BAGAIMANA MENIKMATI HADIRAT TUHAN

*Bagaimana MENIKMATI HADIRAT TUHAN*

Kisah Para Rasul 10:4 (TB)  Ia menatap malaikat itu dan dengan takut ia berkata: "Ada apa, Tuhan?" Jawab malaikat itu: "Semua doamu dan sedekahmu telah naik ke hadirat Allah dan Allah mengingat engkau.

Pagi Ini Saya Rindu Merasakan HADIRAT Tuhan. Sudah Sekian lama Kekeringan melanda.

Seperti Rusa Yang Haus Merindukan Aliran Sungai. Seperti Tanah Kering Merindukan Air Hujan Untuk Membasahi Kekeringan.

*Ada 3 dimensi hadirat Tuhan.*

1. Omnipresence

Tuhan ada/hadir di mana-mana. Tapi ini bukan berarti ada Tuhan yang lain yang boleh disembah, yang melahirkan animisme dan dinamisme. Tidak boleh ada Allah lain dalam diri kita.



2. Manifested presence

Kehadirannya nyata yang dimanifestasikan, ada tanda-tanda yang menyertai. Firmannya dimana ada dua tiga orang berkumpul, maka ada Tuhan hadir. Banyak anak Tuhan berhenti sampai di sini. Cukup puas mengalami Tuhan di tempat-tempat ibadah atau kamar saat teduh. Padahal ada dimensi yang ketiga.



3. Indwelling presence

Suatu hadirat Tuhan yang nyata dan tinggal diam, menetap. Begitu nyatanya, sehingga kata Petrus, Firman itu bisa diraba.Jika kita tidak mengerti dimensi ketiga, maka kita tidak teguh ketika menghadapi permasalahan, merasa kekeringan. Tuhan hadir di dalam kita dimanapun kita berada. Kita tidak bergantung pada suatu tempat tertentu. Inilah yang dimaksudkan dari dimensi ketiga. Dia ada di dalam kita.



Mari kita cermati dalam Keluaran 25:8. Manusia, Adam dan Hawa, memiliki kuasa. Tetapi ketika jatuh dalam dosa, mereka tidak dapat lagi bergaul dengan Tuhan. Dalam Keluaran 25:8, Bapa ingin merestorasi hubungan dengan manusia seperti jaman Adam dan Hawa. “Dan mereka (Bangsa Israel) harus membuat TEMPAT KUDUS bagiKu, supaya AKU DIAM (dwell) di tengah-tengah mereka.”Bapa tidak bisa bercampur dengan dosa. Dia mau ada suatu tempat yang kudus. Maka dibangunlah kemah suci.



Di dalam Keluaran 40:1, terdapat 3 Bagian Kemah Suci:1. Ruang Maha Kudus : Tabut Tuhan (di dalamnya terdapat manna, 2 loh batu, tongkat Harun yang berbunga).2. Ruang Kudus : Meja roti sajian, kandil, mezbah pembakaran ukupan.3. Pelataran : Mezbah korban Bakaran, bejana pembasuhan. Bagian korban, sudah dilakukan oleh Tuhan Yesus sekali untuk selama-lamanya. Bagian kita adalah menyerahkan daging/kesukaan kita. Tuhan Hadir ketika ada korban.Seluruh perkakas/alat disucikan. Artinya ada bagian-bagian hidup kita yang dikuduskan bagi Tuhan.



Kemah suci melambangkan hidup orang yang telah ditebus. Kita yang telah ditebus berada di ruang maha kudus. Dari sini ada 3 tipe orang.

1. Tipe orang di pelataran. Adalah orang yang sibuk dengan dirinya sendiri. Masih jatuh bangun dalam dosa.

2. Tipe orang di ruang kudus. Orang yang rindu menyenangkan hati Tuhan. Dipenuhi pujian dan penyembahan. Pujian dan penyembahan bukan sekedar bernyanyi, tapi keluar dari hati karena adanya pengenalan akan Tuhan.

3. Tipe orang di ruang maha kudus. Orang yang hanya fokus tinggal diam dan tenang mendengar suara Tuhan. Dia bayar harga dan bertekun dalam Tuhan.



Ayo berpindah dari pelataran, ruang kudus ke ruang maha kudus.

Orang yang sungguh mengasihi Tuhan tidak mudah jatuh dalam dosa. Ada yang aneh jika masih jatuh bangun dalam dosa. Tentunya ada disiplin yang terlewat. Maka bangkitlah dan lakukan kembali disiplin yang Tuhan sudah taruhkan dalam hidup kita. Tinggal-lah dalam ruang maha kudus, bukan keluar masuk, bolak balik.



*Apa yang terjadi di ruang maha kudus?*

Mari kita perhatikan di (Ibrani 9:6-7).Hanya Imam Besar yang boleh masuk 1 kali setahun (Ibrani 9:6-7)Yesus telah menjadi Imam Besar bagi kita (Ibrani 9:11-14).Sehingga kita BERANI masuk ruang maha kudus (Ibrani 10:19, Matius 27:51). Tirai yang membatasi ruang kudus dan maha kudus sangat tebal. Tapi ketika Yesus disalib, tirai ini terbelah. Sejak itu tidak ada lagi tirai yang membatasi semua orang untuk masuk ruang maha kudus, yang adalah tempat dimana kita mengalami Tuhan. SIAPA SAJA boleh masuk ruang maha kudus, melalui Yesus.Yesus MERESTORASI hubungan kita dengan Bapa, Bapa tinggal, hadir, diam dalam kita dan kita Tinggal dalam Bapa. Bapa tidak jauh. Di titik ini, mana mungkin kita tidak mengalami Tuhan.



*Bagaimana untuk terus tinggal dalam hadirat Tuhan?*

1. Tinggal dalam Pujian Penyembahan dan Doa (berbahasa roh). Lakukan dengan cara yang berbeda. Lakukan dengan agresif. Tidak bisa lagi kita

2. Keluaran 27:20–21,  Lampu harus tetap MENYALA. Lampu bicara Firman.

3. Mengembangkan roh haus dan lapar. Firman berkata, hendaklah kita miskin di hadapan  Tuhan, yang selalu rindu mendapatkan lebih dan lebih dan lebih lagi. Kita percaya bahwa pengenalan akan Tuhan selalu baru setiap hari. Tidak lagi kita menjadi meremehkan suatu Firman karena merasa sudah pernah mendengar Firman tersebut. Jadilah agresif. Selalu rindu Tuhan melawat kita. Mulailah dengan berpuasa.

4. Disiplin Melakukannya (Mazmur 119:105)



*Manfaat dipenuhi hadirat Tuhan.*

1. Hadirat Tuhan membawa kesadaran roh dan menyingkirkan kematian (Yeh 47:1-9). Kita menjadi peka mendengar suara Tuhan. Kita tersadar akan dosa. Kematian menyingkir karena kita membawa hadirat Tuhan, tempat-tempat yang kita injak terdapat kehidupan.

2. Hadirat Tuhan menyegarkan Jiwa (Mazmur 23:1-2). Kita hidup penuh dengan tekanan. Ketika kita sadar ada Tuhan yang tinggal dalam kita, maka kita bisa bertemu dengan Tuhan di manapun. Kita bisa menyembah Tuhan dan kita mulai disegarkan kembali.

3. Hadirat Tuhan memberi beban buat jiwa-jiwa (Mazmur 51:13-15). Ini adalah Mazmur yang ditulis ketika sang pemazmur sedang bergumul. Tidak mau dia kehilangan Roh Kudus. Orang yang tinggal dalam hadirat Tuhan, pasti dia memiliki beban jiwa-jiwa. Sebaliknya, ketika kita tidak memiliki beban jiwa-jiwa, maka kita sedang jauh dari Tuhan.

4. Hadirat Tuhan mengubah atmosfir daerah kita.

5. Hadirat Tuhan menjaga kasih kepada Yesus Kristus.

Only By His Grace

Joshua Ivan Sudrajat

Komentar

Postingan Populer