Minggu, 22 April 2018

Pondok Daud

Ibadah Raya
Firman Tuhan oleh
Ps. Joshua Paul
Minggu, 22 April 2018
Kemah Daud Ministries Jogja



Kita ada dalam perjalanan. Sorga adalah rumah kita. Kita adalah musafir dalam perjalanan. Kita dipanggil untuk memberkati kota.

Tuhan sudah melihat kesetiaan dan pengabdian kita. Saat kita setia dalam perkara kecil maka Tuhan akan sediakan perkara besar. Inilah saatnya kita naik ke next level.

Amos 9:11

Pondok Daud adalah rencana Tuhan yang diberikan kepada Musa. Itu lambang hadirat Tuhan.

Waktu Tabut Perjanjian bergerak maka bangsa Israel bergerak. Tabut itu diangkat oleh para imam karena itu terlalu berharga.

Waktu bangsa Israel kehilangan Tabut Perjanjian - hal pertama yang dibawa Daud pertama kali setelah diurapi adalah mengembalikan Tabut Perjanjian.

Para imam membawa Tabut Perjanjian di atas pundak para imam. Itu gambaran dari pemerintahan ada di bawa di atas bahu kita. Kita adalah bait Allah membawa hadirat Allah.

Kita tidak bisa menaruh Tuhan di dalam kotak. Tuhan tidak bisa didikte. Dia bisa berbicara dengan ribuan macam cara - melalui alam, melalui warna. Biarlah kita terbuka terhadap apa yang Tuhan mau.

Sebelum Dia memenuhi kita maka Dia menyelaraskan kita dan membersihkan kita.

Dia berdoa dari Yehezkiel 47:1-5. Dia ingin menenggelamkan di dalam hadirat Tuhan. Dia ingin kita di rendam dalam hadirat Tuhan. Seperti Daud mengalami perjumpaan muka demi muka dengan Tuhan.

Kemah Daud bukan hanya tersedia bagi imam tetapi setiap pribadi punya akses untuk masuk dan alami Tuhan.

Saat bangsa Israel hidup di masa kepemimpinan Musa maka mereka bilang, "aku takut, kamu saja yang naik ke gunung untuk mendengar suara Tuhan." Inilah awal mula agama.

Tuhan tidak hanya akan berbicara kepada Gembala dan Para Pemimpin; namun Dia rindu berbicara kepada kita sebagai anak-anakNya. Kita adalah domba; domba mendengar suaraNya.

Daud bukan orang Lewi; namun kebiasaannya membangun hubungan dengan Tuhan saat di Padang Rumput. Itulah sebabnya Kemah Daud adalah rumah baginya.

Karena itu frekuensi Sorgawi harus terbuka di dalam hidup kita sehingga kita bisa mendengar suara Tuhan saat bekerja, saat menyetir mobil, saat lakukan apapun.

Percayalah ada portal Sorga di tempat ini; kita dengar suara Tuhan baik di dalam gereja maupun di rumah-rumah pribadi kita.

Semakin matang kita semakin bersukacita kita (smiling, please).

Sukacita itu pribadi yang punya nama yaitu Yesus.

Kita tidak boleh malu dengan nama Yesus. Kita harus bangga dengan nama Yesus. Nama indah itulah nama Yesus. Nama yang semua lutut bertelut. Solusi apapun adalah nama Yesus. Tidak ada satu tempat dimana Dia gagal.

2 Samuel 5:20

Daud waktu muda kalahkan Goliath. Dia lakukan itu setelah dia diurapi.

Kita punya tiga tahapan atau lapisan pengaruh!

Daud diurapi tidak serta merta langsung jadi raja - namun dia melewati proses.

Setiap perang yang dihadapi Daud. Dia selalu tanya kepada Tuhan. Apapun yang kita alami maka hal pertama yang kita hadapi adalah ketemu Tuhan atau lari kepada Tuhan - Dia pasti akan berikan strategi untuk memenangkan pertempuran.

Saat masalah datang aku datang pada Tuhan. Saat musuh datang aku datang pada Tuhan.

Tuhan sendiri yang berperang melawan musuh-musuhnya. Seperti air menerobos seperti tsunami.

Tuhan akan bertempur bagi kita. Be still and ketahuilah bahwa Akulah Allah. Posisi kita tenang sehingga bisa mendengar apa yang jadi komandoNya.

Yesus adalah Baal Perazim!

Mikha 2:13
Micah 2:13 (NKJV)
The one who breaks open will come up before them; They will break out, Pass through the gate, And go out by it; Their king will pass before them, With the Lord at their head."

Dia akan menerobos di depan kita. Tidak ada pintu yang bisa menutup kita sekalipun gerbang neraka. Tuhan kita berjalan bersama kita.

Allah yang begitu ajaib, begitu indah, pencipta langit dan bumi; masuk dalam pikiran manusia.

Dia kenakan mahkota duri dan lepaskan mahkota Sorga; dia lepaskan tongkat Sorga dan ijinkan tongkat memukuli tubuhNya.

Itulah sebabnya peperangan terbesar adalah di dalam pikiran kita; Dia sudah kalahkan semua pemerintah dan penguasa di udara.

Saat kita percaya kepada Yesus; Dia u

Amsal 23:7

Kita bisa membatasi Tuhan melalui pikiran kita. Karena itulah kita meninggikan dan membesarkan Tuhan sehingga pikiran kita menjadikan Tuhan jadi raja.

Saat Daud ketemu Goliat yang besar sekali; namun dia bisa melihatnya sangat kecil. Karena dia memiliki pikiran Kristus.

Dia adalah orang perjanjian baru namun hidup di dalam perjanjian lama sehingga Dia suka disebut anak Daud.

Masalahnya bukan pada roh kita, Roh Kudus, roh jahat namun pikiran kita!

Daud berkata dia senang ada di dalam rumah Tuhan dan senang beribadah dalam rumah Tuhan.

Resume by
J. B. A.
LINE-WA - 0819 1553 2500
Info CAR3iNetwork via WA - https://goo.gl/Yni4yw
Follow me on Instagram @budiabdipatra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar