Seperti Yakub Menangkap Berkat Rohani

Seperti Yakub Menangkap Berkat Rohani
31 Desember 2011
Pdt. Petrus Agung Purnomo
Jurnalis : Antonius F W
 


Kej 27: 26-33
Latar belakang: Yakub mencoba mengambil hak kesulungan Esau dengan menyamar menjadi Esau.
Dari jaman Perjanjianj lama hingga sekarang seringkali berkat disampaikan dengan diucapkan. Hal ini mengakibatkan banyak orang seperti Esau: memandang remeh dan ringan pengucapan berkat tersebut.
Tapi orang yang sungguh-sungguh merindukan – akan mendapatkannya.

Cara Yakub tidak dibenarkan karena memperdaya ayahnya. Saat Esau mengingatkan ayahnya bahwa dialah anak sulung yang akan diberkati, Ishak bereaksi dengan luar biasa: terkejut dengan sangat, dalam bahasa Inggris tremble violently / tremble uncontrolly : gemetar dengan sangat keras sampai tidak terkontrol. Dalam Hebrew teks Ishak bergoncang keras dengan sangat ketakutan. Mengapa bukan dikatakan dengan marah?
Ishak bukan gemetar hanya karena kaget, tapi karena Ishak nyaris memberikan berkat kesulungan kepada orang yang salah.
Ishak sangat mencintai Esau sehingga ingin memberikan hak kesulungan itu kepada Esau. Ishak mengabaikan pernyataan Tuhan kepada istrinya bahwa sang adik akan lebih berkuasa dibanding kakaknya. Ishak sudah mengerti bahwa Tuhan memilih Yakub sejak dari kandungan.
Detik Ishak sadar bahwa Yakub yang mengambil berkat kesulungan, Ishak kembali sadar bahwa Tuhan memilih yang DIA mau pilih dan memberkati siapa yang Dia mau berkati.
Tuhan memilih yang DIA mau pilih dan memberkati siapa yang Dia mau berkati, dasarnya adalah kerinduan hati kita: segala yang kita tolak tidak akan pernah bisa kita dapatkan, tetapi segala sesuatu yang sangat kita rindukan dan kita ingini akan menjadi milik kita yang luar biasa.

Kej 25: 24 - 34
Ada banyak orang yang memandang ringan hak kesulungan. Sejak awal Esau tidak menghargai hak kesulungan, hanya memikirkan apa yang dia butuhkan sesaat daripada sesuatu yang Tuhan sediakan di depan

Pesan yg ingin Tuhan sampaikan:
1. Pilihlah sesuatu yang di depan: yang mulia dan yang besar, lebih daripada sekedar kepentingan dan kebutuhan kita sesaat. Persoalan orang percaya adalah lebih memilih mengambil apa yang dibutuhkan saat ini/ sesaat, tidak lagi punya kesabaran untuk percaya dan menantikan Tuhan, tidak lagi mau mengambil perkara-perkara besar yang Tuhan sediakan di depan. Kebutuhan sehari-hari seperti bubur kacang merah yang ditawarkan kepada kita, hanya mengambil yang sesaat. Hal ini seperti orang yang tidak punya keinginan dan cita-cita, hanya memikirkan kesenangan sendiri, dan berfikir sangat pendek dan membuang banyak hal yang Tuhan sediakan di depan.

2. Jangan meremehkan dan menganggap ringan apapun yang Tuhan berikan pada kita !
Contoh:
  • Perdebatan tentang bahasa lidah – apakah harus? Pertanyaan ini salah, seharusnya “bagaimana kita bisa berbahasa lidah?”. Sebab semua pemberian Tuhan – walau kita lihat seolah tidak ada manfaatnya – jangan diremehkan karena pasti ada manfaatnya. Jika menolak, semua anugrah dan berkat dalam bahasa Roh juga tidak akan kita dapatkan.
  • Film James Bond: si profesor memberikan banyak barang-barang kecil dan sederhana: korek, pena, jam, dll, namun semua dilengkapi dengan alat-alat canggih yang akhirnya sangat berguna dalam waktu-waktu yang genting.
  • Pengajaran kelimpahan: banyak orang tidak setuju karena khawatir membuat jadi mata duitan. Tapi karena menolak, maka tidak memperoleh kelimpahan dan hidupnya mepet – karena itu yang ditolak.
Alkitab berkata bahwa selama kita hidup, pengenalan kita akan Tuhan terbatas – masih samar-samar, tidak jelas sekali. Tetapi banyak yang sombong dengan yang terbatas itu, karena seakan-akan sudah mengerti semuanya, kemudian membuat patokan-patokan tentang Tuhan, dan diluar patokan itu dikatakan salah. Akibatnya banyak hal yang Tuhan tawarkan – orang tersebut tidak mau.

Tuhan menghargai orang yang sungguh-sungguh mengingini DIA dan semua anugrah serta berkatNYA.
Seringkali kita harus menunggu beberapa saat, dan dalam penantian kita sering dikecewakan keadaan. Namun bila kita biarkan setan mempertanyakan janji Tuhan dalam hidup kita, maka kita akan kecewa !
Tapi jika kita percaya bahwa ujungnya luar biasa dan tetap mengingini – ujungnya akan luar biasa.
Yakub sangat mengingini hak kesulungan sejak dalam rahim ibunya, sehingga saat lahir pegang tumit Esau.
Setelah dewasa, Yakub semakin mengingini mendapat berkat kesulungan dan kejar terus. Tuhan suka sikap Yakub yang meresponi dan sangat mengingini.

Yakub sadar jika tanpa blessing, sulit mengatasi kehidupan di jaman itu, karena mereka nomaden dan hanya penjelajah yang hebat yang bisa bertahan. Yakub sadar bahwa nasibnya akan berubah jika dia terima berkat Tuhan.
Orang yang sakit di kolam bethesda selama 38 tahun, yang paling kuat dan cepat yang akan menang dan sembuh, sedangkan yang lain akan kalah dan tidak akan sembuh.
Umumnya manusia terlalu memperhitungkan faktor jasmani, padahal di balik semuanya ada faktor Tuhan sebagai penentu.

Hidup kita berubah karena berkat Tuhan
Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya. – Amsal 10:22
Sebagai orang percaya kita banyak kalah dengan orang dunia karena mereka bisa menggunakan segala cara yang baik maupun buruk/ jahat, sedangkan bagi kita banyak batasannya. Kita seharusnya sadar bahwa kita membutuhkan pengurapan, kuasa, dan berkat Tuhan. Jika sadar, kita akan sungguh-sungguh mencari, mengingini dan merindukan yang dari Tuhan, setiap kali memohon pengurapan Tuhan, minta Tuhan ubah hidup kita.

Hidup yang biasa jadi luar biasa hanya karena satu faktor: urapan Tuhan turun! Itu akan mengubah segalanya.

Jangan bergantung pada kekuatan manusia kita, meski kita banyak kelemahan dan ketidakmampuan: tidak masalah! Cukup satu sentuhan Kuasa dan urapan Tuhan akan mengubah kehidupan kita dengan tuntas!
Mari ingini dan rindukan apapun yang Tuhan tawarkan! Semua kelengkapan rohani yang Tuhan tawarkan – ambil semuanya. Pasti itu berguna bagi kita! Menolak dan mengabaikannya akan membuat kita tidak mendapatkan berkat Tuhan yang semestinya.

3. Jalani hidup lepas dari semua kepahitan
Yakub adalah orang yang berjuang untuk mendapat yang terbaik dari Tuhan tanpa membiarkan dirinya terpancing dengan kepahitan terhadap ayahnya, karena Ishak lebih mengasihi Esau. Karena jika Yakub kepahitan kepada orang yang diberi otoritas untuk memberkatinya, maka berkat tidak bisa turun.
Berkat adalah kehidupan, kepahitan adalah racun, kalau benih jatuh di tanah yang beracun akan mati,
Saat Ishak sadar bahwa ia memberkati orang yang salah yaitu Yakub, maka Ishak berkata bahwa Yakub akan tetap orang yang diberkati, bukannya marah atau membatalkan berkat.
Kata “akan” dalam bahasa Ibrani artinya: no matter happen = tidak perduli apapun yang terjadi

Tuhan disebut “Yang Disegani oleh Ishak” karena rasa takut dan segan Ishak akan Tuhan luar biasa.
Jika kita jalani hidup lepas dari semua kepahitan, no metter happen kita akan tetap orang yang diberkati.

Jika kita punya hati yang cinta Tuhan, gampang dididik, lembut, bukan hati yang jahat, tidak ada niat merusak atau menghancurkan, maka no matter happen kita akan jadi orang yang diberkati !

link mp3 khotbah (pilih salah satu):

Komentar

Postingan Populer