ELSHADDAI TIDAK LUPA MENGGENAPI JANJINYA

ELSHADDAI TIDAK LUPA MENGGENAPI JANJINYA



Maria Memegang Perjanjian Abraham

Maria ibu Yesus adalah wanita yang berpegang pada perjanjian Abraham. Hal ini terlihat dari pujian yang dinyanyikannya (Lukas 1:46-56) setelah ia bertemu dengan Elisabeth. Maria bersuka cita dan memuji Allah karena Allah Yang Maha Kuasa (Elshaddai) melakukan perbuatan yang besar kepadanya. Jarak kehidupan Maria - Abraham itu ribuan tahun. Namun Maria mengerti dan mempercayai bahwa ada Allah El Shaddai. Allah yang disembah Abraham adalah Allah yang menggenapi janjiNya. Dia Allah yang tidak pernah melupakan janjiNya.

Kisah Abraham

Abraham mendapatkan janji Tuhan ketika berusia 75 tahun. Pernjanjian itu Tuhan nyatakan bagi Abraham dan Sara, bukan kepada Abraham dan Hagar. Tuhan yang disembah Abraham adalah Tuhan yang tidak tertarik dengan penggenapan janji yang dilakukan dengan usaha manusia sendiri, namun Dia menginginkan yang ilahi, yang orisinil dariNya.

Pertama kali kata El Shaddai muncul ketika Abraham berusia 99 tahun, Abraham sangat terkejut saat itu. Ini merupakan tahun ke 24 saat pertama kali Abraham mendapatkan janji Tuhan. Meskipun secara fisik tubuh Abraham dan Sara semakin menurun namun mereka tetap percaya kepada El Shaddai. Mereka percaya bahwa Allah yang mempunyai sumber daya tidak terbatas mampu menggenapkan janjiNya. Jadi, jangan ijinkan si jahat membujuk, menipu atau membohongi kita untuk tidak bertahan atas janji yang orisinil yang dari Tuhan.

Zakaria dan Elisabeth Tetap Memegang Janji Tuhan (Lukas 1:67-79)

Bertahun-tahun Zakaria dan Elisabeth menanti janji Tuhan. Pada waktunya mereka mendapatkan anak yang dijanjikan Tuhan.  Mereka bukan mendapatkan anak yang biasa, tetapi mendapatkan anak yang terbaik. Anak itu bernama Yohanes, dialah yang menjadi pembuka jalan bagi Yesus. Dialami mukjizat yang ajaib karena pengenalannya akan perjanjian Abraham.

Menerima Kesembuhan karena Keturunan Abraham (Lukas 13:10-16)

Perikop ini menceritakan seorang perempuan yang telah delapan belas tahun dirasuk roh sehingga ia sakit sampai bungkuk punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak.  Perempuan yang sakit ini tdk minta apa pun dari Yesus. Ia hanya menahan kesakitan dalam tubuhya. Ia sadar bahwa orang-orang tidak menyukainya karena sakit tersebut.  Saat Yesus melihat perempuan ini, Yesus ingat perjanjian Abraham dan El Shaddai. Yesus punya alasan yang kuat untuk menyembuhkan wanita yang bungkuk, yaitu karena wanita itu keturunan Ambraham. Seandainya Saudara tidak bicarakan apapun tentang pergumulan Saudara, Tuhan dengar dan Tuhan lihat. Apa halangannya perjanjian Abraham digenapi dalam  hidup kita. Andai saudara ada di titik frustrasi, percayalah Dia sanggup menggenapkan janjiNya karena Yesus adalah El Shaddai.

Menerima Keselamatan karena Keturunan Abraham (Lukas 19: 1-19)

Yerikho adalah kota yang terkutuk. Disanalah Yesus bertemu dengan Zakheus. Banyak orang yang membenci Zakeus dan mengucilkannya karena ia telah menjadi antek romawi, suka memeras bangsanya sendiri. Meskipun demikian Yesus melihat Zakheus sebagai keturunan Abraham yang layak menerima keselamatan.

Apakah Perjanjian Tuhan dengan Abraham (Kejadian 12:1-3)

Saat Terah ada; Abraham selalu bergantung padanya! Dia mendapat berkat dari ayahnya, keluarganya dan dari negerinya. Namun, setelah Terah mati, Tuhan perintahkannya untuk meninggalkan semuanya dan pergi ke negeri yang akan ditunjukkan. El Shaddailah yang menunjukkan negeri yang baru baginya. Inilah yang menjadi bagian terbaik yang diterima Abraham yaitu dia memutuskan berjalan dengan El Shaddai.  Berkat terbesar yang diterima oleh Abraham adalah El Shaddai itu sendiri. Semua berkat rohani, berkat jasmani dan berkat perlindungan adalah efek langsung dari jalan dengan El Shaddai. Dialah sumber segalanya bagi Abraham. Bagaimana dengan Saudara?

Ayat Hafalan
Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham
dan berhak menerima janji Allah.
Galatia 3:29

Disarikan dari kotbah Ps. Lukas Yoesianto di Ibadah Raya Kemah Daud Ministries Jogja pada hari Minggu, 8 Januari 2017.

Komentar

Postingan Populer