Minggu, 29 April 2018

TIGA KOTA

TIGA KOTA
Rev Peter Youngren

Tanah perjanjian” yang diberikan Allah kepada Israel adalah gambaran dari hidup kita di dalam Kristus. Kita temukan ada kota Hebron, Kiryat Sefer dan Timnat Serah. Mari kita melihat arti dari kota-kota tersebut.
Dalam berbagai lagu-lagu dan khotbah Kristen, Tanah Perjanjian banyak digambarkan sebagai sorga. Hal ini sebenarnya tidak mungkin, karena di dalam sorga seharusnya tidak ada musuh, ataupun dosa dan kemurtadan. Apakah arti “tanah perjanjian” bagi kita?

Tanah Perjanjian melambangkan kenyataan rohani pada tempat ini dan saat ini.
Saat bangsa Israel memasuki Kanaan, Tanah Perjanjian mereka, ini adalah tonggak kemenangan – sesuatu yang mereka harapkan, sekarang telah mereka telah memilikinya. Kita juga sampai pada sebuah pengalaman saat, “yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang” (2 Kor 5:17).

Tanah Perjanjian adalah tempat perhentian rohani.
Menjalani kehidupan Perjanjian Baru berarti akhir dari pengejaran dan pemburuan mimpi-mimpi rohani yang sukar dipahami dan tidak pernah benar-benar diterima.

Perhentian kita tidak berada pada daerah geografis, tetapi di dalam Yesus itu sendiri. Menjalani kehidupan Perjanjian Baru berarti akhir dari pengejaran dan pemburuan mimpi-mimpi rohani yang sukar dipahami dan tidak pernah benar-benar diterima. Banyak orang menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mencari berkat, kelepasan, sukacita dan kemuliaan, tidak menyadari bahwa hal-hal tersebut telah kita terima di dalam Kristus. Perhentian rohani terletak pada kesadaran bahwa apa yang kita harapkan da dakan telah kita miliki di dalam dan melalui Yesus Kristus. Karya yang telah diselesaikan Kristus itu benar-benar telah selesai. Penemuan akan hal ini memberikan kekuatan bagi kita untuk menjalani kehidupan yang telah disediakan Yesus bagi kita.

Tanah Perjanjian itu sangat pribadi.
Setiap suku, keluarga dan perorangan di Israel memiliki tempat geografis di dalam milik pusaka secara menyeluruh. Ada warisan pribadi untuk setiap orang. Sama dengan hal itu, ada warisan pribadi bagi setiap kita di dalam Kristus. Namun warisan pribadi dari kemenangan dan berkat di dalam Kristus selalu sesuai dengan keseluruhan rancangan Tuhan bagi umat-Nya.

“Tanah perjanjian” yang diberikan Allah kepada Israel adalah gambaran dari hidup kita di dalam Kristus. Kita temukan ada kota Hebron, Kiryat Sefer dan Timnat Serah.

Hebron: Kota Kasih Bapa.
“:14 Itulah sebabnya Hebron menjadi milik pusaka Kaleb…” (Yosua 14:14). Secara militer, Hebron merupakan kota yang penting karena letaknya di tempat yang tinggi. Kaleb menetapkan hatinya dalam memilih daerah ini sebagai milik pusakanya. Dia telah menunggu selama empat puluh tahun di padang gurun sementara teman-teman sebayanya meninggal. Sebelum pada akhirnya Kaleb mendapatkan Hebron, dia turut berperang dengan bangsa Israel selama empat tahun agar seluruh suku bisa mendapatkan milik pusakanya. Kaleb menginginkan kota tersebut karena berada di tempat yang tertinggi dan yang terbaik dari tanah perjanjian. Beberapa orang puas dengan yang baik, sementara yang lain dengan yang lebih baik, tetapi ada mereka yang menginginkan yang terbaik dari Allah – “kehendak Allah yang sempurna” (Roma 12:2) dan “menyempurnakan segala kehendak baik dari Allah” (2 Tes 1:11).

Hebron secara literal berarti “sahabat yang penuh kasih.” Kaleb, yang merupakan gambaran dari iman yang bertahan, tinggal di Hebron, menunjukkan hubungan antara iman dan kasih, karena “iman bekerja oleh kasih.” Kaleb telah bertahan dalam iman selama empat puluh tahun, menggambarkan iman yang bekerja melalui Yesus (Kis 3:16).

