Senin, 26 Desember 2011

Nubuat dan Penggenapan dari Hari Raya Yang Terlupakan


Nubuat dan Penggenapan dari Hari Raya Yang Terlupakan

Ev. Elisheva


Pagi itu saya terbangun jam 3.30. Setelah ke kamar mandi saya duduk di atas tempat tidur dan mulai berdoa, memuji dan menyembah TUHAN. Segera, hadirat Roh Kudus sangat terasa dan saya mulai ‘berendam’ di dalamNya.
Pesan hari itu adalah mengenai sebuah Hari Raya yang terlupakan oleh gereja dan orang Kristen di seluruh dunia. Ribuan tahun yang lalu TUHAN melakukan pekerjaan besar bagi Israel, hanya sekitar 160-165 tahun sebelum Sang Mesias, Yesus (Yahshua), lahir di Betlehem.
TUHAN mengingatkan saya kembali apa yang diceritakan oleh guru Torah dan Bahasa Ibrani saya mengenai hari raya tersebut. Pagi itu, kisah itu mengharukan saya bukan karena itu adalah kisah yang sedih tetapi karena campur TUHAN yang bekerja lebih dari 2000 tahun yang lalu membuat saya melihat betapa TUHAN mencintai umatNya, dan tidak pernah Dia diam tanpa memberikan pembelaan. Terror dari TUHAN-nya Israel sekali lagi di demonstrasikan di dalam cerita tersebut, yang Hari Rayanya telah dilupakan oleh gereja.
Roh Kudus mendorong saya untuk menceritakan kisah ini kepada dunia sekali lagi, terutama kepada orang-orang percaya dari bangsa-bangsa selain Israel. Namun karena khawatir dibilang aneh oleh mereka baik di gereja maupun di dunia maya, saya meminta tanda apa saja yang bisa menguatkan saya untuk melakukan apa yang Dia minta.
TUHAN memberikan 3 tanda.
Tanda pertama saya dapatkan dari Zak 1:4. Ketika itu saya bersiap-siap untuk membaca Alkitab setelah pujian dan penyembahan. Dan ayat pertama yang seperti loncat keluar dan menggores hati saya ketika itu adalah ayat tersebut.
Berkatalah kepadaku malaikat yang berbicara dengan aku itu: Serukanlah ini: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Sangat besar usaha-Ku untuk Yerusalem dan Sion…
TUHAN sudah berbuat begitu banyak pekerjaan dalam hal Yerusalem dan Sion. Tetapi Iblis berhasil menutupinya dengan cara menutup-nutupi sejarah, atau membuat orang percaya tidak merayakannya. Bukankah secara umum kita dipanggil menjadi saksi atas semua perbuatan besar dari TUHANnya Abraham, Ishak dan Yakub? Baik itu pada zaman PL maupun pada zaman PB melalui karya penebusan Anak Domba, bukankah panggilan kita adalah mendeklarasikan pekerjaanNya itu kepada dunia?
Tetapi banyak pekerjaan dahsyat TUHAN berlalu tanpa diketahui dan tanpa dideklarasikan dengan lantang sama sekali oleh orang percaya yang tergabung di dalam gereja. Salah satunya adalah Hari Raya yang kita bahas di dalam artikel ini.
Tanda kedua, RK mengingatkan kembali akan ayat yang menunjukkan bahwa Yesus (Yahshua) sendiri pun merayakan Hari Raya ini.
Tidak lama kemudian tibalah hari raya Pentahbisan Bait Elohim di Yerusalem; ketika itu musim dingin. Dan Yesus berjalan-jalan di Bait Elohim, di serambi Salomo. (Yoh 10:22)
Di dalam bahasa Inggrisnya “Hari Raya Pentahbisan Bait Elohim” sebenarnya disebut sebagai “Feast of Dedication”, yaitu Hari Raya yang mendedikasikan kembali Bait Suci kepada Pemiliknya yang sah, yaitu YHVH Elohim Adonai, Elohim Israel. Hari raya ini sekarang dikenal dengan sebutan bahasa Ibraninya, yaitu Hari Raya Hanukah.
Kita tau bahwa gereja mengakui diri mereka sebagai “tubuh Kristus”. Sebenarnya “tubuh Kristus” yang 2000 tahun yang lalu berjalan di atas bumi ini, merayakan Hari Raya ini. Dengan demikian akan jadi tidak konsisten apabila “tubuh Kristus” yang sekarang tidak merayakannya.
Tetapi proses penyucian dan pengkudusan ini masih terus dilakukan oleh Roh Kudus di hari-hari ini. Saya percaya di akhir zaman, gereja akan dibawa ke suatu arah yang belum pernah dipikirkan oleh orang selama ini, yaitu kembali kepada standard kekudusan dan standard ketaatan Yesus (Yahshua). Dan standard kekudusan dan ketaatan Yesus (Yahshua) terukur di dalam TORAH.
Tanda ketiga adalah sesuatu yang saya temukan di dalam kalender tahun ini, berdasarkan apa yang Roh Kudus tunjukkan kepada saya. TUHAN meminta saya untuk memeriksa pada tanggal berapa perayaan Hanukkah jatuh pada tahun ini. Ketika saya cek, Hanukkah jatuh pada tanggal 20 Desember 2011.
Mungkin bagi orang lain, ini tidak ada artinya. Tetapi bagi saya, itu sesuatu yang semakin menguatkan saya untuk menceritakan kisah mengenai Hanukkah dan ikut merayakannya sendiri. Tanggal itu adalah tanggal dimana gereja besar di Semarang mengadakan Natal di Jakarta. Gereja di Semarang ini adalah tempat dimana pendiri gereja kecil di Bekasi tempat kami beribadah,  JKI Mount Tziyon, belajar dan bertumbuh dan sekarang pekerja-pekerjanya pun masih terus belajar dari mereka.
Ketika saya masih terkejut, Roh Kudus mengatakan, “Bukan kebetulan kalau Aku mengatur supaya ibadah di Jakarta jatuh pada erev Hanukkah (malam sebelum Hanukkah).”
Selama beberapa hari setelah pagi itu, saya mencoba untuk mencari semakin banyak sumber yang menceritakan mengenai kejadian ribuan tahun yang lalu pada jaman Yehuda Makabi atau juga dikenal dengan nama Judah Maccabee. Saya membaca tulisan sejarahwan Yahudi Josephus dan kitab Makabi itu sendiri yang ada di dalam Alkitab Katolik. Dan semakin saya mengerti peristiwa dan campur tangan TUHAN di dalam peristiwa tersebut, semakin saya merasa terharu dan terdorong untuk merayakan. Bukan untuk gaya-gayaan, tetapi jauh dari dalam hati, saya punya kerinduan untuk mendeklarasikan apa yang TUHAN kerjakan melalui Yehuda Makabi.
Peristiwa di Balik Hanukkah, Sebuah Penggenapan Nubuatan
Di bawah ini saya menyertakan sebuah video singkat mengenai peristiwa asal-muasal Hari Raya Hanukkah. Video ini berbahasa Inggris tetapi East Lightning Media Ministry menambahkan subtitle pada video tersebut.
Pada tahun 168 SM Raja Yunani Antiochus yang ketika itu sedang menjajah Yerusalem, memaksa masuk ke dalam Bait Suci Salomo dan mengubahnya menjadi sebuah tempat penyembahan dan penghormatan dewa Yunani Zeus (yang juga dikenal dengan nama Yupiter di dalam agama pagan Roma). Bukannya menuangkan darah kambing dan domba, Raja Antiochus malah menuangkan air bekas rebusan babi di atas mezbah TUHAN Israel. Dia bahkan sampai masuk ke dalam Tempat Ruang Maha Kudus untuk merebus babi itu. Sementara itu dia juga mengorbankan babi di atas mezbah.
Kemudian Antiochus mendirikan patung Zeus di bagian Ruang Kudus Bait Suci tersebut, yang mukanya adalah mukanya sendiri dan dengan demikian memproklamasikan dirinya sebagai tuhan. Raja ini membuat semua orang di Yerusalem berlutut dan menyembah patung dewa tersebut, menyebabkan banyak orang Yahudi yang murtad karena takut pada pedang dan api, yaitu hukuman mati bagi semua orang yang tidak mau menyembahnya.
Pencemaran kekudusan Bait Suci TUHAN menjadi kekejian bagi orang Yahudi dan oleh para sejarahwan Yahudi, peristiwa ini disebut dengan “Abomination that Causes Desolation“, atau “Kekejian yang Membinasakan”.
Istilah di atas (abomination that causes desolation) adalah istilah yang persis sama yang dipakai oleh Daniel di dalam Dan 11:31. Dalam perikop ini, Daniel menubuatkan bahwa akan ada tentara dari bangsa lain yang masuk ke dalam Bait Suci TUHAN dan menajiskannya. Pemimpin atau raja bangsa ini pun menyebabkan banyak orang menyembah dewa lain demi kuasa, kekayaan atau nyawa. Mereka yang menolak menyembah dewa lain selain Elohim Israel, akan mati karena pedang atau api.
 Tentaranya akan muncul, mereka akan menajiskan tempat kudus, benteng itu, menghapuskan korban sehari-hari dan menegakkan kekejian yang membinasakan(abomination that causes desolation). Dan orang-orang yang berlaku fasik terhadap Perjanjian akan dibujuknya sampai murtad dengan kata-kata licin; tetapi umat yang mengenal Allahnya akan tetap kuat dan akan bertindak. (Dan 11:31-32)
Kekejian ini menyebabkan terjadinya pemberontakan sebuah keluarga bernama Makabi yang artinya “Palu”. Selama 3.5 tahun Yehuda Makabi atau Judah Maccabee dan pasukannya berperang melawan penjajahan ini sampai pada tahun 165SM mereka memenangkan peperangan. Jumlah pasukan di bawah pimpinan Yehuda Makabi hanya berjumlah 12,000 orang sementara dari tentara musuh ada 40,000 orang. Tetapi seperti pada jaman Gideon, TUHAN berkenan kepada kelompok yang jumlahnya lebih kecil sehingga kemenangan berada di tangan Yehuda Makabi.
Selama 3.5 tahun ini adalah masa di mana kaum Israel berada di bawah tekanan yang membuat mereka tidak bisa lagi beribadah kepada TUHAN yang benar. Ini menjadi penggenapan atas nubuatan Daniel sendiri yang mengatakan bahwa Israel akan berada di tangan pemimpin keji ini selama “satu masa, dua masa, dan setengah masa”… yaitu 3.5 masa.
Lalu kudengar orang yang berpakaian kain lenan, yang ada di sebelah atas air sungai itu bersumpah demi Dia yang hidup kekal, sambil mengangkat tangan kanan dan tangan kirinya ke langit: “Satu masa dan dua masa dan setengah masa; dan setelah berakhir kuasa perusak bangsa yang kudus itu, maka segala hal ini akan digenapi!” (Dan 12:7)
Ketika pasukan Yehuda Makabi berhasil merebut kembali Bait Suci, mereka memulai proses pentahiran dan pengudusan kembali Bait itu. Patung Zeus dirobohkan dan dihancurkan sampai melebur menjadi pasir, lalu mezbah tempat air rebusan babi dan darah babi tertumpah dihancurkan dan dibuang. Berdasarkan 2 Taw 29:16-17, proses pentahiran dan pengudusan Bait Suci tersebut dilakukan dalam waktu 8 hari.
Sesudah itu masuklah para imam ke bagian dalam rumah TUHAN untuk mentahirkannya. Semua yang najis, yang didapati mereka di dalam bait TUHAN, dibawa ke pelataran rumah TUHAN; orang-orang Lewi menerimanya untuk diangkut ke luar, ke lembah Kidron.
Pekerjaan menguduskan itu dimulai pada tanggal satu bulan yang pertama. Pada hari kedelapan bulan itu mereka sampai ke balai rumah TUHAN dan menguduskan seluruh rumah TUHAN dalam delapan hari. (2 Taw 29:16-17)
Ketika orang Israel mencari minyak untuk menyalakan 7 lilin dalam kaki dian (menorah) selama masa pentahiran itu, minyak murni yang bisa mereka temukan hanya cukup untuk menyalakan lilin-lilin itu selama 1 hari saja. Tetapi sekali lagi TUHAN ikut campur tangan, karena TUHAN sendirilah yang memiliki kepentingan untuk menguduskan Bait Suci itu. Pentahiran tersebut adalah “proyek TUHAN” maka persediaan minyak dan semua yang dibutuhkan juga berasal dari TUHAN. Pada akhirnya minyak yang hanya sedikit itu akhirnya bertahan lama sampai 8 hari.
Sementara itu masa kesulitan dalam zaman Yehuda Makabi diakhiri dengan penyalaan lilin dalam proses pentahiran dan dedikasi Bait Suci selama 8 hari. Mereka yang familiar dengan makna-makna profetik dari angka-angka di dalam Alkitab, tau bahwa 8 hari dengan 8 lilin menandai awal yang baru. Ada 7 hari dalam satu minggu. Dan hari ke-8 sebenarnya adalah hari pertama dari minggu yang berikut, sebuah hari yang baru dalam minggu yang baru.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar