Ujian Jendral-Jendral (Sore)

UJIAN JENDRAL-JENDRAL TUHAN
Ev. Linda Hadi Santoso
Live Streaming Ibadah Sore GBI Shekinah GBI Shekinah Temanggung


Glorious time adalah masa dimana kemuliaan Tuhan dinyatakan. Kita akan mengalami masa yang berbeda, era dan dimensi yang berbeda.

Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan.
Roma 8:19

Di dalam hati Tuhan memiliki kerinduan yang begitu besar, sejak waktu penciptaan langit dan bumi, bahwa satu hari ada masa dimana anak-anak Tuhan dinyatakan. Begitupun dengan dunia ini merindukan hal yang demikian.

Adapun rumah ini, kemegahannya yang kemudian akan melebihi kemegahannya yang semua, firman Tuhan semesta alam, dan di tempat ini Aku akan memberi damai sejahtera, demikianlah firman Tuhan semesta alam.
Hagai 2:9

“‘This Temple is going to end up far better than it started out, a glorious beginning but an even more glorious finish: a place in which I will hand out wholeness and holiness.’ Decree of God-of-the-Angel-Armies.”
Hagai 2:9 THE MESSAGE BIBLE

Sejak awal penciptaan, Tuhan menciptakan begitu luar biasa. Namun di masa-masa akhir ini, akan menjadi masa yang jauh lebih luar biasa lagi dari sebelumnya. Ini akan menjadi masa ketika kemuliaan Tuhan dinyatakan melalui anak-anakNya.

Ibu Linda mendapatkan penglihatan suasana di surga ketika semuanya sedang menyembah dan memuji Tuhan. Ada firman, “Datanglah kerajaanMu di bumi seperti di surga” - Tuhan ingin membawa kita ke suatu masa ketika atmosfer surgawinya begitu nyata.

Tuhan ingin pengertian kita akan firman Tuhan berubah, Tuhan ingin kita naik dan berubah - cara kita menyembah, melayani Tuhan, datang ke gereja, beribadah, cara hidup kita terus naik. Kita seharusnya terus naik dan naik sampai ke level tertentu yang Tuhan inginkan. Seperti orang yang sekolah, dari TK, SD, SMP, dll, naik dan terus naik.

Ada tuntutan Tuhan atas hidup kita, yaitu tuntutan cinta.
Cinta, gelora, pengertian dan pengenalan akan Tuhan, harus terus naik. Itu yang harus kita kejar sehingga level kita akan terus naik. Orang-orang yang Tuhan pilih memang harus terus naik level.

Saat kita baru mengenal Tuhan selama 1-3 atau 4 tahun, Tuhan masih bersikap lembut, kita masih menjadi bayi-bayi rohani. Kita harus mengerti, ada 2 sisi Tuhan : Sisi ketika ia lembut dan memanjakan kita di saat kita masih kecil (rohani), tetapi saat kita mulai beranjak dewasa, Tuhan mulai mendidik kita. Dan begitu di tahun ke-7, di masa kita semakin dewasa dan mencapai puncak pertumbuhan kita, kalau kita stuck, akan semakin turun. Tuhan inginkan semakin lama, kita bukannya seolah tahu ini dan itu, menjalankan semuanya dengan rutinitas. Tetapi Tuhan inginkan kita terus bertumbuh, semakin mencintai Tuhan, memiliki hati yang tetap menyala-nyala untuk Tuhan.

Hati yang bertobat
Hati yang selalu kembali kepada Tuhan, mengakui kesalahan kita dan bangkit kembali. Tuhan rindu kita memiliki cinta mula-mula.
Ada satu moment ketika Tuhan pernah berkata ke Ibu Linda, “Kamu inget gak waktu pertama kali kenal sama Aku.” Tuhan itu romantis, senang bernostalgia.
Bu Linda teringat masa-masa ketika mengalami cinta mula-mula ke Tuhan. Semua orang yang melihat Bu Linda, bisa menyadari betapa Ibu Linda jatuh cinta sama Tuhan. Maunya nyembah Tuhan terus, datang ibadah, dengarin khotbah, baca firman, dll. Semakin kita memiliki passion ke Tuhan, semakin besar api di dalam diri kita menyala. Ini sangat menentukan apa saja yang kita lakukan.
Saat Bu Linda diingatkan akan semua hal itu, di hatinya terasa ada desakan dan membuatnya menangis.

Tetapi apabila aku berpikir : “Aku tidak mau mengingat Dia dan tidak mau mengucapkan firman lagi demi namaNya”, maka dalam hatiku ada sesuatu yang seperti api yang menyala-nyala, terkurung dalam tulang-tulangku; aku berlelah-lelah untuk menahannya, tetapi aku tidak sanggup.
Yer 20:9

Inilah yang tiba-tiba Tuhan taruh di dalam hati Ibu Linda, ketika Tuhan mengingatkan kepadanya tentang cinta mula-mula pada saat itu. Minta Tuhan yang menaruh kembali gelora cintaNya di hati kita, seperti yang ada di ayat ini.

Suatu hari gelap gulita dan kelam kabut, suatu hari berawan dan kelam pekat; seperti fajar di atas gunung-gunung terbentang suatu bangsa yang banyak dan kuat, yang serupa itu tidak pernah ada sejak purbakala, dan tidak akan ada lagi sesudah itu turun termurun, pada masa yang akan datang. Di depannya api memakan habis, di belakangnya nyala api berkobar. Tanah di depannya seperti Taman Eden, tetapi di belakangnya padang gurun tandus, dan sama sekali tidak ada yang dapat luput.
Yoel 2:2-3

Ini adalah pasukan Tuhan, orang-orang pilihan Tuhan, para jendral-nya Tuhan. Tuhan menginginkan pasukannya bangkit, menjadi kuat, lebih kuat dari yang pernah ada sebelumnya. Dan Api seperti ini yang Tuhan mau ada d hidup kita. Api yang seperti ini yang membuat hidup lebih hidup!

Ciri-ciri orang yang mulai kehilangan Tuhan :
- Ketika kita sedang menyembah Tuhan, bahkan saat sedang rame-rame, tidak bisa merasakan apa-apa, biasa saja, tidak bisa nangis. Kita menjadi beku dan tawar.
- Malas baca Alkitab, merasa bosan dan mau cepat-cepat selesai. Jadi seperti kejar setoran saja.
- Saat mendengar khotbah, merasa bosan dan sudah mengerti.
- Pelayanan terasa seperti beban, sudah tidak merasa bersyukur, senang dan sebagai kehormatan. Pelayanan hanya seperti rutinitas.
Kecewa, jengkel dan marah dengan semua orang, seolah semua orang yang salah. Mudah menghakimi, mengkritik dan menuntut.
- Tiba-tiba semua ide dan kreativitas mentok, mulai tidak bisa berpikir dengan maksimal.

Hati-hati, jangan sampai kita kehilangan cinta mula-mula. Ayo lakukan lagi yang esktrem.
Contoh : Ketika kita merasa kepahitan dan marah kepada seseorang, coba mulai dekati, berikan sesuatu, berikan kebaikan kepada orang itu. Atau minimal doakan orang itu, katakan ke Tuhan jika kita memang kesal atau marah kepada orang itu, minta Tuhan yang mampukan untuk mengampuni dan mengasihi.

Iblis itu menyerang dua hal di hidup kita :
1) Cinta ke Tuhan : cinta yang memberikan kita semangat, membuat hidup menjadi lebih hidup.
2) Iman ke Tuhan : karena iman membangkitkan kita sehingga kita bisa mengalahkan dunia dengan iman.

Iblis gak punya yang namanya cinta, iman, pengabdian dan pengorbanan. Itulah kenapa iblis menyerang kita sehingga kita tidak lagi mempunya kekuatan.

Kita hidup di akhir zaman, kalau kita tidak bisa menangkap hati Tuhan, yang ilahi, kita tidak bisa memasuki masa kemuliaan Tuhan dinyatakan. Kalau kita tidak mengerti, kita tidak akan bisa. Ada bagian Tuhan, tetapi ada bagian yang harus kita lakukan juga : dalam pekerjaan, penginjilan, doa peperangan, memberi, dll.

Sesungguhnya ini adalah masa peperangan rohani yang besar, sebelum kita bisa memasuki masa glorious time ini.

Tujuan Peperangan Rohani bukanlah sekedar mendapatkan harta / kekayaan atau jalan keluar terhadap masalah kita / keluarga kita senang / terjadi terobosan dalam hidup kita. Itu penting, tetapi bukan itu yang utama, bukanlah sekedar untuk diri kita sendiri.

Bagaimana cara menghadapi iblis? Iblis harus ditaruh di bawah kaki kita. Seharusnya bukan kita yang dikendalikan oleh iblis, tetapi kita yang mengendalikan iblis. Jangan pernah ajak ngomong si iblis. Seperti Adam dan Hawa, ketika iblis ngajak ngomong dan Hawa meladeni, habis, jatuh dalam dosa.
Seharian, iblis terus meneror dan mengintimidasi kita, berusaha masuk ke pikiran kita. Iblis bisa berkata, “Lihat tuh orang, jahat itu. Dia punya maksud tidak baik sama kamu, setiap hal yang dia lakukan itu ada maksud tertentu. Ada udang di balik batu.”
Jangan kita malah berkata, “Iya juga yaa, dulu dia kan begini begini begini…”
Masuk! Justru hardik perkataan si iblis dan perkatakan kata-kata iman yang positif.

“Karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.”
Efesus 6:12

Perjuangan kita bukan melawan darah dan daging. Begitu banyak anak-anak Tuhan yang tertipu. Perjuangannya masih melawan darah dan daging : masalah-masalah, ribut terus sama orang, kepahitan, tidak bisa mengampuni, masalah keuangan, hutang, masalah keluarga dll.

Level-level peperangan rohani
A. Level Awal
Jika kita masih di level awal, masih di level baru mengenal Tuhan, pergumulan kita hanya hal-hal yang seperti itu. Namun sesungguhnya peperangan yang seperti itu tidak akan menghasilkan jendral-jendral Tuhan.
B. Level Jendral
Sesungguhnya jenis peperangan yang Tuhan mau, adalah peperangan jendral-jendral Tuhan.
Tujuan peperangan rohani : membawa seluruh bangsa kembali kepada Tuhan, datang kepada Tuhan. Ini level pemerintah, penghulu-penghulu, tingkatan iblis yang lebih tinggi lagi.

Tuhan sebenarnya terus membawa dan mengangkat kita, pasukanNya yang belum pernah ada sebelumnya, Jendral-jendral Tuhan. Orang-orang yang menangkap hati Tuhan, mengerti dan mengenal Tuhan. Orang-orang yang bersedia diproses dan dididik Tuhan, mematikan kedagingannya.

Didikan untuk Jendral Tuhan :
1. Seperti didikan Tentara Israel - dididik sejak dini
Ibu Linda bercerita ketika sedang ke Israel, tour guide menceritakan tentang Tentara Israel. Mereka adalah tentara yang kuat dan perkasa, mereka dibangun dengan luar biasa. Bangsa Israel adalah bangsa pilihan. Mereka adalah bangsa yang dipukul, dididik dan dihajar Tuhan dengan begitu keras. Saat di padang gurun, Tuhan sampai menghabisi mereka. Sejak kecil dan bayi, mereka sudah dididik, sudah diperkenalkan bunyi bom dan tembakan. Usia 17 tahun, mereka sudah harus wajib militer.
Sesungguhnya kita adalah Israel rohani, kita dipilih Tuhan. Sejak lahir di pundak kita ada tuntutan, didikan dan tanggung jawab yang besar. Kita ini pilihan Tuhan, jendral-jendralnya Tuhan.

Seringkali kita itu maunya jadi orang yang biasa saja, main game seharian, shopping, nonton, tidur-tiduran, nyantai. Seringkali kita berpikir untuk apa berperang (rohani)? Sadarilah bahwa destiny kita di hadapan Tuhan itu begitu besar.

Bu Linda bercerita, bahwa Tuhan pernah menyampaikan kepadanya bahwa destiny-nya besar, Tuhan memberikan kepadanya kemampuan untuk memimpin peperangan rohani dan Tuhan mempercayakan kota Temanggung kepadanya. Banyak hal yang terjadi, namun Bu Linda tetap akan berdiri.
Jangan pernah menukar destiny kita dengan apapun!

2. Didikan seperti Daud - didikan yang tegas dan kuat
Daud mengalami di hidupnya berada di titik-titik terendah. Lagu “Jamin kami di lembah penentuan”, jika kita sedang berada di posisi itu, minta jaminan Tuhan sehingga kita mampu melewatinya dan menang.

Saat Daud kembali, ia begitu kaget, Ziklag habis terbakar ; harta benda dan ternak, dan bahkan istri dan anak dijarah dan dibawa sama musuh. Habis semua, tidak ada apa-apa lagi. Sudah habis semua, anak buahnya juga mau melempari Daud dengan batu karena mereka juga kehabisan segala sesuatunya.

Daud saat itu menangis, tetapi Tuhan tidak memanja-manjakan Daud. Tuhan malah menyuruh Daud untuk maju dan merebut kembali semua yang terampas dari padanya. Inilah salah satu ujian jendral. Daud tidak menyalahkan tentaranya, tidak menyalahkan Tuhan, tidak menyesali keadaan. Namun Daud menguatkan diri dan imannya kepada Tuhan, ia maju dan merebut kembali!

3. Ujian tahan uji / penderitaan / hinaan
Ujian jendral bukan untuk membuktikan bahwa kita bisa dan kuat, bukan untuk pamer dan bahwa kita benar. Justru di saat kita dihina dan dicaci maki, memilih untuk diam. Bukan balas mengutuki dan dendam, justru semakin kita ditekan, ktia semakin kuat dan terbang mengejar Tuhan. Berseru kepada Tuhan dan naik bersama Dia.

Bahtera dikatakan aneh dan sesat, tetapi memilih untuk mendoakan dan mengucap syukur.

4. Ujian saat Tuhan tidak bela sekalipun
(Sedikit tambahan yang menarik dari kotbah tadi pagi juga : Saat kecil, Ayahnya Yusuf memberikan kepadanya jubah yang indah. Hal ini membuat saudara-saudaranya iri dan marah. Mereka merebut jubah itu dari Yusuf, mencelupkannya ke darah hewan dan menjual Yusuf. Bahkan kepada Ayah mereka, mereka mengaku bahwa Yusuf sudah mati.
Dan saat ia digoda oleh Istri Potifar, sekali lagi Yusuf melepaskan jubahnya.)

Ujian jendral bukanlah minta Tuhan yang membela dan menyatakan kebenaran.
Contoh : Yusuf ketika digoda oleh istri Potifar. Yusuf anak muda yang ganteng, memiliki gairah anak muda, digoda oleh istri Potifar yang terkenal cantik. Yusuf memilih untuk menolak dan membuang itu semua! Beda dengan Simson yang tergoda dengan Delilah.

Yusuf melakukan apa yang benar, ia keluar dan pergi, tidak mau menyentuh istri majikannya.
Tetapi apakah Tuhan membela? Tidak! Setelah itu ia malah mendekam di penjara.
Seringkali ujian jendral membuat kita berada di titik, kita tidak bisa membela diri. Tuhan bisa membela kita, tetapi jangan berpikir bahwa pembelaan itu yang harus terjadi.
Bahkan di Alkitab tidak pernah ditulis,, nama baik Yusuf dibersihkan, sekalipun Yusuf akhirnya menjadi orang kepercayaan Raja. Ia tetap dicap sebagai pezinah padahal ia tidak melakukan apapun.

5. Tetap bertahan mengutamakan yang Tuhan mau
Bu Linda menceritakan, masa-masa ketika rasanya hampir menyerah untuk menjadi Gembala ketika disodorkan juga pelayanan di Canada dengan berbagai fasilitas yang enak. Namun akhirnya tetap memilih untuk stay dan melayani.

Ujian jendral bukan mencari sesuatu yang mudah, gampang, instan dan enak. Tetapi justru kita harus melewati semuanya. Jendral harus mencari ketepatan, apa yang Tuhan inginkan dan melangkah dalam ketaatan. Bahkan ketika disodorkan apa yang enak, tetap pastikan sesungguhnya apa yang Tuhan inginkan.

Seorang jendral akan berkata, waktu tidak akan mengalahkannya. Diserang terus, dididik terus, berusaha dibuat jatuh, dll. Namun tidak akan membuatnya kalah, karena ia mengerti bahwa bagiannya adalah mengenal kehendak Tuhan, tunduk kepada Tuhan, sehingga ia bisa menang menghadapi segala sesuatu.

Saat pelayanan ke suatu daerah di Kalimantan, Ibu Linda didatangi seseorang. Ia berkata, secara roh bisa membedakan mana orang Kristen yang sungguh-sungguh dengan Tuhan, dan mana yang hanya main-main. Bu Iin berkata, bahwa orang ini sesungguhnya adalah Calon Pengantin Penguasa Kegelapan di daerah itu, di dunia kegelapan pangkatnya sudah Jendral Bintang 3.
Kita pun seharusnya mengerti level kita sudah sampai dimana dan terus berusaha menaikkan level iman kita.

Resume By : Selviani Lakmudin

Komentar

Postingan Populer