4 Persembahan dengan 4 Kegunaan

4 Persembahan dengan 4 Kegunaan
Pdt. Petrus Agung


Pengelihatan p Agung saat penyembahan di Natal SHRK Jakarta:
Di sebuah ruang sidang yang besar Tuhan memanggil nama-nama kita satu persatu. Saat yang dipanggil muncul, ada malaikat yang meneriakkan sebutan atau panggilan dari orang itu: dia yang setia, dia yang penuh iman, dia yang Engkau kasihi, sahabatMu. Contohnya saat orang-orang memberitahukan pada Yesus tentang kematian Lazarus, dia disebut sebagai: “dia yang Kau kasihi”, dan Yesus mengerti siapa yang dimaksud.
Setiap kita punya sebutan di depan Tuhan !
Masing-masing orang yang dipanggil diberi hadiah atas apa yang dilakukan dan kerjakan untuk Tuhan di sepanjang tahun ini. Ada yang merasakan hadiah itu mulai akhir tahun ini, ada yang mulai awal tahun depan.
Janji Tuhan pada Abraham: keturunannya akan seperti pasir di laut dan bintang di langit. Pasir ada di bawah, bintang ada di atas. Tuhan berkata bahwa sudah waktunya anak-anak Tuhan jadi bintang-bintang. Alkitab katakan 1/3 bintang akan gugur, tapi ada bintang yang tidak akan gugur/ rontok selama-lamanya karena dijamin Tuhan.
Cara supaya anak-anak Tuhan jadi bintang yang tidak gugur:
Dan orang- orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang- bintang, tetap untuk selama- lamanya. (Dan 12: 3)
Ada 2 macam orang yang akan jadi bintang yang bercahaya pada akhir jaman:
1. Orang-orang yang bijaksana
2. Orang-orang yang menuntun banyak orang lain kepada kebenaran
Tuhan minta p Agung mengajari jemaat bagaimana cara untuk menjadi bijaksana. Ini akan disampaikan pada hari ini, KKR Bahtera, dan kebaktian minggu depan
Untuk bagian kedua yaitu membawa jiwa-jiwa kepada Tuhan, kesempatan dibuka pada acara old and new tanggal 31 Desember 2013 di Holy Stadium. Masing-masing jemaat diharap membawa jiwa-jiwa, masing-masing 2 orang.
Menjadi Bijaksana dalam hal Persembahan
Semua yang Tuhan perintahkan dan minta pada kita, baik materi atau non-materi, ujungnya kembali pada kita. Contoh: Tuhan minta Ishak kepada Abraham, ujungnya Abraham dapatkan Ishak kembali.
1. Perpuluhan (Mal 3: 10-12)
Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan (Mal 3: 10)
Persepuluhan memberikan efek langit:
1. Langit di atas kita terbuka, maka berkat Tuhan terbuka bagi kita.
2. Semua binatang pelahap yang merusak hidup kita dihardik dan disingkirkan.
Perpuluhan adalah hak dan milik Tuhan, maka dikatakan kita mengembalikan dan bukan memberi, dan itu merupakan penyembahan kita. Kita tidak bisa membagi-bagi perpuluhan semau kita, harus kepada tudung rohani kita.
Aturan sinode JKI : 1/10 dari persembahan diserahkan ke sinode. JKI Injil Kerajaan mengembalikan perpuluhan kepada sinode setiap senin pagi, dan bukan per bulan. Begitu diserahkan, bagian JKI selesai. Penggunaan dan pengaturan uang itu terserah kepada sinode.
Saat gereja JKI melakukan kewajibannya, maka JKI mendapat tudung rohani pdt Adi Susanto. P Adi punya ketulusan, jiwa besar, hati Bapa, punya kerinduan besar supaya jiwa-jiwa yang belum diselamatkan mengenal Tuhan. Dia tidak merasa tersaingi dengan orang-orang muda yang sedang berkembang, malah memberi kepercayaan dan kesempatan kepada mereka.
Contoh salah satu sikap yang menunjukkan hati Bapa yang dimiliki p Adi:
Ada seorang hamba Tuhan yang sedang dihakimi banyak orang sebagai sesat, justru diundang p Adi untuk khotbah di PD Sangkakala. Pemikiran p Adi: lihat intinya, jangan asesorisnya. Jika semua orang menghakimi hamba Tuhan itu, kemudian dia kepahitan dan pindah agama, justru dia akan binasa.
Dengan tudung rohani seperti p Adi, maka JKI mempunyai hati Bapa yang memungkinkan adanya pertumbuhan dan semakin besar.
Perpuluhan mengamankan tudung kita sendiri
Setiap kebaktian yang dilayani Ps John Avanzini, 1/10 dari persembahan diserahkan kepada ps John. Maka Jki punya tudung seorang nabi di bidang keuangan dengan urapan 100 kali ganda.
2. Taburan
Apa yang kita tabur, itu yang kita tuai. Semakin banyak menabur, semakin banyak tuaian.
Taburan adalah jenis persembahan yang bentuknya seperti investasi. Saat diberikan, kita harus mengerti apa yang akan kita dapat dengan memberikan taburan tersebut.
Contoh: Perempuan sunem yang membuatkan kamar bagi Elisa. Setelah Elisa beberapa kali mampir, akhirnya perempuan ini mendapatkan upah berupa hal yang selama ini belum dimilikinya: anak.
Semua bentuk taburan punya tujuan jelas, dan pasti menuai: 30x, 60x, atau 100x ganda.
Kerjakan taburan dengan pengertian bahwa akan menuai hasilnya:
JKI memberkati pelayanan radio George Otis, ujungnya JKI mendapatkan radio Rhema.
JKI membantu dana untuk pembelian tanah bagi sekolah yang akan didirikan Mahanaim, ujungnya JKI punya sekolah Terang Bangsa.
Berikan taburan di tempat yang subur!
3. Berkat persembahan untuk orang-orang miskin atau yang kekurangan
Memberi kepada orang miskin adalah memiutangi Tuhan.
Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu. (Ams 19: 17)
Dalam peristiwa 5 roti dan 2 ikan ada 5000 orang yang lapar. Ada seorang anak merelakan bekalnya, maka 5000 orang tersebut bisa makan kenyang bahkan sisa 12 bakul.
Setiap kali kita menolong orang miskin, kita akan mengalami pelipat-gandaan
Sepanjang tahun 2013 p Agung menolong sekitar 5 orang jemaat yang kesulitan tempat tinggal. Suatu kali p Agung akan membeli sebuah rumah. Deal pembayarannya 3 kali dengan selang 3 bulan.
Ternyata setelah khotbah kunci Daud, besoknya di hari senin dan selasa ada orang-orang yang menutup pembayarannya, sehingga p Agung tidak mengeluarkan uang sedikitpun.
4. Persembahan khusus
Persembahan khusus diberikan dalam momen khusus dan dalam jumlah khusus. Jika dilakukan dengan tepat, maka akan terjadi terobosan!
Contoh:
Janda Sarfat datang ke Elia dengan tebung segenggam dan sedikit minyak. Elia meminta secara khusus pada wanita ini untuk membuat roti. Begitu dibuatkan, tepung dan minyak tidak habis hingga waktu panen.
Semalaman para murid mencari ikan dan gagal. Tuhan perintahkan bergerak ke tempat yang dalam, lalu tebarkan jala, maka ikan yang ditangkap begitu banyak.
Breakthrough harus dengan ketepatan, dilakukan dengan kuat, maka akan berhasil menjebol/ menerobos.
Kesaksian:
Setelah pelunasan tanah Holy Stadium, uang di kas JKI hanya sisa 400 juta, dan beberapa waktu tidak bertambah. Padahal kebutuhan dana minimal 1,2M untuk tiang pancang pertama. Saat Mahanaim butuh 400 juta untuk membeli tanah yang kelak untuk sekolah, Tuhan bicara kepada p Agung: “koq pas ya? “. Walau dengan berbagai pertimbangan, akhirnya p Agung memberikan uang tersebut.
Beberapa waktu kemudian, saat ps John Avanzini buat kebaktian “The unusual”, jumlah persembahan yang diterima 21M, dan Holy Stadium terbangun.

Komentar

Postingan Populer