Bagaimana Kita Membangun Keintiman Dengan Roh Kudus ?

Bagaimana kita membangun keintiman dengan Roh Kudus ?

Sumber : Firman Tuhan

By : Joshua



  • Ambil waktu yang banyak untuk memuji dan menyembah Roh Kudus.

    • Allah itu punya sifat suka dengan puji-pujian. Allah bisa lakukan segala sesuatu, tapi yang satu ini Dia tidak mungkin lakukan. Allah tidak mungkin menyembah dan memuji diriNya sendiri. Oleh karena itulah, kita manusia diciptakan. Jadi Allah sengaja menciptakan kita untuk memuji dan menyembah Dia, bersekutu intim dengan Dia – ini kerinduan hati Allah. Kalau kita ambil banyak waktu untuk memuji dan menyembah Tuhan, artinya kita memenuhi keinginan dan kerinduan hati Tuhan terhadap keintiman ini, pada saat itulah Tuhan yang disukakan juga akan memenuhi segala kebutuhan kita.

    • Sederhananya Roh Kudus sama seperti kita karena kita memang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Kalau ada orang yang memberikan pujian terhadap saudara, kira-kira suka atau tidak? Pasti, kalau tidak mungkin ada sesuatu yang tidak beres.
      • Coba saja yang wanita ke pesta, terus kemudian ada orang laki yang dengan tulus dan sopan berkata: “Wah, hari ini cantik sekali, bajunya beli dimana kok bagus sekali!” Orang perempuan kalau dengar pujian yang kaya begini, langsung melayang di awan-awan, matanya berbinar-binar, senyumnya merekah, pokok puas banget, nggark rugi dandan 5 jam kalau dapat pujian yang kaya gitu.

      • Yang sudah tuapun juga sama nggak mau kalah. Pokok kalau sudah perawatan wajah, perawatan tubuh, wah berapa saja uang tidak masalah – semua bagian ditarik biar kelihatan seger. Apalagi kalau suatu kali ketemu dengan anak muda, terus tanya, “Tante umur berapa?”, “Coba tebak!”, “45”, “Salah, Tante sudah hampir 60!”, “Ha, kok kelihatan masih muda banget!”. Terus si Tante tadi dengan hati yang berbunga-bunga ngomong, “Ah, masak?! Apa iya?!” Pokok rasanya sejuta.

    • Sama halnya dengan Roh Kudus. Kalau kita ingin mengenal Roh Kudus dengan lebih dalam, artinya kita harus mengundang Dia untuk dekat-dekat dengan kita. Bagaimana Roh Kudus merasa nyaman dekat dengan kita? Sederhana – berikan pujian, penyembahan, dan pengagungan kepadaNya. Itu yang menjadi dupa yang harum yang menyukakan hatiNya. Saat itulah Roh Kudus akan dengan senang hati memanifestasikan diriNya pada kitaDia akan menunjukkan sifat dan karakterNya dalam kehidupan kita sebagai Roh Penghibur, Roh Penolong, Roh yang senantiasa memberi kekuatan pada kita, Roh pembuat mujizat – saat itulah kita akan mempunyai pengalaman pribadi yang luarbiasa dengan Dia dan hidup kita penuh dengan keajaiban-keajaiaban yang luarbiasa.

    • Makanya sukalah untuk memuji dan menyembah Dia. Dalam ibadah jangan sampai terlambat sedikitpun mengikuti pujian dan penyembahan. Ada banyak orang Kristen datangnya kalau sudah pujian pertengahan atau bahkan hampir berakhir, tinggal mendengar khotbahnya saja. Ini salah! Saya jamin orang yang hanya mendengar Firman dibandingkan orang yang mendengar Firman tapi sebelumnya hatinya sudah dibajak pasti berkatnya dan hasil dalam kehidupannya berbeda. Saat pujian Roh Kudus mulai menyiapkan hati kita dan mengurapi kita sehingga sama-sama mendengar Firman, yang satu kering tapi yang satu lagi diterangi dengan hikmat Roh Kudus. Disinilah perbedaannya, kita akan mendapatkan pengurapan dan menjadi ranting yang bisa menghasilkan buah-buah yang segar dan menyenangkan hati Tuhan dan banyak orang.

  • Saya perhatikan Tuhan itu paling cinta dengan orang yang suka memuji dan menyembah Dia. Anda bisa perhatikan, gereja-gereja yang bertumbuh adalah gereja-gereja yang memprioritaskan pujian dan penyembahan kepada Tuhan. Di gereja kita orang seringkali berkata: Rasanya memang beda, hadirat Allahnya sangat kuat, seakan-akan kita dibawa untuk berjumpa secara pribadi oleh Tuhan, tiba-tiba kita mengalami hancur hati, tanpa terasa air mata berlinangan, dan hidup kita diubah secara ajaib!”

  • Kenapa Tuhan suka sekali pada Daud? Karena Daud suka untuk memuji dan penyembah Tuhan – Baca Mazmur 71:8 !!!

    8 Mulutku penuh dengan pujipujian kepada-Mu, dengan penghormatan kepada-Mu sepanjang hari.

  • Coba kita evaluasi hidup kita! Apakah mulut kita penuh dengan sungut-sungut, kata-kata negatif, perkataan tidak puas, protes, kata-kata kotor, dst. Atau mulut kita penuh dengan puji-pujian dan penghormatan kepada Tuhan sepanjang hari. Ingat itu yang menyukakan hati Allah. Kalau kita ingin membangun hubungan yang akrab dan intim dengan Roh Kudus, penuhi mulutmu dengan pujian dan penghormatan kepada Tuhan – saat itulah SARI-SARI MAKAN ROHANI, NUTRISI ILAHI, dan GIZI SUPERNATURAL yang ada pada pokok anggur kita akan mengalir pada kita carang-carangnya dan hidup kita menghasilkan banyak buah.


  • Transparan terbuka mengatakan isi hati pada Roh Kudus.

    • Baca Keluaran 34:28 !!!

      28 Dan Musa ada di sana bersama-sama dengan TUHAN empat puluh hari empat puluh malam lamanya, tidak makan roti dan tidak minum air, dan ia menuliskan pada loh itu segala perkataan perjanjian, yakni Kesepuluh Firman. 29 Ketika Musa turun dari gunung Sinai—kedua loh hukum Allah ada di tangan Musa ketika ia turun dari gunung itu—tidaklah ia tahu, bahwa kulit mukanya bercahaya oleh karena ia telah berbicara dengan TUHAN.

    • Sungguh luarbiasa! Alkitab mencatat bahwa kulit mukanya bercahaya. Apakah saudara percaya kalau orang dekat dengan Allah, wajahnya pasti berbeda? Saya perhatikan ada banyak orang pertama kali datang ke gereja ini, wah dilihat wajahnya seperti suram, layu, gelap. Tapi sementara Roh Kudus menjamah dan mengubah hati serta hidupnya, perlahan-lahan wajahnya juga ikut berubah – jadi seger, terang, membawa damai, seperti memancarkan sesuatu. Pokok yang pasti kalau yang laki tambah ganteng dan yang perempuan tambah cantik (Beritahu kiri kanan: Memang kamu ganteng karena kemuliaan Tuhan! Memang kamu cantik karena kemuliaan Tuhan!).

    • Apa rahasianya kulit wajah Musa bercahaya? KARENA IA TELAH BERBICARA DENGAN TUHAN. Ternyata sewaktu seseorang mulai berbicara dengan Tuhan, kemuliaan Tuhan turun ke atasnya, dia dibawa masuk dalam suatu pengenalan dan persekutuan yang indah dengan Roh Kudus, saat itulah hidup kita akan memancarkan cahaya kemuliaan Allah.

  • Pertanyaannya – Apakah kita sering berbicara dengan Allah? Kebanyakan orang Kristen berbicara hanya pada ORANG LAIN dan DIRINYA SENDIRI. Orang yang SUKA BERGAUL, maunya kumpul terus sama teman-teman, datang ke satu orang cerita macem-macem, setelah itu telepon sama teman yang kedua 1 jam, setelah itu berkunjung ke rumah sepupunya ngobrol 2 jam, dst. Apalagi WANITA katanya butuh mengeluarkan 50.000 kata setiap hari (wek 7x…).

Atau orang yang PENDIAM biasanya percakapan yang paling dominan adalah dengan dirinya sendiri. Pokok berpikir sendiri, berbicara dengan diri sendiri, dan semuanya dilakukan sendiri.

  • Ternyata kita sering lupa bahwa yang paling penting adalah berbicara dengan Tuhan. Dampaknya paling positif, paling dahsyat, dan paling luarbiasa. Satu perkataan saja dari Tuhan lebih berharga dari 1000 perkataan manusia. Saat kita mulai berbicara dengan Tuhan, kata demi kata yang kita dengan itu seperti mutiara yang sangat berharga, membuat PENGENALAN kita akan Tuhan jadi jauh lebih dalam, membuat MATA ROHANI kita tersingkap dan PIKIRAN ILAHI muncul dalam hidup kita. Saat itulah sebenarnya yang disebut ‘KALAU ALLAH DI PIHAK KITA SIAPA LAWAN KITA.’

    Banyak orang Kristen kalah dengan lawan-lawannya karena tidak mendengar suara Tuhan. Tapi kalau kita mulai mendengar suara Tuhan, Tuhan akan memberitahu RAHASIA-RAHASIA yang tersembunyi yang tidak terpahami, kejadian-kejadian yang akan datang, jalan-jalan yang belum kita mengerti – kalau itu terjadi siapa lawan kita, pasti kita berkemenangan.

  • Karena Yusuf diberitahu Tuhan, dia bisa mengerti bahwa akan terjadi 7 tahun masa kelimpahan dan 7 tahun masa kekeringan. Dengan bekal pengetahuan dari Tuhan itu, dia diangkat sebagai penguasa Mesir dan dia bisa melakukan hal-hal yang tidak diprediksi orang tapi mengakibatkan hidupnya diberkati luarbiasa.

  • Seringkali yang menjadi pertanyaan kita adalah Bagaimana kita berbicara dengan Roh Kudus? Simple saja sebenarnya – Bagaimana kita berbicara dengan teman kita, orang tua kita, dosen kita, tetangga kita, dst? Bagaimana caranya? YA BICARA SAJA – PRINSIPNYA KITA BICARA, MEREKA MENJAWAB. Contoh: Saya tanya pada salah satu orang – Bagaimana kabarmu? Orang itu menjawab: Baik; Tadi ke sini naik apa? Dokar; Nanti pulang mau ke mana? Shopping. PRINSIPNYA – KALAU KITA TANYA, KITA DAPAT JAWABAN; KITA DIAM, KITA TIDAK DAPAT JAWABAN.

Mendengarkan suara Tuhan juga sama. Masak kok gampang seperti itu? Iya, coba praktek saja – tanya: Tuhan, enaknya saya harus bagaimana? Usaha apa yang harus saya jalankan? Siapa yang harus saya menangkan terlebih dahulu? Nanti anda akan mendengar jawaban Tuhan dalam HATI. Memang pertama-tama anda belajar untuk berbicara dan mendengar suara Tuhan, bisa-bisa kecampur baur dengan suara kita sendiri. Tapi jangan takut, niat kita adalah untuk bertumbuh secara rohani, nanti Roh Kudus yang tuntun, dan lama kelamaan kita akan mulai bisa mendengar suara Tuhan.

  • Jadi libatkan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Kalau mengalami sebuah keputusan
    yang sukar, orang pertama yang harus kita ajak berunding dan berpikir adalah Tuhan. Kalau mengalami kesulitan dalam keuangan, orang pertama yang harus kita temui adalah Tuhan. Kalau bingung mengenai pasangan hidup, orang pertama yang harus kita minta konsultasi adalah Tuhan. Kalau bingung mau beli atau tidak, mau memulai sesuatu atau tidak, atau apapun juga situasi dan kondisinya, pertama-tama datang terlebih dahulu kepada Tuhan. Kalau sedang sedih, cerita pertama pada Tuhan. Kalau sedang gembira, mengucap syukur pertama pada Tuhan.

  • Disitulah kita akan mengalami persekutuan yang intim dengan Tuhan dan Tuhan akan bukakan hal-hal yang tersembunyi sehingga apa yang tidak timbul dalam hati kita, tidak kita lihat, dan tidak kita pikirkan, itu yang Tuhan berikan pada kita.


  • Berpartner dengan Roh Kudus.

  • Kenapa kita butuh berpartner dengan Roh Kudus? Seringkali dengan kekuatan manusia kita sendiri, ada terlalu banyak hal yang tidak bisa kita lakukan karena memang manusia penuh dengan keterbatasan. Tapi kita harus ingat, sekalipun kita terbatas, kita punya Allah yang tidak terbatas. Kalau kita berpartner / join dengan Allah yang tidak terbatas itu, artinya kekuatan Allah jadi kekuatan kita, hikmat Allah jadi hikmat kita, sumber-sumber Allah jadi milik kita juga – kalau begini apa yang mustahil yang tidak dapat kita lakukan. “Sebab bersama dengan Allah, tidak ada yang mustahil.”

Komentar

Postingan Populer