Purim

11 February

PURIM


" Karena pada hari-hari itulah orang Yahudi mendapat keamanan terhadap musuhnya dan dalam bulan itulah dukacita mereka berubah menjadi sukacita dan hari perkabungan menjadi hari gembira, dan supaya menjadikan hari-hari itu hari perjamuan dan sukacita dan hari untuk antar-mengantar makanan dan untuk bersedekah kepada orang-orang miskin" ( Ester 9:22 )

Purim itu menjadi hari pembalikkan keadaan.

Kematian jadi kehidupan, dukacita jadi sukacita,

ratapan jadi tawa dan tarian.

Namun Ada satu hal yang tidak boleh di lupakan,

Purim juga jadi hari

"BERSEDEKAH kepada orang-orang miskin".

Rupanya, melayani orang miskin, merupakan

semacam " meterai "
pengesahan akan semuanya.

Kerasulan Paulus pun disahkan
oleh "meterai " yang sama.

Dan setelah melihat kasih karunia

yang di anugerahkan kepadaku,

maka Yakobus , Kefas, dan Yohanes,

yang di pandang
sebagai sokoguru jemaat,

berjabat tangan dengan aku
dan dengan Barnabas

sebagai tanda  persekutuan,
supaya kami pergi kepada

orang-orang yang tidak bersunat,

dan mereka kepada
orang-orang yang bersunat,

hanya kami harus tetap
mengingat orang-orang miskin

dan memang itulah yang sungguh-sungguh

ku usahakan melakukannya.
(Galatia 2 : 9 - 10 )

Disalin dari Renungan Harian "Daily Walk With The King "oleh Pdt. Petrus Agung Purnomo

Komentar

Postingan Populer