Sayap Kerendahan Hati



Sayap Kerendahan Hati
Pdt. Petrus Agung Purnomo & Ev. Iin Tjipto Purnomo



16:17 Berkatalah Saul kepada hamba-hambanya itu: "Carilah bagiku seorang yang dapat main kecapi dengan baik, dan bawalah dia kepadaku." 16:18 Lalu jawab salah seorang hamba itu, katanya: "Sesungguhnya, aku telah melihat salah seorang anak laki-laki Isai, x  orang Betlehem itu, yang pandai main kecapi. Ia seorang pahlawan yang gagah perkasa, seorang prajurit, y  yang pandai bicara, elok perawakannya; dan TUHAN menyertai z  dia." (1 Samuel 16:17-18)

Disini saya mau membahas sisi yang lain dari Daud. Ayat diatas ditulis bukan pada waktu Daud menjadi Pahlawan atau sudah menjadi terkenal, tetapi itu ditulis pada waktu Daud telah masuk dalam kemiliteran.  Diperkirakan waktu itu Daud baru berusia 15 tahun. Jika saya dapat ilustrasikan, Daud itu seperti seorang anak laki-laki yang menjadi pemain musik terbaik didesanya. Ia seorang pahlawan yang gagah berani dan merelakan dirinya untuk menjaga desanya.  Ia juga seorang pengkotbah karena ia pandai bicara dan seorang yang elok perawakannya.  Dan yang paling penting Tuhan menyertai dia. Apa yang saya mau katakan ? Daud mempunyai sebuah sayap dan sayapnya itu adalah multitask. Sayap Multitask adalah orang yang suka bekerja dan suka mengambil banyak tanggung jawab, orang yang suka melakukan lebih dari yang orang lain mau kerjakan. Orang yang hatinya selalu berkata : “Kalau orang lain tidak mau mengerjakan, biar saya yang mengerjakan.”

Kalau saudara pelajari, kakak-kakaknya tidak ada yang mau menggembalakan domba, karena bagaimanapun ternyata pekerjaan sebagai gembala adalah pekerjaan yang rendah. Sebenarnya itu adalah pekerjaan yang paling rendah. Jika disamakan dengan pekerjaan sekarang yaitu sebagai petugas Cleaning Service (CS). Jadi kakak-kakaknya berkata, “Eh Sorry ya, begini-begini saya ini anak orang kaya di kota.” Isai itu seorang yang kaya dikotanya dan semua anaknya berkata, “Sorry saya anak orang kaya, saya anak bangsawan, saya anak orang besar dikota ini dan menggembala bukan urusan saya.” Tetapi Daud berbeda dia berkata : “Aku mau kalau orang lain tidak mau kerjakan aku mau kerjakan.”

Sebelum jaman Daud, orang tidak ada yang terkenal dengan profesi sebagai pemain musik. Pemusik itu ada dikelas bawah. Begitu juga saat jaman yang lalu, gitar itu ada di kelas bawah. Bahkan saya masih ingat reaksi ibu saya, dari kecil ibu saya itu selalu berkata bahwa saya harus belajar piano. Saya bilang “Kenapa harus main piano mah ?” Saat itu ibu saya sangat suka dengan nonik-nonik Belanda dan mereka semua bisa bermain piano. Saya ini orangnya agak keras kepala, jadi dengan sengaja saya berkata begini, “Saya tidak mau main piano karena sudah banyak nonik Belanda yang bisa main. Jadi saya mau belajar main gitar.” Dan waktu saya bilang saya mau belajar gitar, ibu saya berkata begini : “Tidak boleh, gitar itu identik dengan pengamen jalanan apalagi perempuan mau main gitar itu seperti perempuan nakal.” Saya menjawab apa hubungannya gitar dengan perempuan nakal ?

Entah dari mana ibu saya punya image seperti itu, saya suka sekali menggoda ibu saya dengan permintaan yang lebih lagi yaitu dengan belajar bermain drum. Dan itu cukup membuat dia lebih kesal lagi. Sebenarnya tujuan saya justru ingin sekali mencoba melakukan sesuatu yang lain yang orang lain tidak bisa lakukan. Bayangkan di jaman Daud, bermain kecapi itu bukanlah sesuatu yang luar biasa. Tetapi itu naik begitu rupa setelah jaman Daud. Daud bukanlah seorang prajurit, yang artinya didaftarkan di sekolah prajurit. Jika anda pelajari Daud itu belum boleh membawa pedang, karena usianya belum cukup. Tetapi mengapa Daud mau melakukan hal itu ? Itu karena Daud satu-satunya orang yang bisa menangkap bahwa Tuhan juga menyukai sekali musik dan puji-pujian. Bahkan jika anda pelajari di jaman itu, tidak ada satupun laki-laki menari. Daud menari karena dia menangkap Tuhan juga suka menari.