Jika sedikit saja beban hukum Musa diterapkan pada Abraham dan David, mereka berdua pasti telah dirajam batu sampai mati.

Sebelum Kaleb, Hebron telah menjadi kota Abraham, sahabat Allah, dan kemudian menjadi kota Daud, orang yang berkenan di hati Allah. Baik Abraham dan Daud adalah orang-orang yang memiliki kelemahan. Jika sedikit saja beban hukum Musa diterapkan pada Abraham dan Daud, mereka berdua pasti telah dirajam batu sampai mati. Tetapi karena kasih dan iman, mereka malah menjadi lambang dari orang percaya perjanjian baru yang menerima kasih karunia Allah. Abraham dan Daud tidak mendapatkan apa yang layak mereka terima, sama seperti kita tidak mendapatkan apa yang layak kita terima, tetapi mendapatkan apa yang telah disediakan oleh Yesus.

Pikiran Kristus.
Kota Kiryat Sefer ditaklukkan oleh Otniel, berbicara tentang pikiran Kristus di dalam kita. Kita baca, “Lalu berkatalah Kaleb: “Siapa yang menggempur Kiryat-Sefer dan merebutnya, kepadanya akan kuberikan Akhsa, anakku, menjadi isterinya.” Dan Otniel… merebut kota itu; lalu Kaleb memberikan kepadanya Akhsa, anaknya, menjadi isterinya. Ketika perempuan itu tiba, dibujuknya suaminya untuk meminta ladang kepada ayahnya. Maka turunlah perempuan itu dari keledainya, lalu berkatalah Kaleb kepadanya: “Ada apa?” Jawabnya: “Berikanlah kepadaku hadiah; telah kauberikan kepadaku tanah yang gersang, berikanlah juga kepadaku mata air.” Lalu diberikannyalah kepadanya mata air yang di hulu dan mata air yang di hilir. (Yosua 15:16-19).

Arti secara literal dari Kiryat Sefer adalah “Kota Kitab.” Kota itu juga disebut kota Debir, yang berarti “Pembicara.” Disini kita melihat sebuah gambaran tentang bagaimana Firman Tuhan mempengaruhi pemikiran dan pembicaraan kita. Sebelum Kristus, semua yang kita ketahui kalau bukan persyaratan hukum dari agama maka hikmat dunia ini, tetapi sekarang kita telah menerima pikiran Kristus. Otniel berarti “Singa-nya Allah” yang juga merupakan gambaran indah dari Yesus Kristus, Singa dari Yehuda yang tinggal di dalam kita.

Saat kita datang pada Allah karena karya Kristus yang telah selesai, berkat yang kita terima lebih besar dari yang kita kira .

Akhsa, puteri Kaleb, adalah gambaran dari kasih karunia. Dia meminta suaminya untuk mengejar hal-hal yang besar, sama seperti kasih karunia membuat kita percaya mendapatkan yang terbaik dari Tuhan. Kasih karunia tidak membuat kita malas. Sebaliknya kita menjadi penuh semangat kerena kita melihat Dia yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan (Ef 3:20). Otniel menerima tanah warisan yang kaya kerena Akhsa (kasih karunia), sama seperti kasih karunia Allah menyebabkan kita mewarisi apa yang telah disediakan oleh Yesus. Saat Akhsa membuat permintaan, dia turun dari keledainya, merendahkan dirinya. Allah selalu memberikan kasih karunia bagi mereka yang rendah hati. Pada akhrinya, ayahnya memberikan lebih banyak dari yang dia minta. Itulah bagaimana kasih karunia bekerja. Saat kita datang pada Allah karena karya Kristus yang telah selesai, berkat yang kita terima lebih besar dari yang kita kira.

Saat beberapa orang berpikir bahwa kemampuan untuk menerima itu hanya milik beberapa orang saja, Yohanes menulis, “ Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia” (Yoh 1:16). Perhatikan kalimatnya tidak mengatakan hanya sebagian yang menerima dan yang lain masih berharap untuk menerima. Tidak, kita “semua telah menerima.” Mengapa? Karena Yesus.

Baik Akhsa dan Otniel, keduanya berpikir besar dan menerima hal yang besar, hal ini menggambarkan pikiran Kristus yang membuat kita berpikir besar dan menerima hal yang lebih besar dari yang pernah kita mimpikan.

Yesus Sendiri.
Kota yang ketiga adalah Timnat Serah, Kota Matahari, yang merupakan gambaran dari Yesus itu sendiri. “…  orang Israel selesai membagikan negeri itu menjadi milik pusaka mereka menurut daerah-daerahnya…  Sesuai dengan titah TUHAN, mereka memberikan kepadanya kota yang dimintanya, yakni Timnat-Serah di pegunungan Efraim. Kota itu dibangunnya dan menetaplah ia di sana” (Yosua 19:49-50).

Dengan mengetahui lebar dan panjang dan dalamnya kasih itu kita “ dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah”

Timnat Serah, yang terakhir dari tiga tanah warisan khusus, menjadi tempat tinggal Yosua. Kota tersebut menggambarkan Yesus sendiri, anak kebenaran, yang adalah “semua di dalam segala sesuatu.” Matahari memimpin langkah kita, sama seperti Yesus berkata bahwa mereka yang mengikuti Dia tidak akan berjalan dalam kegelapan melainkan ia akan mempunyai tuntunan yang terus menerus (Yoh 8:12). Matahari menyediakan kehidupan dan kekuatan; tanpanya kita tidak akan hidup sama sekali, dan tanpa Yesus kita tidak dapat melakukan apa-apa. Matahari memberikan kehangatan, sebuah gambaran dari kebaikan dan kasih Allah. Dengan mengetahui lebar dan panjang dan dalamnya kasih itu kita “ dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.” (Ef 3:19). Matahari memberikan kesembuhan. Tidak heran Yesus dinubuatkan sebagai “Surya Kebenaran dengan kesembuhan pada sayapnya ” (Mal 4:2). Matahari yang alami adalah penyembuh – lebih lagi, Anak Allah. Kota matahari tidak mempunyai awan. Hal ini berbicara tentang persekutuan yang tidak terpatahkan dengan Yesus dimana tidak ada “bayangan karena pertukaran di dalam Dia” (Yak 1:17). Kita baca dalam Yesaya 60:20, “ Bagimu akan ada matahari yang tidak pernah terbenam dan bulan yang tidak surut, sebab TUHAN akan menjadi penerang abadi bagimu, dan hari-hari perkabunganmu akan berakhir.”

Karena dosa-dosa dunia telah dijatuhkan pada Yesus, kita mempunyai kemungkinan untuk memiliki persekutuan yang tidak terpatahkan dengan Allah. Yosua membangun kota Timnat Serah karena dia berencana untuk tinggal di sana. Kita tinggal di kota matahari. Yesus Kristus adalah tempat tinggal kita.

Pastikan Yesus bukan sekedar kemah musim panas Anda tetapi tempat tinggal permanen Anda.

Sering kali orang berkata “kita harus masuk dalam hadirat Allah” atau “meluangkan waktu dengan Tuhan” yang mengindikasikan bahwa kita meluangkan waktu dengan Yesus, dan kemudian ada waktu tanpa Yesus. Timnat Serah adalah gambaran dari hidup yang terus menerus dan di dalam hadirat Yesus Kristus. Yosua tidak hanya berencana untuk tinggal di Timnat Serah, tetapi dia melakukannya. Kadang orang membuat rencana untuk berjalan bersama dengan Yesus, tetapi, apa yang seharusnya menjadi tempat tinggal yang permanen malah menjadi kemah musim panas saja.  Pastikan Yesus bukan sekedar kemah musim panas Anda tetapi tempat tinggal permanen Anda.

Yesus berkata pada murid-murid-Nya bahwa kitab-kitab Musa, kitab-kitab para nabi dan seluruh Mazmur berbicara tentang Dia. Dalam kitab Yosua kita menemukan banyak sekali gambaran indah tentang siapa Yesus dan keniginan-Nya untuk berada di dalam setiap kita. Tiga pilihan warisan ini mengingatkan kita pada kasih Kristus, pikiran-Nya di dalam kita dan bahwa Dia adalah penopang hidup kita setiap hari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar