Bersihkan Cawan Hidupmu

Bersihkan Cawan Hidupmu
AOC BANDUNG
6 FEBUARI 2017

By: Ev. Daniel Krestianto

Tuhan begitu sayang kepada kita. Mari mulai menghitung setiap berkat, pertolongan Tuhan atas hidup kita. Tuhan tidak jauh daripadamu!

Kita orang yang dimerdekakan, kita orang yang sudah merdeka. Apa kelanjutannya? Apa artinya? Untuk kita dapatkan kelimpahan, kekayaan bangsa-bangsa dicurahkan dalam hidupmu, engkau harus dimerdekakan terlebih dahulu, sehingga cawan-cawan hidupmu itu bersih, bebas dari setiap ikatan, sehingga pada waktu berkat itu tercurah, engkau bisa menerimanya, bisa hidup di dalamnya, tetapi berkat itu tidak akan membunuhmu.

Siapkan dirimu. Siapkan dirimu. Siapkan dirimu. Bulan ini adalah bulan dimana engkau harus sungguh-sungguh bisa masuk dalam level merdeka, bebas dari setiap ikatan, bebas dari setiap trauma dan masa lalu, bebas dari setiap yang membuat engkau takut, khawatir karena engkau punya Tuhan. Engkau bisa mengandalkan Tuhan, dan Dia Tuhan yang selalu tidak jauh dari kita. Dia menggenapi semua janjiNya, sesudah itu cawan demi cawan itu dipersiapkan.

Di bulan Maret, akan terjadi hujan kelimpahan dan hujan berkat yang luar biasa. Firman Tuhan berkata, dimulai semuanya itu dari Bait Allah, jadi kalau engkau tinggal di Bait Allah, kitalah orang yang pertama akan menikmati segala sesuatu. Mari sadar dan ikut alunan Roh Kudus.

Ada transfer kekayaan bangsa-bangsa akan masuk. Mari bersihkan cawan hatimu, karena tidak ada gunanya ketika berkat itu dicurahkan namun cawan itu belum siap, cawannya retak dan hampir hancur, cawannya robek, sehingga berkat itu tidak akan datang dan langsung hilang. Yang Tuhan rindukan, berkat itu tidak hilang, tapi makin dan makin besar.

Seperti anak kecil yang dia bawa 5 roti dan 2 ikan, dia bisa untuk habiskan semua sendiri, tapi dia belajar untuk melepaskan haknya, dan dia belajar untuk memberkati. Resikonya, dia kelaparan, dia tidak dapatkan apapun, tapi dia punya hati yang rela, dia lepaskan. Lalu Firman Tuhan berkata, setiap pribadi yang ada di sana, makan sampai kenyang, bahkan bersisa 12 bakul, itu tanda kelimpahan setiap tahunnya.

Ini waktunya dimana kita benar-benar terus mengoreksi, melihat hati, apakah benar-benar hati kita itu sudah bersih, apakah benar-benar hati kita tulus, murni. Berkat yang akan Tuhan curahkan itu tidak masuk di akal, mungkin berkat yang tidak pernah engkau bayangkan, berkat yang tidak pernah masuk dalam pikiranmu.

1 Korintus 2:9
9: Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia."

Tugas kita hanya mengasihi Tuhan. Ada yang bertanya bagaimana mengasihi Tuhan, jelas Firman berkata turuti semua perintah Tuhan, bukan hanya yang engkau suka yang engkau ikuti, semua harus diikuti. Tapi bagaimana cara mengikuti kalau engkau tidak baca Alkitab. Kalau engkau baca tapi tidak mengerti, ya tidak apa-apa, tapi kalau engkau mengerti tapi engkau tidak melakukannya, engkau akan dituntut, namun bukan berarti engkau baca terus tapi tidak mengerti, kalau seperti itu terus ya tidak naik kelas. Ikuti saja jalan yang Tuhan katakan, kalau belok kanan ya ke kanan, kalau stop ya stop. Banyak anak Tuhan berkata mau tapi persis seperti iklan, berkata kalau rumput sebelah sepertinya lebih enak.

Hatimu jangan sampai iri, kepahitan, karena berkat itu akan segera datang! Bulan ini bereskan cawan demi cawan dalam hidupmu, sehingga ketika berkat dicurahkan, cawan itu bersih, berkat bisa dialirkan dalam hidupmu. Yang pahit hatinya, itu lubang-lubang. Bereskan semuanya, jangan menggampangkan, jangan jadi 5 gadis bodoh yang berkata "Gampang tinggal beli minyak, gampang banyak yang jual, gampang tinggal beli dan lari kembali", tapi justru ketika mereka pergi membeli minyak, pintu itu terbuka, ketika mereka kembali, pintu sudah tertutup. Karena menggampangkan, meremehkan, engkau tidak mendapat bagianmu dengan utuh.

Harus ada kerja sama antara Tuhan dan kita. Kita juga mulai mendidik dan memprogram semua yang tidak baik dalam hidup kita untuk dibuang. Misal ada kebencian dengan seseorang, ya belajar mengampuni, karena di Firman juga berkata kalau engkau tidak mengampuni, Bapamu di surga juga tidak akan mengampuni. Yesus tidak bersalah, Dia dicambuk, dipakukan, disalib, dll. Kalau Yesus bisa mengampuni, engkau juga harus bisa, Roh Kudus yang akan memampukan kita semua sehingga kita bisa.

Ketika engkau melakukan sesuatu yang Tuhan suka, yang Tuhan berkenan, menjadi pelaku Firman, bahkan dikatakan seseorang yang mengorbankan sesuatu, ditulis di buku itu. Kalau engkau ke mall tapi tidak bawa uang dan engkau tidak PD, artinya engkau masih terikat dengan keuangan. Yesus tidak pernah memusingkan dirinya, tapi menjadi berkat bagi orang di sekeliling diriNya. Kita hidup, kita selesaikan destiny kita, jadi berkat bagi orang lain. Kalau engkau mau jadi bendahara Tuhan, engkau harus belajar, ketika berkat itu datang, engkau tanya Tuhan berkat itu untuk siapa. Engkau punya berkat banyak untuk apa? Jangan iri dengan orang lain, apa yang engkau lihat belum tentu seperti yang engkau lihat. Banyak juga yang diberkati karena seorang upahan, dibayar di dunia, tapi di surga tidak dapat apa-apa.

Kalau seseorang iri, ada satu buku, Book of Tears (buku air mata), jangan sampai nama kita ada di sana. Kalau namamu ada di sana, engkau tidak masuk surga kecuali membayar dengan darahnya sendiri. Yang tertulis di sana adalah orang yang kepahitan dengan orang atau dengan Tuhan, komplain dengan Tuhan, berkata sudah memberi banyak tapi Tuhan tidak berkati, sudah melayani tapi orang lain yang diberkati, dll. Kalau Tuhan beritahu, artinya masih ada kesempatan untuk kita bertobat.

Sama seperti ketika engkau menerobos lampu merah, sekali, sekali, lama-lama terus-menerus dan menjadi sudah biasa dan merasa tidak bersalah lagi. Dosa pun juga seperti itu, kalau engkau lakukan terus-menerus engkau bisa tidak sadar lagi kalau itu dosa, karena itu bereskan semuanya mulai hari ini.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -

Script Writer : Bobby Hartanto

Komentar

Postingan Populer