυριω η χρυσιω ελυτρωθητε εκ της ματαιας υμων αναστροφης πατροπαραδοτου
Translit, eidotes hoti ou phthartois arguriô hê khrusiô elutrôthête ek tês mataias humôn anastrophês patroparadotou

1:19 LAI TB, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.
KJV, But with the precious blood of Christ, as of a lamb without blemish and without spot:
TR, αλλα τιμιω αιματι ως αμνου αμωμου και ασπιλου χριστου
Translit, alla timiô haimati hôs amnou amômou kai aspilou khristou

Dengan demikian kita dapat jelas memaknakan gelar "Anak Domba Allah" sebagai suatu gelar yang khas menggambarkan misi kedatangan Kristus ke dunia adalah untuk mengorbankan dirinya, menderita dan darahnya tertumpah bagi pengampunan dosa umat manusia di dunia.

Pengampunan dapat diterima oleh orang-orang yang menerima dan mengimani pengorbanannya tanpa kecuali :

* Yohanes 3:16
LAI TB, Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
KJV, For God so loved the world, that he gave his only begotten Son, that whosoever believeth in him should not perish, but have everlasting life.
TR, ουτως γαρ ηγαπησεν ο θεος τον κοσμον ωστε τον υιον αυτου τον μονογενη εδωκεν ινα πας ο πιστευων εις αυτον μη αποληται αλλ εχη ζωην αιωνιον
Translit Interlinear, houtôs {demikian} gar {karena} êgapêsen {mengasihi} ho theos {Allah} ton kosmon {manusia di dunia} hôste {sehingga} ton huion{anak} autou ton monogenê {yang tunggal/ yang unik} edôken {Ia telah memberikan} hina {supaya} pas {setiap (orang yang)} ho pisteuôn {percaya} eis {kepada} auton {Dia} mê {tidak} apolêtai {menjadi binasa} all {melainkan} ekhê {beroleh} zôên {hidup} aiônion {kekal}

Amin.


*2. DOMBA - UMAT ALLAH*

Dalam Alkitab, "domba" sering kali memaksudkan umat Allah yang tak berdaya, polos, dan, kadang-kadang teraniaya (2 Samuel 24:17; Mz 44:11, 22; 95:7; 119:176; Matius 10:6, 16; Yohanes 21:16, 17; Roma 8:36). Di bawah pengarahan para gembala atau pemimpin yang tidak setia, orang Israel, sebagai domba-domba Allah, sangat menderita.

Melalui Yehezkiel, nabi-Nya, Allah mengemukakan gambaran yang paling mengenaskan tentang kawanan yang diabaikan, "Kawanan itu sendiri tidak kamu beri makan. Yang sakit tidak kamu kuatkan, dan yang sakit-sakitan tidak kamu sembuhkan, dan yang patah tidak kamu balut, dan yang tercerai-berai tidak kamu bawa pulang, dan kamu tidak berupaya menemukan yang hilang, tetapi dengan kebengisan kamu menundukkan mereka, bahkan dengan kelaliman. Dan mereka terserak karena tidak ada gembala, sehingga mereka menjadi makanan setiap binatang buas di padang" (Yehezkiel 34:3-5).

Bergetarnya Gunung Sinai sewaktu Allah memberikan Hukum Taurat kepada Israel (Keluaran 19:18) tampaknya disinggung dengan gambaran "gunung-gunung melompat-lompat seperti domba jantan" Mazmur 114:4-6; bdk. Mazmur 29:5, 6; 68:8.

Sebagai kontras, domba Yesus Kristus, baik "kawanan kecil" maupun "domba-domba lain", yang mengikuti pimpinannya, sangat terurus (Lukas 12:32; Yohanes 10:4, 14, 16; Wahyu 7:16-17). Tuhan Yesus menyamakan orang-orang yang berbuat baik kepada yang terkecil di antara saudara-saudaranya dengan domba, sedangkan mereka yang menolak melakukan hal itu ia samakan dengan kambing (Matius 25:31-45).

Artikel terkait:
perumpamaan-domba-dan-kambing-vt1993.html#p10081


*3. DOMBA JANTAN - ARTI NEGATIF*

Kadang-kadang "domba jantan" menggambarkan orang, khususnya para pemimpin yang suka menindas dari suatu bangsa yang ditentukan untuk dibinasakan (Yeremia 51:40; Yehezkiel 39:18). Di Yehezkiel 34:17-22, domba jantan, kambing jantan, dan domba tambun memaksudkan para pemimpin Israel yang tidak setia, yang merampas bagi diri mereka bagian yang terbaik kemudian mengotori apa yang tersisa bagi domba yang kurus dan sakit, yaitu rakyat yang ditindas, dieksploitasi, dan diserakkan.

*Kuasa Dunia Media-Persia* digambarkan sebagai domba jantan dengan dua tanduk yang tidak sama tingginya. Tanduk yang lebih tinggi pastilah menggambarkan kekuasaan raja-raja Persia (Daniel 8:3-7, 20). Dalam kitab Wahyu 13:11, binatang buas yang keluar dari bumi diperlihatkan mempunyai dua tanduk seperti anak domba, yang menyiratkan sifat pura-pura tidak berbahaya. Dengan cara yang sama, Tuhan Yesus menyebut nabi-nabi palsu sebagai serigala berbaju domba, karena itu mereka berbahaya meskipun kelihatannya baik (Matius 7:15).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar