Jumat, 06 April 2018

Dia Allah Yang Setia

Dia Allah Yang Selalu Setia

Yohanes 14:23 (TB)  Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.

Ayat di atas berbicara suatu pola dan urutan serta sistematika dari sebuah proses untuk terjadinya aktivitas ilahi yang sangat kuat, dimana kita bisa merasakan di dalam batin adanya firman yang terus berbicara, kesadaran akan realita Tuhan, dan kobaran api Roh Kudus yang kian bertumbuh secara pesat.
1. Dimulai dari kecenderungan hati. Jika kecenderungan hati kita mencintai Tuhan dan kebenaran, maka dengan sendirinya diri kita akan menjadi magnet dari berbagai perkara ilahi. Tanpa kita perlu bersusah payah, pekerjaan firman dan Roh akan senantiasa datang mencengkeram batin dan pikiran kita.

2. Kita akan dipertemukan dengan seorang bapa rohani yang juga mencintai Tuhan. Sehingga dari bapa rohani itu kita menerima firman untuk menjadi bahan percakapan kita dengan Bapa di surga.

Yesaya 59:21  Adapun Aku, inilah perjanjian-Ku dengan mereka, firman TUHAN: Roh-Ku yang menghinggapi engkau dan firman-Ku yang Kutaruh dalam mulutmu tidak akan meninggalkan mulutmu dan mulut keturunanmu dan mulut keturunan mereka, dari sekarang sampai selama-lamanya, firman TUHAN.

3. Firman yang kita percakapkan dengan Bapa di surga akan diresponi oleh Bapa, sehingga kita bisa mengetahui dan memahami suatu prinsip firman tertentu.
Dengan demikian kita dapat beroleh langkah konkrit untuk mempraktekkan firman dalam hidup sehari - hari. Firman yang kita praktekkan itulah yang akan membuat kita menjadi pribadi yang kokoh! (Luk 6:46-49)

4. Saat kita beroleh firman dan menjadi pelaku firmanNya tiap hari, maka secara otomatis kemuliaan Tuhan akan tercurah atas kehidupan kita dan aktivitas ilahi akan semakin kuat dalam diri kita.
Orang akan mengenali kita sebagai representasi bapa rohani. Yang berarti, sebagaimana Kristus menjadi nyata dalam bapa rohani kita, begitupun akan terjadi atas diri kita. Bukan kita lagi yang hidup, melainkan Kristus yg hidup didlm kita (Gal 2:20)

Dampak dari sistematika diatas adalah:

1. Emosi kita akan stabil.

Kita dapat mengalami damai sejahtera dan sukacita ilahi yang berasal dari Roh KudusNya senantiasa melingkupi batin. Kita tidak mudah terganggu oleh hal - hal sekunder yang terjadi di sekeliling kita. Sehingga kondisi kerohanian kita tidak mudah bocor dan terganggu. Kita menjadi orang - orang yang energinya tidak mudah teralihkan hanya untuk mengurusi hal - hal yang tidak penting, namun selalu cukup energi untuk melakukan kehendak Tuhan!

2. Ada cengkeraman realita Tuhan yang membuat kita tenang dalam segala keadaan.

Ada roh iman yang menaklukkan dunia! Roh kekhawatiran yang selalu mengganggu kehidupan orang dunia dan juga orang percaya dapat dengan mudah kita taklukkan, dan sulit mempengaruhi kehidupan kita. Sehingga segala apapun yang Tuhan perintahkan untuk kita lakukan dapat kita lakukan tanpa hambatan. Sebab kita mempunyai iman yang menaklukkan dunia!

1 Yohanes 5:3-5 Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat, sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?
#AkuCintaTuhan
Ps. Steven Agustinus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar