TERBESAR DALAM KERAJAAN SURGA

TERBESAR DALAM KERAJAAN SORGA

By : Pdt. Gilbert Lumoindong

#priscillastefanie

Mat 18 : 1 - 5
(1)  Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya : "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?"
(2)  Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka
(3)  Lalu berkata : "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
(4) Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.
(5)  Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalama nama-Ku, ia menyambut Aku."

Saudaraku yang kekasih dalam Tuhan ada beberapa hal yang menarik yang akan kita pelajari hari ini,
Yesus sedang berkumpul dengan murid-muridNya, tiba-tiba Yesus dikejutkan dengan sebuah pertanyaaan yang mungkin tidak pernah dipikirkan oleh Yesus sebelumnya, karena ternyata murid-murid yang selama ini begitu taat bersama Yesus, dan yang selama ini begitu mengasihi Yesus.
Tetapi kali ini tiba-tiba mengajukan pertanyaan yang dalam tanda "petik" .... yang sama sekali tidak rohani.

Murid-muridNya mulai bertanya, "Siapakah yg terbesar dalam Kerajaan Sorga ?"
Mereka sedang mempersoalkan di dalam diri mereka sendiri, dan bertanya, "Siapa yg kira-kita akan mendapatkan predikat paling hebat nanti dalam Kerajaan Sorga ?"

Yesus menjawab pertanyaan yang buat murid-muridNya sangat aneh sekali dan mereka juga terkejut sekali, karena tiba-tiba Yesus mengambil anak kecil dan berkata kepada mereka, jika kamu tidak bertobat seperti anak kecil ini, kamu tidak punya tempat dalam Kerajaan Sorga.

##  Jangankan menjadi yang terbesar, jangankan menjadi yang terhebat, jangankan mendapat anugerah dalam Kerajaan Sorga, bahkan tempat saja dalam Kerajaan Sorga tidak mendapat.

Berarti dari ayat-ayat bacaan ini, ada 3 hal menarik dan penting tentang terbesar di dalam Kerajaan Sorga :

~~  1. Seorang yang selalu memikirkan untuk menjadi yang terbesar, HARUS BERTOBAT

Apa maksud dari kalimat ini ?
Ada banyak orang yang selalu di dalam pikirannya selalu ingin menjadi yang terbesar.
Dengan lain kata, apabila ia ada di dalam perusahaan, dia ingin menjadi yang terbesar, dia sikut orang lain, dia injek orang lain kalau perlu, dia rekayasa sesuatu, dan ia halalkan segala cara.

Saudaraku yang kekasih dalam Tuhan, bukan hanya dalam dunia rohani, tetapi di dalam dunia jasmani, orang sedang berlomba-lomba menjadi yang terbesar.
Yang dikhawatirkan sekarang ini manusia menjadi homo-hominilupus.
Manusia akan menjadi mangsa manusia lainnya, karena manusia sudah lupa dengan moral, manusia sudah lupa dengan Tuhannya dan aturan-aturan yang benar.

Yang ada sekarang ini hanyalah tujuan.
Dan ini terjadi di mana-mana, dalam hal dagang, dunia bisnis, pemerintahan, semua ingin menjadi besar dan menghalalkan segala cara.
Yang lebih parah lagi, sekarang hal ini sudah merambat di dalam bidang pelayanan rohani. Tidak tahu apapun yang terjadi, gereja ingin menjadi yang terbesar, tidak tahu apakah dengan harus merampas gereja kecil lainnya, atau merampas jemaat dari gereja lain atau tidak tahu dengan mengambil pelayan dari gereja lain, yang terpenting adalah dia menjadi yang terbesar.

Saudaraku, Kristus mulai mengajar hal yang sangat keras di sini, karena ingat, yang datang kepada Yesus adalah murid-muridNya, dan bukanlah orang yang belum bertobat.
Tetapi jawaban Yesus pada ayat yang ke-3 sungguh sangat tajam sekali
Mat 18 : 3
Lalu Yesus berkata:"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat".

Di sini kita lihat, padahal mereka semua itu murid-murid Yesus, yang sudah bertobat dan mengakui Mesias sebagai anak Allah yang hidup.
Tetapi sekarang Yesus berkata, "Jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti salah seorang anak kecil ini, kamu tidak mendapat tempat dalam Kerajaan Sorga."
Berarti, SEORANG YANG SELALU MEMIKIRKAN DIRINYA MENJADI YANG TERBESAR, DIA HARUS BERTOBAT.

Saya bukan bilang bahwa orang Kristen harus pasrah, atau Quisera-sera / whatever will be-will be, apapun yang terjadi, terjadilah.

Saya bukan bilang orang Kristen harus percaya nasib dan biar takdir yang terjadi.
Bukan itu !
Kita percaya akan penyertaan Allah, kita percaya akan iman, tapi kalau akhirnya kita punya motivasi untuk menjadi yang terbesar, kita sedang ada di jalan yang salah.

Dan setiap pendengar yang diberkati Tuhan,
bagus untuk punya iman,
bagus untuk memiliki mimpi akan perkara-perkara besar,
tetapi KITA HARUS SADAR BAHWA TANPA TUHAN, KITA TIDAK DAPAT BERBUAT APA-APA.

~~  2. Seorang yang ingin menjadi besar, DIA HARUS BERANI MERENDAHKAN DIRI.

Mat 18 : 4
Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.

Kalau seorang ingin menjadi besar, atau berhasil, atau ingin maju.
Apakah saudara seorang muda yang rindu sekali berhasil dalam studi saudara, atau saudara rindu sekali untuk memperoleh suatu keberhasilan, karena mungkin saudara berasal dari keluarga miskin.
Tetapi, saudara ingin sekali menjadi anak yang berhasil sehingga dapat mengangkat citra keluarga, dapat menolong papa dan mama.
Tetapi kalimat saya sederhana, SEORANG YANG INGIN BERHASIL, HARUS BERANI UNTUK MERENDAHKAN DIRI.

Ada banyak orang yang sebetulnya tidak mendapat atau tidak mempunyai kerjaan.
Tetapi sebenarnya dia tidak setia dengan hal-hal kecil, mungkin dia terlalu sombong dan tidak mau mulai dengan gaji kecil atau hal-hal kecil.
Tetapi, sekali lagi saya ingin ulangi, seorang yang ingin berhasil / menjadi besar, seorang yang ingin melihat sukses dalam hidupnya, harus berani merendahkan diri.

Saudaraku yang kekasih dalam Tuhan, orang-orang yang dipakai Tuhan adalah orang-orang yang merendahkan diri.
Orang-orang yang dipakai Tuhan adalah orang-orang yang tidak selamanya hebat atau sempurna atau tanpa kekurangan apapun.
##  Tetapi, orang-orang yang dipakai Tuhan, adalah orang-orang yang mau merendahkan diri.

Bila kita ingat bagaimana Tuhan memanggil Musa, dan Tuhan berkata,"Musa, tanggalkanlah kasutmu, sebab tempat dimana engkau berpijak itu kudus.
Alkitab berkata," Bagaimana musa menanggalkan kasutnya dan bersujud di hadapan Tuhan.
Peristiwa dimana Musa menanggalkan kasut dan sujud di hadapan Allah, artinya MUSA MERENDAHKAN DIRI.
Peristiwa ini mengajar kepada kita bahwa orang yang mau merendahkan diri diberkati untuk perkara-perkara yang besar.

~~  3. Besar / berhasilnya seseorang tergantung dari CARA DIA MENYAMBUT YESUS

Mat 18 : 5
"Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalama nama-Ku, ia menyambut Aku."

Adakah baginya Yesus adalah seseorang yang penting, sehingga setiap minggu ia harus ke gereja.
Apakah Yesus penting, sehingga setiap hari ia berdoa dan membaca Alkitab, karena tanpa Yesus jalannya akan gelap setiap hari.

Adakah Yesus penting, sehingga sebelum memulai aktifitasnya, ia membuka dan membaca Alkitab dan mulai dengan Firman Tuhan, karena Firman Tuhan menjadi dasar dan landasan dalam hidupNYA.
Itu yang saya beri nama besar atau berhasilnya seseorang dari cara ia menyambut Yesus.

Kalau dia sama sekali tidak punya respect / rasa hormat dan takut terhadap Yesus.
Kalau sempet ya, baru pergi ke gereja, kalau tidak sempat berdoa, kemudian berasumsi Tuhan juga ngerti !
##  Jawaban saya sederhana, Tuhan kita ngerti, tapi
kita harus menyambut Yesus sebagai Tuhan dan Raja,
kita harus menghormatinya sebagai Raja dan menempatkannya pada posisi yang paling penting dalam hidup kita,
maka kita akan melihat kemenangan dan keberhasilan ada di dalam jalan hidup kita.

Saudaraku, Yesus rindu untuk menyambut saudara,
Yesus rindu untuk melakukan perkara besar dalam hidup saudara,
Yesus rindu sekali untuk mengangkat saudara dan mencurahkan berkatNYA,
tapi adakah kita menyambut Yesus sebagai Raja, adakah kita menghormatiNYA sebagai Tuhan yang baginya tidak ada perkara yang mustahil.

Dan jika iya, saya percaya, saudara sedang ada di jalan yang benar untuk melihat kemenangan pada diri saudara.

Terimalah Yesus sebagai Juru Selamat dan buka hati, sebab IA adalah Tuhan yang siap mengampuni dosa saudara dan mengerjakan perkara besar dalam hidup saudara.

Doa :
Bapa di dalam Nama Yesus, engkau lihat setiap kami sekalian yang saat ini sedang berbeban berat dan ada dalam tekanan.
Atau ada dari kami sekalian yang punya ambisi dan menghalalkan segala cara, dan berkompromi dengan dosa.
Hamba berdoa saat ini "Dalam Nama Yesus" , mampukan kami untuk kembali ke jalan Tuhan, kami setia dalam perkara kecil, kami mendahulukan Tuhan dalam segala perkara. Dan kami melihat kemenangan dan keberhasilan bukan karena kekuatan kami, tetapi semuanya semata-mata hanya oleh Anugrah dan Kasih Tuhan.
Jamah kami yang sakit, yang berbeban berat, jamah kami yang mau terima Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat.
Lewat program ini, kami melihat Kuasa Yesus terjadi dalam hidup kami, haleluya, dalam Nama Tuhan Yesus kami berdoa dan mengucap syukur,
Amin !

Writer : Priscilla Stefanie

Komentar

Postingan Populer