OBED EDOM DAN MEZBAH TUHAN

= OBED EDOM DAN MEZBAH TUHAN=

“Tiga bulan lamanya tabut Allah itu itu tinggal pada keluarga Obed Edom di dumahnya dan Tuhan memberkati keluarga Obed Edom dan segala yang dipunyainya. ” (1 Tawarikh 13:14).

Alkisah, selama zaman Raja Saul, Mezbah Tabut Perjanjian Allah yang merupakan perangkat utama dalam Kemah Suci lambang kehadiran Allah, tidaklah pernah dihiraukan oleh bangsa itu. Saul dan rakyat Israel perhatiannya tidak tertuju kepada Allah, melainkan kepada kerajaan, politik, keamanan, kemakmuran, dan sebangsanya.

Tetapi tidak demikian dengan Raja Daud. Begitu naik tahta, sepeninggal Saul, perhatiannya langsung tertuju kepada Mezbah Tabut Perjanjian Allah, yang ketika itu berada di rumah Abinadab, seorang warga negara Israel. Berada di sana karena Mezbah mulia ini sempat dirampas oleh bangsa Filistin, tetapi dikembalikan kepada bangsa Israel, oleh karena mereka selama menyimpan tabut tersebut terus-menerus dikutuk oleh Allah.

Tabut Allah Maha Kudus itu diterima dan disimpan di rumah Abinadab, dan Eleasar anaknya yang merawatnya. Di rumah itu, atau di kota Bet-Semes itu Tabut Mezbah Allah itu berada berpuluh-puluh tahun lamanya, dan Raja Saul tidak pernah mengindahkannya.

Raja Daud dengan dukungan seluruh rakyat Israel mengangkut Tabut Mezbah Allah itu menuju ke kota Yerusalem, tetapi ada hal-hal yang Allah tidak berkenan, sehingga terhenti di depan rumah Obed-Edom, seorang dari suku Gad.

9fd33ffacd61eed4f9b8abdb047a8c0f

Di sini kita kagum kepada Allah yang mempercayai Obed-Edom. Padahal dia bukan dari  suku Lewi, melainkan dari suku Gad. Memang kadang-kadang kita tidak mengerti akan kebijakan Allah. Bagaimana seorang yang bukan Lewi dipercaya oleh Allah merawat Tabut “Mezbah” Perjanjian ini.

Maka selama tiga bulan Tabut Mezbah Allah itu berada di rumah Obed-Edom, keluarga itu amat diberkati oleh Allah. Ini merupakan pelajaran bagi kita, bahwa Anda akan diberkati oleh Allah bila bersedia menerima kebaktian di rumah Anda.

Bersegeralah dia mengatur rencana pengambilan Tabut Allah itu untuk dipindahkan ke tengah kota Yerusalem. Mungkin pikirnya, seluruh bangsa Israel pasti akan diberkati oleh Allah bila Tabut Allah berada di ibukota negeri. Puji Tuhan, memang benarlah demikian.

Ringkasnya demikian. Bila Mezbah diabaikan, maka seluruh bangsa akan mengalami bencana. Bila ada keluarga Kristen yang mengabaikan Mezbah, maka keluarga ini akan tidak beruntung. Obed Edom, yang menghargai Mezbah Allah, menjadi keluarga yang amat diberkati. Dan Raja Daud, yang mencintai Mezbah Allah, membuat bukan saja rumah tangganya diberkati, tetapi seluruh bangsa Israel juga terberkati.

Oleh sebab itu saudara, amat bijaksanalah Anda yang selama ini menghargai Mezbah Allah, selalu menghadirkan hadirat Allah dalam rumah Anda masing-masing. Lanjutkan, dan tingkatkanlah.

Maka benarlah yang digarisbawahi oleh Tuhan Yesus dalam firman-Nya di Matius 18:20, “Bila dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, maka Aku akan hadir di tengah-tengah mereka.”

Bapak Abraham juga adalah yang selalu konsisten dalam membangun mezbah. ( Kejadian 22, dll). Yosua, pribadi yang selalu melibatkan seisi rumahnya, (Yosua 24:15). Paulus dan Silas, melihat kebutuhan mendesak, langsung lari ke mezbah. Kisah Para Rasul 16).

Itulah sebagian dari contoh-contoh tentang pribadi-pribadi yang amat berkomitmen dan selalu konsisten terhadap mezbah Allah.

Bila kita mengidolakan tokoh-tokoh Alkitab yang penuh dengan suri tauladan ini, niscaya kita akan mengalami kehidupan yang memiliki kemiripan dengan mereka. Al hasil, kitapun mengalami berkat-berkat yang berkelimpahan, baik berkat jasmani, terlebih berkat-berkat rohani. Puji Tuhan, indahnya “MENDIRIKAN MEZBAH BAGI ALLAH”.

By His Grace

Joshua Ivan Sudrajat

Komentar

Postingan Populer