Membalikkan Keadaan

“Membalikkan Keadaan”


Pdt. Petrus Agung Purnomo

Bahan Renungan : II Raja 4 : 1 – 7

Menurut tradisi orang yahudi, para Rabi mempunyai kesepakatan tentang seorang janda yang ditolong oleh Elisa, janda itu adalah jandanya obaja. Kalau kita melihat dalam I Raja 18 : 1 – 4 ; obaja adalah seorang pegawai raja Ahab yang takut akan Allah, obaja memelihara 100 nabi ketika Izebel istri Ahab memberikan perintah untuk membunuh semua Nabi yang ada di Israel. Obaja ini memelihara seratus nabi dengan membagi dua kelompok, masing – masing kelompok berisi 50 orang. Obaja banyak mengeluarkan biaya untuk memelihara kehidupan para nabi itu selama 3 tahun, sehingga obaja mempunyai banyak hutang. Orang yang memelihara nabi akan menerima upah nabi juga. Ketika obaja meninggal anak dan istrinya harus menanggung hutang obaja, namun cerita itu tidak selesai sampai disitu. Tuhan menolong janda dari obaja beserta dengan anak – anaknya. Tuhan menolong mereka dengan luar biasa. Janda Obaja tidak menanggung hutang.
Pesan ke dua yang Tuhan mau katakan adalah : Pinjam bejana – bejana dan jangan terlalu sedikit. Tuhan mengatakan seberapa besar akan terjadi pembalikan keadaan adalah tergantung seberapa besar bejana atau tempayanmu. Pembalikkan keadaan tergantung dari seberapa rakus dan tamaknya engkau akan kelaparan akan kebenaran firman Allah. Kenapa saya memakai kata tamak dan rakus ? karena saya melihat kalau orang hanya merasa laparnya sedikit maka respon kepada Tuhannya juga sedikit atau kecil, jika kita mempunyai rasa tamak dan rakus akan kebenaran Tuhan maka akan terjadi pembalikkan keadaan menurut rasa rakus dan tamak akan kebenaran akan Allah. Pembalikkan keadaan terjadi sesuai dengan respon dan reaksi kita akan rakus dan lapar akan kebenaran Tuhan atau hal – hal dari Tuhan. Jika kita hanya sedikit lapar maka respon kita akan kecil, pelan dan lambat hal ini menunjukkan daya tampung yang sedikit. 

Komentar

Postingan Populer