Jumat, 24 November 2017

PERSEKUTUAN YANG HIDUP DENGAN TUHAN ADALAH KUNCI PERUBAHAN HIDUP

PERSEKUTUAN YANG HIDUP DENGAN TUHAN ADALAH KUNCI PERUBAHAN

Proses pembentukkan tangan Tuhan dalam hidup kita mempunyai caranya sendiri - sendiri.
Pastinya tujuan Tuhan ingin membuat kita menjadi sama seperti Dia, secara spesifik memiliki pikiran Kristus.

Tapi untuk menjadi seperti Dia, dibutuhkan sikap hati yang gila - gilaan dalam mengejar Tuhan yang teraplikasi dalam persekutuan yang hidup denganNya dan kehidupan sehari - hari yang menjadi pelaku firman.
Sebab tanpa persekutuan yang hidup denganNya, maka kita tidak mungkin dapat melihat Dia sebagaimana Dia adanya.

Jika kita tidak melihat Dia, bagaimana mungkin kita menjadi serupa dengan Kristus ? Mustahil !

Memiliki persekutuan yang hidup denganNya adalah kunci perubahan sikap hati, dasar keyakinan, dan pola hidup.

1 Yohanes 3:2 (TB)
Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.

Efesus 4:17-20 (TB)
Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia dan pengertiannya yang gelap, JAUH DARI HIDUP PERSEKUTUAN DENGAN ALLAH, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka. PERASAAN mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada HAWA NAFSU dan mengerjakan dengan SERAKAH segala macam KECEMARAN. Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus.

Tidak peduli kita orang Kristen, tidak peduli seberapa sering kita masuk gereja dan mengikuti kegiatan gereja, tapi jika dalam hidup kita sehari - hari tidak mempunyai waktu bersekutu dengan Tuhan, maka PERASAAN/EMOSI kita akan senantiasa bergejolak ke arah yang negatif.

Penuh konflik batin dan sangat rentan sakit hati, dendam, kecewa, dan lain-lain.
Dan yang terutama kesadaran akan realita hadirat Tuhan tidak bisa tinggal secara permanen.
Akibatnya kita selalu diombang - ambingkan oleh berbagai situasi keadaan yang ada.

Efek selanjutnya kita akan sangat MENCINTAI DIRI SENDIRI, sehingga sangat dikuasai oleh HAWA NAFSU yang menuntut kepuasaan untuk keinginannya sendiri.
Sehingga apapun akan dilakukannya demi meraih kepuasaan daging !
Roh cinta akan dunia dan cinta uang akan membuat dirinya memanifestasikan KESERAKAN yang membabi buta, dan tubuhnya pun dipakai untuk terus berasosiasi dengan PENCEMARAN !

Kondisi seperti ini dapat dialami oleh orang Kristen atau orang yang mengaku diri percaya dengan Yesus jika ia tidak memiliki persekutuan yang hidup denganNya.

Tetapi saya percaya, Tuhan sedang membangkitkan kita menjadi generasi yang berbeda.
Tidak peduli apa keadaan kita sekarang dan kondisi kita saat ini,
Ia mencurahkan anugerahNya dan menyadarkan kita akan arti pentingnya persekutuan yang hidup denganNya !!

Paulus dengan tegas berkata:
"Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus." Maksudnya adalah:

~ 1. Mintalah roh yang lapar dan haus akan realitaNya setiap pagi yang lebih dari hari - hari sebelumnya.

~ 2. Berdoalah dan menyembahlah secara 'gila - gilaan' (tekad dan fokus yang kuat untuk mendesak masuk realitaNya) sampai kesadaran akan realitaNya menguasai seluruh batin dan pikiran serta tubuh.

~ 3. Tidak "pergi" dari realitaNya (tidak terpancing melakukan aktivitas lainnya) sampai Ia menyatakan firmanNya / suaraNya / pewahyuanNya kepada kita.

~ 4. Membaca ayat - ayat firman yang berkaitan dengan berbagai pernyataan Roh, impresi, penglihatan, pewahyuan yang kita terima.

Dan menjadikan ayat firman dan pewahyuan Roh untuk dideklarasikan dan diimajinasikan sebagai takaran iman yang menjadi patokan kehidupan sehari - hari, dan sekaligus menjadi jati diri yang membuat kita bisa muncul sebagai generasi yang berbeda.

~ 5. Bertekun mempelajari pengajaran rasuli sampai terjadi pembaharuan akal budi dan seluruh aspek kehidupan kita selaras oleh kebenaran firman Tuhan.

Keseriusan kita dalam bersekutu denganNya dan melakukan kehendakNya sesungguhnya adalah wujud nyata dari perintah yang terutama:
Ulangan 6:4-9 (TB)
"Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu, dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu."

Saya percaya, jika kita melakukan hal yang terutama itu dengan sungguh - sungguh, maka Ulangan 28 : 1 - 14 akan menjadi bagian kita.

Oleh karena KEDAULATANNYA Ia akan mengangkat kita lebih tinggi dari antara bangsa - bangsa !!

Ulangan 28:1 (TB)
"Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi..."

AkuCintaTuhan
(Ps. Steven Agustinus)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar