Penglihatan Rohani Maqdelene Kawotjo

Penglihatan Rohani Maqdelene Kawotjo :

 

 

-Saya berkeliling di gereja-gereja dan mata rohani saya dibukakan melihat orang-orang Kristen yang wajahnya digelantungi roh kemarahan tetapi tidak menyadari bahwa dirinya bertahun-tahun diperbudak oleh roh bengis ini.

-Saya juga melihat roh kekecewaan dalam kaitannya dengan roh marah tadi karena menghadapi pekerjaan yang terus menurun. Perbudakan demi perbudakan tidak mereka ketahui, mereka jadi budak uang atas nama bisnis dan pelayanan, budak seks atas nama hak suami/isteri; budak egoisme/cinta diri atas nama mengasihani diri/self-pity dan masa lalu.

-Budak roh-roh kesombongan, tinggi hati, dominan, tidak mempercayai otoritas, love of competition, roh independent, isolasi, withdrawal/penarikan diri, rebellion/pemberontakan, covenant breaking (pembatalan perjanjian).

-Lalu ada jenis roh kecil lainnya bernama kebodohan, kebebalan, kemunduran, stagnasi, kepicikan, kefasikan karena tidak mau ditegur, tidak terima pengajaran, benci didikan, pembenaran diri, mencari-cari kesalahan orang lain, depresi, discouragement, false comfort (kenyamanan yg keliru).

-Ada juga jenis roh lain yang menggelantung dengan kuat di diri victimnya: roh bohong, penipuan, pura-pura, kesemuan – menggunakan air mata semu, jurus-jurus, bahkan ayat-ayat semu, khotbah-khotbah semu. Ini menimbulkan tuduhan iblis, membuat mereka terpuruk dalam roh walau nampak dari luar semangat (karena ada roh tipunya), tapi sesungguhnya iblis mencabik roh di dalamnya.

Mereka-mereka ini pasukan Tuhan yang mengerti Firman tetapi tidak menggunakan pedangnya sebagai tautan/tambatan hidup; hari-harinya dipenuhi dengan sampah dunia dengan berbagai alasan pembenaran diri. Mata rohani mereka benar-benar tertutup/ditutup dari Kebenaran, sehingga Firman apa pun yang dibacanya/didengarnya/ditulisnya tidak berarti apa pun, tidak mengerjakan/teraplikasi sedikit pun dalam hari-hari dan tahunnya di gereja dan bahkan dalam pemuridan. Mereka ini nampaknya berjalan-jalan bebas di luaran dalam alam nyata tetapi terikat, terbelenggu, terkungkung oleh roh-roh kecil ini. Mereka baik-baik mengerjakan pelayanan dan pekerjaannya, berdasi/berbatik, berdandan, tetapi hari-harinya berkubang di kolam kotor-dangkalnya iblis — semuanya terikat, dipermainkan, diobok-obok rohnya. Iblis menyuapi mereka dengan kotoran-kotoran mereka yaitu dengan (nama-nama) roh-roh itu, yang disandang masing-masing anak Tuhan di alam roh itu. Semuanya lesu, rohnya merunduk tak berdaya karena mereka harus makan makanan roh najis itu tanpa bisa mengelak; herannya mereka disetir dengan kegiatan rutin seperti biasa – kerja, pelayanan, rumah tangga, sekolah, bermain, shopping tanpa mereka sendiri mengebaskan diri roh-roh jelek itu.

Ooh… betapa inginnya saya menggoncang/mengocok mereka dan menyingkirkan roh-roh jelek itu dari kekasih-kekasih Tuhan yang selama ini diperbudak, ditawan dan dijadikan mainan dan bahan tertawaan dan ejekan di kubu musuh. Herannya mereka tidak menyadari dan bermain gerejawi tanpa mempedulikan ikatan-ikatan itu yang gantian mereka mengikat orang-orang lain di bawahnya sehingga terjadi roh kebingungan, kekecewaan lagi. Ditunggangi roh intimidasi, manipulasi,… mereka benjut, luka, kesakitan… itulah yang saya lihat di gereja-gereja Tuhan akhir-akhir ini. Memilukan dan mengharu-birukan roh saya.

Matius 12:28-29Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.
Atau bagaimanakah orang dapat memasuki rumah seorang yang kuat dan merampas harta bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu? Sesudah diikatnya barulah dapat ia merampok rumah itu.

Kita adalah prajurit Kristus, tentara Sorga! Kita harus berperang! Kita diberi perlengkapan senjata, gunakan semuanya! Saya merapatkan barisan, Saudara memeriksa perlengkapan senjata dengan rinci dan sempurna, Tuhan memeriksa barisan-Nya. Lalu kita maju perang saat mendengarkan terompet dan dikomando saatnya. Ini pertempuran dan kita harus maju dengan strategi, berderap dalam pasukan Tortes. Ada ayat-ayat yang dikirimkan oleh para warriors yang mengikuti peperangan 21 hari ini di Eropa:

Yesaya 13:4Ada suara keramaian di atas gunung-gunung, seperti suara kumpulan orang yang besar jumlahnya! Suara kegaduhan dari kerajaan-kerajaan, dari bangsa-bangsa yang berkumpul! TUHAN semesta alam sedang memeriksa pasukan perang.
Yoel 3:9Maklumkanlah hal ini di antara bangsa-bangsa: bersiaplah untuk peperangan, gerakkanlah para pahlawan; suruhlah semua prajurit tampil dan maju!

God is The Commander-in-Chief — saat Dia bilang MAJU, kita harus maju dengan semangat. Namanya perang harus siaga, semangat, tidak lengah, tidak loyo. Hari-hari selama Laser ini suara kami berat, kami capai, leher agak meradang, tangan dan badan pegal seperti membawa beban berkilo-kilo. Itulah perang! Ini bukan gaya-gayaan, jangan sampai dibully dengan pikiran: ngapain ikutan, ngapain teriak, ngapain partisipasi, saya khan kawanan kecil, biar mereka saja orang-orang besar, biar mereka yang terbiasa, saya sih orangnya… saya bukan tipe seperti itu, saya pemalu. Ini adalah kubu-kubu, hancurkan, maju! Pasukan tidak peduli dengan urusan pikiran orang lain, kita hanya maju memerangi musuh, kita tidak pakai ‘perasaan’ atau takut dirasani. Loncat, loncatlah, teriak teriaklah, nyanyi sepenuh hatilah, hantam iblis, inilah saatnya kita berperang ‘mati-matian,’ sekuat tenaga, jiwa, hati dan roh.

Amsal 24:6Karena hanya dengan perencanaan engkau dapat berperang, dan kemenangan tergantung pada penasihat yang banyak.
Terimakasih untuk banyaknya kesaksian dan ayat-ayat yang menolong kita agar bijak menghadapi iblis. Terimakasih untuk pewahyuan dan penglihatan untuk membukakan mata rohani kita agar sadar banyak yang terikat. I wish to answer/reply each of you, tapi surat dan seruan ini kiranya dapat mewakili semua pertanyaan. Secara khusus rekan-rekan lain yang keluarganya masih dicekal iblis, yang berjuang melawan musuh di balik religions – sadari bahwa di balik semua religious spirits, ada kuasa musuh yang menghantui dengan kuat. Saya melihat ini seperti bayangan besar yang menyelimuti tetapi tidak menempel di mereka, hanya menyelimuti seperti bayangan tenda di bawah matahari. Itu bisa dikalahkan dengan roh Tuhan, roh kasih, roh pelayanan, roh keterbebanan. Tetapi gertak mundur iblis dalam peperangan hari-hari (lewat doa yang tak terkatakan, doa dalam roh – karena ada murid-murid yang hidup di tengah keluarga yang masih belum dibebaskan). Rebut balik keselamatan pasanganmu, anakmu, ayah ibumu dan keluarga besarmu. Cungkil kotoran di mata rohani mereka, cabik di alam roh – Saudara-saudara semua didukung oleh para malaikat perang di akhir jaman, dan kesepakatan kami bersama.

Yesaya 62:6-7Di atas tembok-tembokmu, hai Yerusalem, telah Kutempatkan pengintai-pengintai. Sepanjang hari dan sepanjang malam, mereka tidak akan pernah berdiam diri. Hai kamu yang harus mengingatkan TUHAN kepada Sion,janganlah kamu tinggal tenang
dan janganlah biarkan Dia tinggal tenang, sampai Ia menegakkan Yerusalem dan sampai Ia membuatnya menjadi kemasyhuran di bumi.

Give Him no rest, remind Him – jangan biarkan Tuhan istirahat, terus ingatkan Tuhan akan janji-janji-Nya sementara kita mengerjakan bagian kita, membereskan celah-celah, sampai kita mendapatkan rewards kita! Amen!!!

*Sebab kita tidak harus ‘menekan’ iblis dan menudingnya sebagai sumber kekacauan hidup dan menganggap pengusiran dan peperangan sebagai solusi dari celah yang kita sendiri bisa tutup dengan mudah, sementara jalan keluarnya adalah: memenej waktu, mengatur ulang prinsip-prinsip hidup dalam keseharian, melayani mereka dengan perbedaan yang menyolok.

Dalam masa perang, prajurit tidak asal-asalan maju tanpa perintah komandan. Ada strategi-strategi dalam perang nyata yang dikaitkan dengan kemampuan untuk mengenali suara musuh. Tidak semua prajurit bisa mengenalinya, hanya mereka yang dikaruniai dan yang terbiasa akan mengenali dengan jeli gerakan musuh dan siasatnya. Saat Musa menyuruh 12 mata-mata untuk menimbang kekuatan lawan, Musa mengutus para kepala suku! Orang-orang terpandang – sebab pekerjaan pengamatan ini bukan untuk yang berhati lemah. Tetapi mayoritas dari kepala-kepala ini rupanya kehilangan ‘penglihatan kebesaran Tuhan.’ Mengapa? karena mereka tidak fokus memandang dan mengandalkan Yang Di Atas. Mereka tidak mengatai Tuhan, tetapi mengatai dirinya sekecil apa. Seperti mereka, banyak dari anak Tuhan memperkecil kuasa yang di dalam diri mereka. Hanya 2 yang memandang kebesaran Tuhan dalam diri mereka dan memasuki tanah yang dijanjikan, Kanaan.

Saya bersyukur lewat kebangkitan seruan terompet Laser 21 ini banyak pasukan tertidur bangun, bangkit, menyandang pedang, mengayunkannya! Terbukti dari banyaknya email dan kesaksian yang masuk, mampu menggusur tipuan iblis yang selama ini dilancarkan kepada pasukan besar ini, yang selama ini hanya menyerah dan mempercayai iblis dibanding suara Roh Kudus. Ini lebih dari 2 orang sepakat, ini barisan tentara yang gagah perkasa maju berderap dalam 21 hari dan hari-hari sesudah itu seterusnya Saudara akan terlatih berperang. Bagaimana mungkin Tuhan berdiam diri? Bagaimana mungkin iblis tidak kalang kabut? Kebusukan tipuannya terbongkar, anak Tuhan yang terlemah pun menyandang pedang dan belajar membombardir musuh! Ini bukan dor-dor-dor suaranya di bawah sana, tapi Kaboom! Bum… bummmm… duarrrrrr…. bergelegar, mengguncang, tsunami gempa skala tertinggi 21 richer!
Woohoo…. Oh, I am all dancing! Murid-murid dan alumni yang selama ini dibully, kehilangan spiritual eye-sight telah diusap dengan balsam dari Gilead dan terbukalah matamu!

Mazmur 91:13Singa dan ular tedung akan kaulangkahi, engkau akan menginjak anak singa dan ular naga.
Wahyu 12:9Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya.

HaleluYahhh!!!
Fellow soldier,
Maqdalene Kawotjo


TUHAN sudah menegakkan takhta-Nya di sorga dan kerajaan-Nya berkuasa atas segala sesuatu.
Pujilah TUHAN, hai malaikat-malaikat-Nya, hai pahlawan-pahlawan perkasa yang melaksanakan firman-Nya dengan mendengarkan suara firman-Nya.
Pujilah TUHAN, hai segala tentara-Nya, hai pejabat-pejabat-Nya yang melakukan kehendak-Nya.
Pujilah TUHAN, hai segala buatan-Nya, di segala tempat kekuasaan-Nya! Pujilah TUHAN, hai jiwaku!
Mazmur 103:19-22
Semangat bersaksi kembali! Bakar kubu musuh, balikkan tipu dayanya, ingatkan masa depannya, ambillah jarahanmu SEKARANG!!!

Komentar

Postingan Populer