Rabu, 02 Mei 2018

MENJADI PENAKLUK DUNIA

MENJADI PENAKLUK DUNIA

Dalam reat - ret hari ketiga ada satu message yang Roh Kudus tegaskan, yaitu tentang keberadaan jemaat yang pasif. Ada banyak orang Kristen pasif yang terus hidup sembrono dan selalu bermasalah, tapi tidak mau berubah, namun yang diinginkannya adalah 'quick fix' dari hamba - hamba Tuhan yang diurapi yaitu dg cara menumpang tangan atasnya agar masalahnya selesai dan bebannya pun hilang. Jika tidak terjadi apa - apa saat penumpangan tangan dan setelahnya, maka mereka menganggap hamba Tuhan itu kurang diurapi, dan mereka mencari lagi yang lebih "sakti".

Seketika saya langsung memahami sesuatu. Mentalitas seperti itu memang sedang terus dipupuk dan disirami oleh roh - roh dunia dengan cara:

1. Memunculkan para "pengkhotbah - pengkhotbah" yang terus menyampaikan pengetahuan - pengetahuan psikologis ke dalam gereja, sehingga jemaat tidak bertumbuh ke arah Kristus tapi hanya menjadi 'manusia baik' - 'good man' and not 'man of God' - yang berada dalam keterbatasan dalam mengekspresikan keberadaan Roh Kristus yang ada dalam diri mereka yang percaya.

2. Memunculkan gereja - gereja yang dibangun berdasarkan keinginan manusia, pola manusia, dan bertujuan mencari uang. Sehingga gereja ini akan menomor satukan kenyamanan jemaat, keinginan jemaat, dan menyenangkan jemaat, dan bukan kehendak Tuhan! Prinsipnya apapun boleh dilakukan demi jemaat tidak "kabur" ke tempat lain.

3. Membuat jemaat ketagihan dengan para pengkhotbah - pengkhotbah yang tidak menyampaikan suara Tuhan, namun menyuarakan keinginan hati jemaat yang sedang mengejar berkat dan berkat yang lebih besar. Sehingga ketika jemaat mendengarkan kebenaran dan suara Tuhan yang sejati dari seorang hamba Tuhan yang memang dibentuk dan dicetak oleh Tangan Tuhan, dan membawa pola ilahi, jemaat justru akhirnya menolak sebab mereka sudah terbiasa "mengecap" suara kemanusiawian!

4. Roh - roh dunia mengeraskan hati para pemimpin jemaat agar tetap mempertahankan pola yang tidak benar dalam membangun gereja.

Sehingga keberadaan jemaat yang mau membuka hati terhadap kebenaran akhirnya 'mengalami benturan' dengan pemimpinnya sendiri. Alhasil ada banyak 'perpecahan di dalam gereja'. Akhir - akhirnya hal tersebut dimanfaatkan oleh pemimpin jemaat tersebut untuk menyampaikan isu bahwa hamba Tuhan yang menyampaikan kebenaran yang di dengar oleh jemaat adalah hamba Tuhan sesat karena menyebabkan jemaatnya "menjadi" memberontak.

Tapi saya percaya, terlepas dari apa yang sedang terjadi, suara Tuhan yang sedang terus disampaikan dari gereja Tuhan yang akurat, akan membersihkan setiap pekerjaan roh - roh dunia. Sehingga mau tidak mau, perubahan pasti akan terjadi! Dan pemulihan segala sesuatu tidak bisa terbendung. Pilihannya hanya dua saja: mengikuti kebenaran sejati atau melawan kebenaran. Pastinya kebenaran tidak akan tergoyahkan. Jemaat yang selama ini "dimanja dan menjadi pasif" mau tidak mau harus meninggalkan mentalitas tersebut demi dapat mengalami realita Tuhan dan kerajaanNya. Sebab jemaat yang manja & pasif pasti akan hancur - hancuran hidupnya. Sebab hanya mereka yang memberi dirinya dilatih oleh pekerjaan firman dan Roh yang dapat bertahan dalam peperangan dan menjadi penakluk dunia!
#AkuCintaTuhan
(Ps. Steven Agustinus)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar