MASA VAKUM

MASA VAKUM

Engkau harus pergi ke Gilgal mendahului aku, dan camkanlah, aku akan datang kepadamu untuk mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan. Engkau harus menunggu tujuh hari lamanya, sampai aku datang kepadamu dan memberitahukan kepadamu apa yang harus kaulakukan." ( 1 Samuel 10 : 8 )

Sebenarnya Samuel ini diperkirakan hanya datang terlambat beberapa jam, tetapi kalau kita perhatikan dengan cermat perintah TUHAN, bagian Saul itu sebenarnya hanya menunggu, nanti Samuel yang membakar korban. Dan TUHAN akan berbicara melalui Samuel memberikan instruksi kepada Saul apa yang harus dia lakukan.

Itu sebenarnya masa ujian yang menentukan, tetapi orang ini tidak mengerti dan tidak bisa belajar.

Tuhan berkata: “Sebenarnya dalam hidup anak-anakKu itu banyak yang seperti ini. Ada suatu fase dalam kehidupannya dimana fase itu disebut fase ‘kevakuman’”.

Samuel harusnya datang hadir, dia “terlambat”, selang waktu menunggu itu dimana benar-benar hanya Saul seorang diri, itu akan kelihatan siapa diri Saul yang sebenarnya.

Raja Hizkia pernah mengalami hal yang sama, Yesus pun pernah memberi perumpamaan: Ada hamba yang menyiksa hamba-hamba yang lain karena berpikir Tuanku tidak datang-datang, lalu dia bertindak keras dan masa ‘vakum’ itu sangatlah crucial sekali.

Ketika Yesus naik ke Surga, DIA berkata: “Kamu harus menantikan di Yerusalem sampai kamu diperlengkapi dengan kuasa dari tempat yang maha tinggi.”
Selama itu murid-murid-NYA berkumpul menantikan janji TUHAN.

Saudara, TUHAN kadang-kadang menguji kita, seakan-akan DIA mendiamkan anda, sehingga anda punya semua kedaulatan untuk berbuat apapun yang anda mau, dan di situ akan terlihat siapa anda yang sebenarnya.

TUHAN tidak pernah memberikan kepercayaan kepada siapapun tanpa DIA menguji hati orang yang bersangkutan, dan disitu sesungguhnya titik yang paling rawan dalam hidup kita untuk mendapatkan janji TUHAN.

Karena itu anda harus berhati-hati dengan sikap hati anda, ingat, kita segera akan menikmati new beginning dari TUHAN.
Amin.

By HIS Grace,

Pdt. Petrus Agung

Komentar

Postingan Populer