Jangan Salah Ambil Keputusan

Jangan Salah Ambil Keputusan

Foto Samuel Benny Oenadi.
Bilangan 14:30 — “ Bahwasanya kamu ini tidak akan masuk ke negeri yang dengan mengangkat sumpah telah KU-janjikan akan KU-beri kamu diami, kecuali Kaleb bin Yefune dan Yosua bin Nun!”

Dua anak muda yang tercatat dalam ayat tersebut diatas "kecuali Kaleb bin Yefune dan Yosua bin Nun!" mereka dipilih TUHAN untuk masuk ke dalam tanah perjanjian. Bagaimana kedua anak muda tersebut berani mengambil keputusan untuk tetap benar dihadapan TUHAN, ditengah rekan dan teman-teman yang berbeda pendapat. Hari-hari ini kita membutuhkan keputusan yang tepat, karena keadaan atau situasi yang mendesak mau tidak mau harus mengambil keputusan, dan keputusan itu bisa besar atau kecil. Pada saat kita mengambil keputusan biarlah keputusan itu hanya berkenan dan menyenangkan hati TUHAN, karena ketika kita memutuskan untuk TUHAN pasti akan diingat oleh TUHAN.
Kenapa Yosua dan Kaleb diberkati TUHAN ?


1. Bertindak, berpikir dan berkata yang positif sekalipun dikelilingi oleh hal-hal yang negatif. Bilangan 14:7-8 — “ dan berkata kepada segenap umat Israel: "Negeri yang kami lalui untuk diintai itu adalah luar biasa baiknya. Jika TUHAN berkenan kepada kita, maka IA akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya." Yosua dan Kaleb mengatakan yang positif tentang negeri yang diintainya, sekalipun 10 orang lainnnya mengatakan yang negatif. Ketika Yosua dan kaleb berani mengambil tindakan dan berbicara benar sekalipun sebagai kaum minoritas, semua itu dicatat dan diingat oleh TUHAN, sehingga TUHAN memberikan anugerah terbesar dalam hidupnya untuk masuk dan menikmati negeri yang berlimpah susu dan madu. Begitu juga hidup kita, sekalipun kita kaum minoritas, terkecil, ketika kita berani mengambil keputusan dengan tindakan dan perkataan kita benar, maka TUHAN tahu dan akan memberkati kita.

2. Tahu jalan keluar dalam setiap persoalan karena percaya TUHAN menyertai kita. Bilangan 14:9 — “ Hanya, janganlah memberontak kepada TUHAN, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis. Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang TUHAN menyertai kita; janganlah takut kepada mereka." Seorang yang mengatakan mendapatkan kemenangan yang sejati pasti mengetahui jalan keluar. Yosua dan Kaleb tahu bahwa persoalan yang dihadapi berat, dan jalan keluar dari persoalan itu hanya satu yaitu harus keluar dari dosa, apa itu dosa ? berontak, bersungut-sungut, tidak percaya kepada TUHAN adalah dosa. Yosua dan Kaleb tahu bahwa hanya ada satu jalan keluar yaitu melalui dan lewat TUHAN.

3. Mengakhiri Pertandingan Dengan Baik
"Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat. Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh TUHAN, Hakim yang adil, pada hari-NYA; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-NYA." 2 Timotius 4:6-8


Kita semua memliki kerinduan yang sama yaitu merindukan kedatangan TUHAN YESUS KRISTUS yang kedua kali. Dan Alkitab juga mencatat bahwa TUHAN YESUS akan datang kembali. Untuk itu marilah kita terus berjuang sampai garis akhir dan memelihara iman, karena telah tersedia bagi kita mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan bagi setiap kita dari TUHAN YESUS. Mereka yang telah mati terlebih dahulu, mereka juga akan menerima mahkota kebenaran. Ada banyak orang memiliki hidup tetapi dia tidak dapat memelihara hidup dengan baik. Kita harus mengakhiri pertandingan dengan baik.

Hal-hal yang harus kita perhatikan untuk kita dapat mengakhiri pertandingan dengan baik :

A. Menjadi Contoh Hidup.
"Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat." 2 Timotius 4:6


Memberikan pengajaran atau teori dalam kata-kata mungkin tidak terlalu sulit, tetapi yang sulit adalah menjadi contoh hidup dan teladan bagi orang lain. Bukan hanya kita bisa berkata-kata tetapi juga harus melakukan atau menghidupi apa yang kita katakan. Kalau kita mau menerima mahkota kebenaran, jadilah contoh dan teladan bagi orang lain baik melalui perkataan, sikap, tingkah laku, dan gaya hidup kita. Rasul Paulus memberikan contoh hidup bagaimana dia rela berkorban untuk jemaat dan Timotius.


B. Belajar Menjadi Orang Kristen Yang Tidak Hanya Hidup Dalam Situasi Yang Menyenangkan.
"Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat." 2 Timotius 4:6


Kekristenan itu bukan anti dengan penderitan, tetapi sebagai orang Kristen kita juga harus siap dengan penderitaan. Kalau YESUS KRISTUS mengijinkan dimana ada saat kita mengalami penderitaan, tetaplah kuat dan setia. Kalau kita mau menerima mahkota kebenaran, kita harus belajar dari TUHAN YESUS KRISTUS yang mau berkorban dan menderita bagi setiap orang. Akrablah dengan penderitaan, karena kemulian dari TUHAN tidak sebanding dengan penderitaan tersebut.


C. Tidak Mudah Mundur.
"Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh TUHAN, Hakim yang adil, pada hari-NYA; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-NYA." 2 Timotius 4:7-8


Kita harus bertahan dan tidak mundur dalam hal apapun yang menyangkut iman dan pekerjaan kita didalam KRISTUS YESUS TUHAN. Jangan salah mengambil keputusan...Akhirilah pertandingan dengan baik maka bagi setiap kita telah tersedia mahkota kebenaran, Amin. TUHAN YESUS Memberkati.

Komentar

Postingan Populer