Sepatah Kata Mengubah Nasib



Sepatah Kata Mengubah Nasib
Pdt. Petrus Agung Purnomo



Kita belajar sesuatu, keadaan harus diubah. Mulai membalikkan keadaan. Kita mesti belajar membangun benteng dan kita percaya kalau kita biarkan Tuhan mendidik kita, kita akan menjadi sebuah pasukan dengan kekuatan Tuhan yang luar biasa.

Ibrani 11 : 3 Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman l  Allah 1 , sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.

Firman Tuhan itu membuat yang tidak kelihatan menjadi kelihatan. Firman Tuhan itu mempunyai kekuatan. Firman menjadi daging. Yesus itu sang Firman, dan Ia mempunyai kekuatan menjelma menjadi manusia. Perkataan kita bukan Cuma omongan biasa, tetapi ada kuasa dalam perkataan kita, seperti dikatakan Alkitab :

Amsal 18 : 21 Hidup dan mati r  dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya. s 

Orang Israel menggerutu ketika mendengar laporan para pengintai yang diutus Musa untuk mengintai Tanah Kanaan dan Tuhan menanggapi dengan keras ;

Bilangan 14 : 27 – 28  14:27 "Berapa lama lagi umat yang jahat ini akan bersungut-sungut kepada-Ku? Segala sesuatu yang disungut-sungutkan orang Israel o  kepada-Ku telah Kudengar. 14:28 Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, p  demikianlah firman TUHAN, bahwasanya seperti yang kamu katakan di hadapan-Ku, demikianlah akan Kulakukan kepadamu. q 

Banyak orang tidak menyadari bahwa perkataan kita ini mempunyai kekuatan yang besar dan daya cipta yang luar biasa. Apapun yang kita gemakan dengan perkataan kita, akan kita makan buahnya. Kalau kita menggemakan sebuah kutukan, maka kutukan yang akan kita makan. Kalau kita menggemakan sebuah perkataan negatif, maka yang negatif akan datang. Tetapi kalau kita menggemakan perkataan yang positif, kita menggemakan perkataan yang dari Tuhan, itulah yang akan terjadi. Jadi entah kita memberkati atau mengutuki diri sendiri, tergantung dari bagaimana kita menggunakan setiap perkataan yang keluar dari mulut kita, tergantung seperti apa kita mengucapkan perkataan-perkataan kita. Bukankah Tuhan Yesus juga berkata :

Matius 12 : 36 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman 1 .

Firman Tuhan menjelaskan bahwa dari yang tidak ada telah tercipta segala sesuatu yang nyata. Barangsiapa ingin mandat dan berkat Tuhan menjadi kenyataan dalam hidupnya harus ingat bahwa semua itu akan terjadi dengan kuasa perkataan.Orang bertanya : “Pak, apakah sesimple itu sajakah ?” Jawab saya : “Ya ! Sesederhana itu : ”Kuasa Perkataan !.” Kalau kita ucapkan dengan segenap hati, sesuatu akan terjadi. Masih ingat cerita Perwira Romawi yang hambanya sakit ? Bagaimana ia datang kepada Yesus dan berkata :

Matius 8 : 8 Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: "Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. r 

Satu patah kata dari Tuhan mengubah nasib orang. Kita anak-anakNya mewarisi semua kekuatan dan kuasa dari Bapa kita. Oleh sebab itu mulai saat ini jagai perkataan kita, ucapkan hal-hal yang baik, ucapkan hal-hal yang luar biasa. Jika orang berkata kepada kita : “Kelihatannya hidupmu tambah sengsara ya....” Jangan berkata : “Iya saya memang sengsara kok,...” karena demikianlah akan terjadi dalam hidup kita, kita akan sengsara. Kita harus mulai berkata : “Di dalam Nama Tuhan Yesus, hidupku akan naik dan tidak turun ! Aku kepala dan bukan ekor ! Tuhan yang tolong aku !”

Kita harus belajar berani mengatakan : “Tidak !” terhadap setiap perkataan yang bukan dari Tuhan. Jangan biarkan siapapun didepan kita yang mengutuk kita. “Kalau dia ngomong dari belakang ?” Itu tanggung jawabnya sendiri, setiap perkataan sia-sia akan dihakimi oleh Tuhan.

Sedangkan kita, biarlah kita masing-masing menggunakan mulut kita untuk memperkatakan apa yang Firman Tuhan katakan. Mulai saat ini belajarlah memperkatakan Firman Tuhan yang bertolak belakang dengan keadaan kita yang negatif, sengsara, miskin, bangkrut. Belajar mengucapkan kata-hata yang mengubah keadaan kita. Melalui kuasa perkataan akan menghasilkan kekuatan Tuhan yang luar biasa.  Kita harus paham bahwa kuasa perkataan kita ini mempunyai akibat yang besar.

 Yeremia 1 : 9 – 10 1:9 Lalu TUHAN mengulurkan tangan-Nya dan menjamah r  mulutku; TUHAN berfirman kepadaku: "Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu 1 . s  1:10 Ketahuilah, pada hari ini Aku mengangkat engkau atas bangsa-bangsa t  dan atas kerajaan-kerajaan untuk mencabut u  dan merobohkan 2 , untuk membinasakan dan meruntuhkan, untuk membangun dan menanam. v "

Dengan menaruh perkataanNya ke dalam mulut Yeremia, Tuhan mengangkat Yeremia, dan dengan kuasa perkataan yang diberikan Tuhan itu, Yeremia dapat mencabut dan merobohkan, membinasakan dan meruntuhkan, membangun dan menanam ! Dengan kuasa perkataan itu orang dapat mencabut, merobohkan, membinasakan, meruntuhkan, membangun, menanam. Semua itu hanya dengan kuasa perkataan. Pada waktu kita dapat memenangkan sebuah pertempuran, dan perkataaan kita diucapkan, kita tarik jiwa-jiwa, maka mereka pasti datang.

Beberapa tahun yang lalu saya diminta KKR disuatu kota dipinggiran kota Manado. Gawat sekali jam karetnya ! Seharusnya kebaktian jam lima sore, jam tujuh malam belum ada orang yang datang.  Beberapa teman dari Yayasan Mahanaim hadir pada waktu itu, karena memang itu juga program mereka. Tidak ada orang yang datang setelah dua jam lewat. Dalam keadaan normal saya sebetulnya ingin pulang. Ngapain disitu karena kosong tempatnya, tidak ada satu orangpun, bahkan panitia pun belum muncul setelah dua jam lewat itu. Tetapi teman-teman dari Mahanaim ini rupanya mengerti sesuatu hal. Mereka mulai berdoa dan mereka ikat dan perangi roh-roh yang ada disekitar tempat itu. Didepan saya mereka mulai berteriak-teriak : “Aku panggil jiwa-jiwa dari Utara, Selatan, Timur dan Barat. Saya berkata dalam hati : “Jiwa-jiwa kok diomelin begini !?!.” Biarpun kita teriak-teriak mereka tidak akan dengar ! Tetapi dalam waktu beberapa menit orang mulai datang mengalir sampai tempat itu penuh. Hal ini betul-betul terjadi. Jadi, kalau kita memahami dan percaya, hidup kita akan berubah. Kuasa Perkataan itu mengubah banyak hal, sesuatu dicabut, dirobohkan, dibinasakan, diruntuhkan, dibangun, ditanam oleh kuasa perkataan yang dahsyatnya luar biasa itu. Saya berdoa, supaya kita tidak main-main dengan perkataan-perkataan kita.

Perkataan-perkataan Firman Tuhan yang membalikkan keadaan itu jangan dibaca hanya satu kali, tetapi harus berulang-ulang dibaca, dibaca dan dibaca lagi. Satu kalimat ayat dibaca sampai sesuatu terjadi dibatin kita, sampai terjadi kelegaan di jiwa kita, seperti ada sesuatu yang terlepas, terangkat naik dan hilang. Sampai semua yang mengganjal didada jebol dan hilang lenyap, baru ganti dengan ayat berikutnya. Ucapkan dengan kuat, tidak  usah malu terhadap orang lain. Mengapa harus malu ? Kalau kita tidak diberkati toh orang lain tidak segera tolong kita ? Kita harus ucapkan dengan kuat, belajar terus mengucapkan dengan kuat. Nanti kita melihat hasilnya. Ucapkan tiap-tiap kalimat dengan berami dan dengan kuat, dan tidak berhenti sampai kita tahu sesuatu sudah diterobos. Setelah sesuatu itu diterobos, baru kita ganti kalimat lain. Itulah berdoa dengan menggunakan Firman Tuhan, sekaligus mengucapkan perkataan iman yang membalikkan keadaan. Berdoalah dan dapatkan ayat-ayat dari Tuhan, karena kuasa perkataan Firman Tuhan akan mulai membalikkan keadaan hidup kita masing-masing.

Kejadian 17 : 1 Ketika Abram berumur u  sembilan puluh sembilan tahun 1 , maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram v  dan berfirman kepadanya: "Akulah Allah Yang Mahakuasa, w  hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela. x

Ketika kita membaca Alkitab, kita akan menemukan ungkapan-ungkapan yang tidak terang-terangan. Disebutkan usia Abram yang 99 tahun, secara tidak langsung mengungkapkan bahwa Abram sudah terlalu tua untuk memiliki keturunan. Ditawari Hagar lima lagi pun sudah tidak ada keinginan.

Alkitab menyatakan : Abraham sudah tidak berdaya, sudah tidak mungkin mempunyai anak lagi. Waktu itu Sarah sudah 90 tahun dan belum pernah hamil. Sudah tidak mungkin hamil. Kitab Roma mengatakan mengenai Abraham : “Tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira 100 tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup.” (Roma 4:19). Tetapi Tuhan mempunyai sense of humor (rasa humor) yang tinggi ;

Kejadian 17 : 1 Ketika Abram berumur u  sembilan puluh sembilan tahun 1 , maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram v  dan berfirman kepadanya: "Akulah Allah Yang Mahakuasa, w  hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela. x

Kepada Abraham Si Kakek Tua Loyo itu Tuhan berfirman : “Aku El Shaddai !” Tuhan memperkenalkan diriNya sebagai pribadi dengan Nama yang bertentangan dengan kenyataan yang dialami oleh Abraham. Abraham sudah tidak berdaya, dan Dia berkata : “Akulah El Shaddai !” Dia tidak berkata : “Akulah Yang Lanjut Usia.” Memang Abraham sudah tua, tetapi Aku juga lebih tua.” Apabila demikian, maka akan terjadi perkumpulan Lansia hari itu. Dan tidak terjadi apa-apa.

Kita harus mengerti bagaimana Tuhan membalikkan keadaan. Dia mulai dengan satu Nama yang diperkenalkan dan Dia tidak tanggung-tanggung. Dia berkata : “Aku ini El Shaddai !” Itulah yang mulai membalikkan keadaan. Orang tua yang sudah lemah itu terkejut dan berkata : “Wiiih, Dia Yang Maha Kuasa, Yang Maha Perkasa !” Kepada si loyo Dia berkata : “Aku yang Maha Kuasa !” Karena ada El Shaddai, Yang Maha Kuasa muncul di hadapannya, Abraham pun menjadi yang perkasa lagi. Dan Tuhan itu luar biasa, ketika Dia membalikkan keadaan. Buktinya setelah Sarah mati, Abraham masih tetap perkasa. Dia menikah lagi dan mempunyai enam orang putra dari Ketura (Kejadian 25 : 4).

Ketika hutang kita banyak, baiklah kita berkata : “Aku tidak meminjam uang, tetapi aku meminjami orang lain. Jika tidak dibayar tidak apa-apa. Tidak goyang uangku. Karena aku sangat diberkati oleh Tuhan.” Jika kita mulai dengan hal ini, setan paling-paling akan berkata : “Sombong banget ? Ngga tahu diri ? Ngesok ? Mimpi disiang bolong !” Tidak usah dipikirkan hal itu. Sebab jika kita pikirkan apa yang setan katakan kita bisa “kesetanan”. Kita mau saja apa yang Tuhan katakan, lebih dari pada kenyataan hidup kita sendiri.

Karena itu namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham 1 , d  karena engkau telah Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa. e (Kejadian 17:5)

Nama Abram artinya Exalted Father, maknanya : Bapak yang dihormati. Tetapi nama Abraham berarti Father of a Multitude, maknanya : Bapak dari banyak bangsa atau Bapak sejumlah besar bangsa. Mengapa namanya diubah sedemikian rupa, padahal kenyataannya Abram bahkan belum menjadi seorang ayah kandung. Sebab dengan namanya yang diubah, pada hari itu dia kumpulkan semua orang dalam rombongannya. Dan dia berkata : “Jangan lagi panggil aku Abram, nama itu telah membuat aku dihormati, tetapi panggil Aku Abraham !” Dalam bahasa sehari-hari Abraham = bapak yang anaknya banyak, bapak sejumlah besar bangsa. Maka pada masa itu, setiap hari orang datang berjumpa dia dan berkata : “Eeee..... ada Bapak yang anaknya banyak.....,” dia lihat Sarah istrinya masih kempes : “Eeee..... Bapak yang anaknya banyak....,” dan Sarah mengelus dada dan perutnya yang masih kempes. Tetapi semua orang terus mengucapkan ucapan itu : “Bapak yang anaknya banyak !” Dan hal itu terjadi pada akhirnya ! Ishak lahir dan ribuan anak Abraham berkumpul !

Didalam Kristus kita orang percaya adalah anak-anak Abraham. Ada yang modelnya seperti Jemaat JKI Injil Kerajaaan : berkumpul jam lima pagi, sembahyang, berdoa mencari Tuhan. Itu gara-gara Tuhan mengubah nama Abram menjadi Abraham.

Oleh analogi pengertian ini, jika ada yang memiliki nama yang berarti kepahitan, harus segera diubah, supaya tidak mengalami kepahitan terus. Dan panggilannya diganti dengan panggilan yang bagus. Ada orang-orang yang dipanggil teman-temannya dengan panggilan-panggilan tertentu yang tidak mengenakkan. Jika itu terjadi, tolak dalam nama Yesus. Jika kita biarkan perkataan yang jelek itu terus menerus, maka hal itu yang akan terjadi dalam hidup kita. Kita harus belajar mengucapkan yang baik, belajar memperkatakan sesuatu yang baik. Ketika Tuhan sedang membalikkan keadaan Abraham, Tuhan memulai dengan kata-kata. Tetapi efeknya luar biasa. Firman Tuhan membuktikan dirinya. Saya berharap kita menangkap hal ini.

6:11 Kemudian datanglah Malaikat TUHAN u  dan duduk di bawah pohon tarbantin di Ofra, v  kepunyaan Yoas, w  orang Abiezer x  itu, sedang Gideon, y  anaknya, mengirik z  gandum dalam tempat pemerasan anggur a  agar tersembunyi bagi orang Midian. 6:12 Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya dan berfirman kepadanya, demikian: "TUHAN menyertai engkau, b  ya pahlawan c  yang gagah berani." (Hakim 6 : 11 – 12)  

Alkitab berkata Gideon mengirik gandum di tempat pemerasan anggur. Dia berbuat hal yang seperti itu agar tersembunyi dari orang Midian. Berarti Gideon termasuk orang penakut, karena orang yang bersembunyi adalah orang yang takut. Kepada orang yang ketakutan itu Malaikat berkata : “Tuhan menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani !” Bukankah itu menghina sekali ? Gideon sedang ketakutan dan dikatakan pemberani, pahlawan gagah berani. Gideon mungkin berkata : “Itu menghina, Malaikat menyindir saya.” Tetapi Tuhan tidak menyindir melainkan Ia hendak membalikkan keadaan. Cara Tuhan membalikkan kadaannya seperti itu.  Jelas Dia melihat Gideon ketakutan, sebab Dia sedang bersembunyi, jika dia pemberani dia akan tampil saja dan menantang orang-orang Midian. Tetapi Dia tidak berani. Dia yang paling kecil dari antara sukunya, tentu saja dia tidak akan berani. Tetapi malaikat Tuhan itu berkata : “Tuhan menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani !” Tuhan sedang membalikkan keadaan. Dan jika kita membaca kelanjutan kisahnya di Alkitab, ternyata Gideon kemudian menjadi pahlawan yang gagah berani. Dan walaupun orang Midian jumlahnya sangat banyak, namun dengan hanya membawa 300 orang saja dia mengalahkan 120.000 orang dan menang dalam peperangan itu.

Tuhan sedang dan pasti membalikkan keadaan kita. Tuhan juga sedang membalikkan keadaan bangsa kita ini. Mulailah dengan perkataan kita. Gaya nelongso (mengasihani diri sendiri), putus asa, ngere (berlagak miskin) itu tidak menolong. “Aku tidak punya apa-apa....” Jika sering berkata begitu, kita akan menjadi tidak bisa apa-apa. Biarlah yang lemah berkata : “Aku Kuat !” Biarlah Yang Miskin berkata : “Aku Kaya !” Biarlah yang hutangnya banyak berkata : “Aku memberi pinjaman banyak !” Biarlah yang kepahitan berkata : “Aku manis dan tidak kepahitan lagi !” Biarlah yang merasa jelek berkata “ “Aku ciptaan Tuhan yang spesial tidak ada orang yang seperti aku !” Orang boleh berkata : “”Aku tidak cantik, tetapi Tuhan tidak pernah salah produk. Walaupun begini tetap luar biasa ! Kecantikan dari dalam bukan dari luar !” Maka kelak anda akan menjadi cantik sungguhan. Tetapi jika anda berkata : “Bu,....Ibu, kenapa ibu melahirkan orang seperti aku ini ?” itu jadi repot. “Lha ngga tahu ya, nak. Dulu ibu mimpi dikejar tikus,....” Maka itu akan menjadi tambah ngga karuan. Seringkali kita mengutuki diri sendiri dengan mengaminkan apa yang sedang terjadi dalam hidup kita. Seringkali perasaan negatif kita malah semakin menjerumuskan kita. Saya berdoa supaya Tuhan memberi kita anugerah untuk tidak berkata-kata negatif seperti itu.

Mulai saat ini kita ubah perkataan kita. Kita harus menjadi pasukan Tuhan yang bisa membalikkan keadaan. Kepada orang yang sedang ketakutan Malaikat itu berkata : “Tuhan menyertai engkau, hai pahlawan yang gagah berani !” Dan akhirnya Gideon menjadi yang seperti Tuhan katakan. Dengan hanya 300 orang dia mengejar musuhnya, Zebah dan Salmuna, kemudian memenggal kepala keduanya. Dia berani melakukan banyak hal, yang orang normal bahkan tidak pernah memikirkannya.

6:22 Maka tahulah s  Gideon, bahwa itulah Malaikat TUHAN, lalu katanya: "Celakalah aku, Tuhanku ALLAH! sebab memang telah kulihat Malaikat TUHAN dengan berhadapan muka. t " 6:23 Tetapi berfirmanlah TUHAN kepadanya: "Selamatlah engkau! Jangan takut, u  engkau tidak akan mati. v "  (Hakim 6 : 22-23)

Di ayat 23 digunakan kata Shalom, yang bukan hanya sekedar damai sejahtera artinya. Tetapi kata Shalom juga berarti selamat dan juga berarti prosperity atau kelimpahan. Keadaan mereka pada masa itu dicatat di ayat 6, yaitu bahwa orang Israel miskin melarat. Tetapi Gideon belajar sesuatu yang lain.

Jika pada ayat sebelumnya Tuhan yang berkata : “Engkau pahlawan yang gagah perkasa !” Dan dengan demikian Tuhan dengan perkatanNya mulai membalikkan keadaan, pada yat berikutnya ganti Gideon yang mengucapkan : “Engkau Jehovah Shalom, Engkaulah Jehovah yang memberikan damai. Jehovah yang memberikan keselamatan, Jehovah yang memberikan kelimpahan.” Akhirnya mereka pun benar-benar menikmati shalom dari Tuhan, mereka selamat, hidup berkelimpahan, makmur dan sejahtera. Demikian juga diatas semua masalah kita ada Jehovah Shalom, melebihi keadaan apapun. Dialah Jehovah Shalom kita.

Didalam peristiwa itu, Tuhan dan Gideon sepakat. Dari pihak Tuhan, Ia mengucapkan perkataan yang membalikkan keadaan. Dari pihak Gideon, ia ucapkan pengakuan iman yang mengubahkan keadaan dan membalikkan keadaan. Tidak heran pada ujungnya mereka keluar sebagai pemenang. Mulai saat ini supaya keadaan kita diubahkan, dibalikkan. Supaya keadaan kita berbalik, hal pertama yang harus dilakukan adalah membangun iman dengan cara berbahasa roh. Alkitab mengajarkan : ”Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri...” (1 Korintus 14 : 4). Ada banyak orang yang bertanya kepada saya : “Pak, apakah berbahasa roh itu harus ?” Saya tertawa dan saya berkata : “Pertanyaan itu terbalik. Seharusnya anda bertanya : “bagaimana caranya supaya saya bisa berbahasa roh ?” Tidak ataupun tidak perlu terima ?” Tidak bisa berbahasa roh itu bukan berarti tidak boleh terima ataupun tidak perlu terima. Seringkali kita memakai pikiran kita terlalu banyak. Kita harus mengerti bahwa orang yang berbahasa roh itu membangun dirinya sendiri. Yang dibangun adalah manusia rohnya. Bila orang berbahasa roh, yang bergerak dengan aktif itu rohnya. Ketika kita berbahasa roh, roh yang ada didalam diri kita mulai dibangun. Sebab itu, setiap kali hati mulai melemah, iman mulai goyah, mulailah berbahasa roh. Ucapkan kata-kata bahasa roh dengan lantang. Bangunkan roh yang ada didalam diri kita. Setelah beberapa waktu, maka kita akan merasakan sesuatu sedang berubah. Sesuatu didalam diri kita akan mulai bergerak, itulah roh kita akan mulai aktif. Dan ketika roh kita diaktifkan, iman akan mulai bekerja didalam diri kita, dan hasilnya akan luar biasa.

Doa :
Bapa bangunkan pasukanMu didalam Nama Tuhan Yesus. Tidak ada yang dapat membangun pasukan, kecuali Panglima Perang kami Tuhan Yesus Kristus yang membangunkannya. Kami tahu kami berdiri dan kami bergerak seperti yang Tuhan kehendaki. Dan Tuhan akan mulai menggerakkan kami dengan kekuatan Tuhan yang luar biasa. Tidak ada orang yang sanggup, tetapi Tuhan memberikan kesanggupan Ilahi pada kami. Bekali kami lagi dengan perkataanMu dan buat kami mengerti dan menerima kunci pengetahuan daripadaMu. Didalam Nama Tuhan Yesus. Amin

Sumber :
Buku Membangun Pasukan
Pdt Petrus Agung Purnomo
Halaman : 78 – 91
Media Injil Kerajaan Semarang

Jurnalis : Joshua Ivan Sudrajat S      

Komentar

Postingan Populer