Saya masih ingat sepuluh tahun yang lalu dimana saat itu Tuhan datang dan berkata kepada saya “Nak, pergi ke jalan-jalan dan beri makan orang-orang miskin, peluki para pelacur, peluki orang-orang homo dan lesbian, peluki orang-orang dipenjara dan cacat. Karena rumahKu harus penuh.” Lalu saat itu saya berkata “Mengapa harus saya Tuhan ?” Tuhan tidak bicara banyak, Dia menatap saya dan menjawab “Jangan tolak Aku lagi, karena Aku sudah meminta kepada lima orang hambaKu laki-laki dan mereka semuanya menjawab tidak mau.” Hari itu saya berkata, “Tuhan aku tidak akan menolaknya asal Engkau menjamin saya, saya akan lakukan apapun yang orang lain tidak mau lakukan. Kalau tidak ada gereja yang mau mengurusi orang-orang miskin, saya akan lakukan itu. Kalau tidak ada gereja yang mau untuk menerima pemulung, anak jalanan, saya akan buat gereja khusus pemulung, anak jalanan. Kalau tidak ada sekolah yang mau terima orang-orang bodoh, anak-anak bermasalah, dan tidak bisa bayar sekolah saya akan terima.

Saya selalu berkata kalau anak bodoh tapi anak orang kaya, banyak orang yang mau menerima. Kalau orang miskin tapi pintar banyak yang mau juga. Tapi kalau orang bodoh, miskin dan bermasalah siapa mau ? Tetapi saya berkata saya mau, saya akan terima anak-anak yang seperti itu.  Saya berkata,  “Tuhan jika tidak ada yang mau menerima para pelacur, tidak ada yang mau menerima orang yang masa lalunya dengan segala macam masalah, saya mau menerimanya. Dan saat itu saya lihat Tuhan berkata : “Banyak dari mereka hanya mau kalau Aku menjadi Raja, tetapi mereka tidak mau menemani Aku waktu Aku menginjil di jalan-jalan, memeluki orang-orang di jalan dan padahal Aku tidak banyak berada di gereja, Aku banyak berada dijalan-jalan karena hatiKu ada disitu.” Saya hanya bisa terus berkata, Tuhan aku mau menemani dimanapun Engkau berada.”

Kemudian Dia berkata lagi, “Banyak orang hanya mau berkatKu saja nak, tapi tidak mau untuk berperang. Padahal Aku harus berperang sampai setiap jengkal tanah dan setiap kekayaan, setiap jiwa itu diambil kembali buat BapaKu. Dan seklai lagi saya berkata, “Tuhan aku mau apapun yang orang lain tidak mau Tuhan, aku mau asal bersama Engkau aku mau.” Itu tidak pernah menjadi sebuah beban buat hidup saya. Tapi itu sayap yang begitu kuat dalam hidup saya. Tiap hari saya melihat kemustahilan berubah menjadi keajaiban. Bahkan untuk tarian pun Tuhan bertanya, “Apakah engkau mau buat memperhatikan tarian, karena Aku mencintai tarian karena tarian adalah tindakan profetik.” Saya Cuma teriak “Saya ini orang bodoh Tuhan, tetapi apapun yang Engkau mau aku akan lakukan, apa yang orang lain tidak mau, asalkan Engkau jalan bersamaku. Sejak saat itu dan sampai hari ini, itu menjadi sayap yang besar yang saya lihat itu membawa keajaiban.”

Tahun ini siswa di sekolah kami baik di SMA maupun SMP lulus 100 persen. Kami lihat bagaimana Tuhan ubah jika Dia perlu ubah, baik itu peraturan atau apapun karena Dia berkata orang yang punya sayap bukan hanya mempunyai masa depan, tetapi dia punya juga masa sekarang. Dia menjadi orang yang menentukan sejarah, mengubah sejarah, dan menentukan sampai pada kekekalan. Masalahnya berapa banyak orang yang dapat Dia temukan dan mau berkata “Sekalipun satu orang didunia tidak ada yang mau, dia tetap berkata Mau !” Beberapa waktu lalu, saya melihat yang namanya cinta. Saya tahu mengapa Tuhan jatuh cinta kepada Daud selain karena permainan kecapinya, tetapi yang utama adalah hal karena Daud melakukan apa yang orang lain tidak pernah mau lakukan. Hal itu karena Dia mengerti jeritan Hati Tuhan.

Bulan Juni yang lalu ketika saya berulang tahun, malam sebelum saya ulang tahun ketika saya mau tidur baru mau memejamkan mata sesaat, saya melihat air terjun besar sekali dan saya kaget sekali. Meskipun saya sudah ada di ranjang tapi saya tidak bisa bohong saya mencium bau Tuhan dan saya tahu jelas bau Tuhan. Bau Tuhan seperti antara bau air terjun, bunga mawar dengan padang rumput. Malam itu saya berkata kepadaNya, “Tuhan, kok Engkau datang malam ini ?” Dan ketika saya mau bangun Dia berkata : “Jangan nak, tidur saja biarkan dirimu berendam dalam hadiratKu, bawa semua orang yang kau cintai, bawa semua yang ada didalam bagian pelayananmu. Di roh mereka akan berendam dan Aku akan pulihkan mereka tubuh, jiwa dan roh.” Malam itu saya ngobrol dengan Dia sampai saya tertidur. Jam dua pagi saya kaget karena Dia sudah berdiri disamping ranjang saya. Saya kaget sekali sampai saya berkata “Tuhan mengapa Engkau masih disini ?” Yang lebih mengejutkan lagi Dia memakai Baju KebesaranNya dan saya berkata “Tuhan saya hanya memakai daster, bagaimana mungkin Engkau pakai baju kebesaran seperti ini, sedangkan saya hanya memakai daster ?” Dan dengan senyumNya yang penuh cinta Dia berkata : “Nak Aku sudah sangat rindu melakukan sesuatu buat engkau dan buat saudara-saudaramu. Karena itu Aku tidak tahan, Aku kangen karena itu Aku datang malam dan pagi hari ini.” Saat saya berkata kalau saya mau ganti baju dulu. Tuhan hanya berkata tidak perlu dan menyuruh saya untuk duduk. Lalu saya duduk dilantai dan saat itu Dia berkata : “Engkau sudah melakukan apa yang orang lain tidak mau lakukan untuk Aku, engkau orang yang mengerti hatiKu dan mencintaiKu. Seandainya ada begitu banyak orang yang mengerti hatiKu dan mau melakukan apa yang orang lain tidak mau lakukan maka semuanya akan segera sampai, akan segera selesai.” Dan saat itu saya dan Tuhan berbicara sangat panjang.

Maria tahu dan kenal cara Tuhan memanggilnya, begitu juga dengan saya, saya tahu cara Tuhan memanggil saya. Seharusnya setiap kita jika kita intim dengan Tuhan, kita akan mempunyai nama panggilan pribadi. Nama itu tidak akan pernah disebut oleh orang lain. Nama itu hanya disebut oleh Tuhan sendiri sebagai destinymu. Saya punya banyak nama. Ada nama yang Tuhan deklarasikan dengan Tuhan memanggil Mikhael. Tapi ada nama yang dia panggil Cuma antara saya dengan Dia. Saya berdoa sungguh-sungguh setiap kita hari-hari ini masuk dalam keintiman dan tangkap cintaNya karena cintaNya itu tidak pernah berhenti.

Buat saya yang paling ajaib hadiah yang Tuhan berikan di hari ulang tahun saya adalah Dia memberikan bonus jiwa-jiwa sebanyak 15 persen. Tuhan katakan “Semua  pintu  akan terbuka, siapapun orang di Indonesia akan dilanda oleh lapar dan haus akan Firman Tuhan. Mereka akan mulai mencari kebenaran itu dan ujungnya 85 persen jiwa-jiwa di Indonesia akan diselamatkan bagi Tuhan Yesus Kristus. Untuk saya tidak ada yang lebih berharga dari itu, saya lahir untuk itu, saya ada untuk itu. Saya akan tunggu sampai terjadi lawatan 85 persen bangsa Indonesia diselamatkan. Untuk saya lawatan itu adalah destiny saya. Saya akan mati kalau itu dicabut dari hidup saya. Karena setiap sel hidup saya bergetar hanya untuk menantikan kerinduan Tuhan itu dijawab. Buat saya mobil mewah, berlian apapun, hotel atau mall mewah manapun itu tidak akan pernah membuat saya bergetar.

Setiap sel saya akan bergetar jika setiap kali saya melihat Tuhan dan kerinduanNya itu jadi. Cinta yang besar kepada Tuhan itu membuat engkau tidak bisa mengingini yang lain, selain menangkap CintaNya, menangkap kerinduanNya dan menangkap destinymu dan berkata Tuhan, “Aku ada untuk itu, untuk menyelesaikan dan menjawab panggilanMu.” Cinta itu akan membuat Engkau berkata “Selelah apapun, penghinaan apapun, bahkan kemustahilan apapun, saya akan tetap berkata bahwa itu adalah sayapku yang membuat aku terbang.”

Sampai hari ini lebih dari sepuluh tahun Tuhan membiayai Mahanaim yang pengeluaran tiap bulannya bisa mencapai satu sampai dua Milyar. Dan sampai hari ini, kami tidak pernah kolekte, tetapi tidak membuat kami sampai pernah kekurangan. Tuhan tambahkan semua yang terbaik karena sayap itu membuat kai terbang. Sampai hari ini sayap itu membuat kami bisa menduduki 33 propinsi dan satu juta hektar tanah diserahkan kepada kita untuk dikelola. Itu karena kekuatan sebuah sayap kerendahan hati. Sayap itu yang akan membuat engkau terbang, melakukan lebih dari uang manusia dapat lakukan.

Dari Buku : The Future Belongs To Those Who Can Fly        HHar    

Komentar

Postingan Populer