SALIB


SALIB
GBI ROCK AMBON
Pastor Chris Manusama
Minggu, 27 Maret 2016


Salah satu pertanyaan yang harus kita jawab  setelah bertahun-tahun kekristenan ada di kota ini adalah “Apakah kita berdampak  bagi kota ini?”

Apa itu Salib? Apa yang telah Salib kerjakan untuk kita? Setelah gereja ada ratusan tahun, apa yang gereja sudah hasilkan?

Seorang yang bernama Lenin memulai pemuridan dengan 17 orang mahasiswa. Dia mengajarkan mereka tentang paham komunis. Dalam 20 tahun mereka mengubah satu bangsa menjadi komunis (Uni Soviet). 70 tahun kemudian 2/3 dunia dalam pengaruh komunis. Kita adalah akibat dari apa yang telah diajarkan puluhan tahun silam di gereja. Jadi apa yang gereja buat, apa yang gereja sudah ajarkan? Di momentum Paskah ini, mari kita sepakat bersama, mari kita sibuk mengubah diri kita. Sebab kita akan menjadi dampak bagi kota ini.

Ketika kita benar-benar berjalan bersama Tuhan, maka kita akan mendapat banyak penemuan baru.  Salah satu tanda kita bejalan dengan Tuhan adalah kita disukai. Jika kita disukai orang, maka apa yang kita bicarakan mereka akan dengarkan.

1 Akhirnya, Saudara-saudaraku, hendaklah kalian bergembira karena kalian sudah bersatu dengan Tuhan. Saya tidak merasa berat untuk mengulangi apa yang sudah saya tulis kepadamu sebelumnya; sebab hal itu baik untuk keselamatanmu. 2 Berhati-hatilah terhadap orang-orang yang melakukan hal-hal yang jahat, orang-orang yang pantas disebut ‘anjing’. Mereka mendesak supaya orang-orang disunat. 3 Padahal kitalah orang-orang yang sudah menerima sunat yang sejati, bukan mereka. Kita menyembah Allah dengan bimbingan Roh Allah sendiri, dan kita bersyukur karena kita hidup bersatu dengan Kristus Yesus. Kita tidak bergantung kepada upacara-upacara yang bersifat lahir. (Filipi 3:1-3 BIS)

Waktu kita masuk dalam pengalaman yang baru dengn Tuhan, itu bukan berarti kita telah mendapatkan semua kebenaran. Tapi untuk kita berjalan maju dibutuhkan wahyu, karena pewahyuan mendahului iman kemudian iman diikuti dengan pengalaman.  Setiap orang yang memberi diri dibaptis dan lahir baru adalah hasil dari pewahyuan tentang Tuhan Yesus yang menebus manusia dari dosa.

Tetapi sekarang, karena kalian sudah bersatu dengan Kristus Yesus, kalian yang dahulu jauh, telah didekatkan oleh kematian Kristus. (Efesus 2:13)

Setelah kita lahir baru kita ada dalam persekutuan dengan Tuhan. Dasar persekutuan kita dengan Allah adalah Darah Yesus Kristus.

Nah, Saudara-saudara, oleh kematian Yesus itu kita sekarang berani memasuki Ruang Mahasuci. (Ibrani 10:19)

Dalam Perjanjian  Lama orang awam tidak boleh masuk menghadap Allah sebab dianggap tidak layak, makanya diwakili oleh imam besar. Spirit itu masih ada di zaman sekarang, seakan-akan ‘Saya lebih istimewa dari semua orang, saya lebih berkenan dibanding yang lain.’ Pada dasarnya kita tidak sanggup melakukan hukum Taurat, tapi Yesus telah melakukan semuanya menggatikan kita. Sebab itulah Perjanjian Baru dibuat. Perjanjian baru adalah Yesus yang telah melakukan semua hukum Taurat hidup di dalam kita dan memampukan kita berjalan mengikuti kehendak Tuhan.

Saat kita terlepas dari dosa-dosa kita, maka kita punya 3 langkah ini:

1. Wahyu Roh kudus

Roma 6:6 Kita mengetahui bahwa tabiat kita yang lama sebagai manusia sudah dimatikan bersama-sama Kristus pada kayu salib supaya kuasa tabiat kita yang berdosa itu dihancurkan; dengan demikian kita tidak lagi diperhamba oleh dosa.

Waktu kita benar-benar lahir baru, roh kita ditebus dan sempurna. Tapi tubuh dan jiwa belum, sebab dosa berdiam di tubuh jasmani kita. Jadi yang kita harus lakukan adalah melatih tubuh kita untuk hidup dan melakukan kebenaran sesuai firman Tuhan.

2. Iman

Kalian harus juga menganggap dirimu mati terhadap dosa, tetapi hidup dalam hubungan yang erat dengan Allah melalui Kristus Yesus. (Roma 6:11)

3. Konsekrasi

‘Konsekrasi’ diterjemahkan sebagai perubahan roti dan anggur menjadi kehadiran Kristus. Hal ini berhubungan dengan iman. Jadi waktu kita melakukan perjamuan kudus tanpa iman, maka kita sebenarnya hanya menjalankan ritual agama semata. Arti yang lain dari ‘Konsekrasi’ adalah secara resmi menjadikan sesuatu kudus dan layak untuk digunakan.

Janganlah juga Saudara menyerahkan anggota badanmu kepada kuasa dosa untuk digunakan bagi maksud-maksud yang jahat. Tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang yang sudah dipindahkan dari kematian kepada hidup. Serahkanlah dirimu seluruhnya kepada Allah supaya dipakai untuk melakukan kehendak Allah. (Roma 6:13)

Seringkali kita tidak mengetahui kehendak Allah karena kita belum menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah. Ada tipuan-tipuan dan konsep-konsep yang salah tentang menyerahkan diri kepada Allah. Misalnya sebagian orang berpikir kalau kita menyerahkan diri kepada Allah, artinya hidup kita jadi terbatas. Padahal Yesus berjanji bahwa Dia datang untuk memberi hidup dan hidup dalam kelimpahan. Tuhan tahu apa yang kita butuhkan.

Roma8:1-4  Inilah yang dikatakan wahyu selalu mendahului iman. Pewahyuan adalah  pekerjaan Roh kudus yang diberikan dengan maksud membuat Alkitab atau firman itu membawa kita masuk ke dalam seluruh kebenaran.

Tetapi kalau Roh itu datang, yaitu Dia yang menyatakan kebenaran tentang Allah, kalian akan dibimbing-Nya untuk mengenal seluruh kebenaran. Ia tidak akan berbicara dari diri-Nya sendiri tetapi mengatakan apa yang sudah didengar-Nya, dan Ia akan memberitahukan kepadamu apa yang akan terjadi di kemudian hari. (Yohanes 16:13)

Kerinduan Roh kudus adalah memberitahukan seluruh kebenaran kepada kita. Jadi waktu kita mengalami kesulitan, datang pada Tuhan, bicara dengan Dia.

Ada 4 aspek perkerjaan Salib:

Darah menanggulangi pekerjaan dosa.

Salib Kristus menanggulangi tabiat dosa.

Kehidupan Kristus mengambil tempat di dalam kita, membuat manusia menjadi ciptaan baru. Di sini terjadi penggantian hidup. Jadi Dia hidup di dalam kita.

Maut bekerja di dalam manusia alamiah. Tapi membuat Roh yang bekerja di dalam kita semakin terbukti.

Kematian dan kebangkitan Kristus bukan hanya menanggulangi dosa-dosa kita dan manusia lama kita. Tapi juga memungkinkan terwujudnya tujuan Allah yang tidak dimasuki oleh Adam.

Baca  Efesus 1:3-6, Setiap orang akan merasa istimewa menjadi orang yang dipilih. Jika dunia yang memilih kita alasannya selalu prestasi kita. Tapi jika Tuhan yang memilih, Dia tidak melihat latar belakang atau riwayat hidup kita. Tuhan pilih kita karena Dia mau kita menjadi anakNya. Ini adalah kabar gembira.

Firman Allah tidak mengajarkan kita untuk memandang penebusan adalah segalanya, karena hal itu seakan-akan kita diciptakan untuk ditebus. ‘Penebusan’ adalah satu tindakan darurat karena ada bencana yang merusak tujuan Allah. ‘Kejatuhan’ merupakan satu penyimpangan yang tragis dari tujuan Allah. Penebusan adalah satu pemulihan yang penuh berkat. Tapi kalau penebusan itu sudah selesai, masih ada pekerjaan lain yang harus Allah selesaikan bagi kita dan tidak dimiliki oleh Adam.

“Apa tujuan Allah?” Waktu Yesus pertama kali datang dan penebusan belum terjadi, Dia disebut ‘Anak tunggal Allah’. Setelah ditebus, Yesus menjadi ‘Yang sulung di antara saudara-saudaraNya’. Jadi rencana Tuhan tidak berhenti di penebusan, sebab kita akan memerintah bersama Dia. Jadi yang mengalahkan iblis bukan Tuhan tapi kita. Sebab itu Tuhan memberikan kuasa kepada kita untuk mengalahkan iblis.

Setelah ditebus, hidup seperti apa yang mestinya kita jalani?

19 Tetapi saya sudah mati terhadap hukum agama — dimatikan oleh hukum itu sendiri — supaya saya dapat hidup untuk Allah. Saya sudah disalibkan bersama Kristus. 20 Sekarang bukan lagi saya yang hidup, tetapi Kristus yang hidup dalam diri saya. Hidup ini yang saya hayati sekarang adalah hidup oleh iman kepada Anak Allah yang mengasihi saya dan yang telah mengurbankan diri-Nya untuk saya. (Galatia 2:19-20)

Kita hanya perlu menyediakan tempat untuk Yesus hidup di dalam kita.

2 Apakah kalian tidak tahu bahwa umat Allah akan mengadili dunia ini? Jadi, kalau memang kalian akan mengadili dunia ini, apakah kalian tidak sanggup menyelesaikan perkara-perkara pengadilan yang tak berarti? 3 Apakah kalian tidak tahu bahwa kita akan mengadili malaikat-malaikat? Lebih-lebih lagi perkara-perkara kehidupan sehari-hari! (I Korintus 6:2-3)

Artinya kita akan duduk menjadi hakim yang sederajat dengan Trinitas. Amin.

Sumber YouTube
Joshua Ivan Sudrajat

Komentar

Postingan Populer