Echo

ECHO
(03/03/2017)

PsJoseph Hendrik Gomulya.

Ini adalah bahasa Yunani dari gema atau bergema, suara di dalam sebuah ruangan yang memantulkan atau yang membuat itu sampai ke telinga kita itulah yang di sebut ECHO atau gemanya.  Keberadaan kita di dunia ini diketahui dari impact, ada yang nampak dari sebuah kehadiran yang bisa berupa suara, tindakan atau bisa juga berupa sesuatu yang dikerjakan sehingga itu dapat dirasakan  oleh orang lain.

"Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya." (Matius 25:29 TB) 

Kunci dari berkelimpahan terdapat pada kata “MEMPUNYAI” karena firman Tuhan di atas berkata “setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan”. Yesus sendiri menceritakan tentang sebuah perumpamaan tentang talenta pada perikop ini.

Kata “MEMPUNYAI” ternyata bahasa Yunaninya juga adalah “ECHO” atau bergema. Setiap kita tentu menginginkan hidup yang diberi kelimpahan karena ketika orang mempunyai kepadanya akan ditambahkan tetapi bagi yang tidak mempunyai tidak akan ditambahkan. Jadi apabila kita memiliki gema maka Tuhan akan menambahkan hingga berkelimpahan.

Contohnya ketika anda diberkati untuk memiliki uang, pastikan uang yang anda miliki mempunyai gema “ECHO” atau bermanfaat bagi orang lain karena ketika anda mempunyai uang dan uang itu bermanfaat bagi orang lain dan orang bisa merasakan keuangan anda maka itu akan bergema dan ditambahkan. Tidak semua orang yang mempunyai uang atau apapun talenta yang dimilikinya bergema atau memberi dampak bagi orang lain, padahal rahasia untuk ditambahkan adalah hidup anda mesti bergema atau mempunyai.

Apabil hari ini mungkin apa yang ada pada anda belum ditambahkan Tuhan, mari memeriksa apakah uang yang anda miliki sudah bergema atau belum. Apabila uang yang anda memiliki gema atau bermanfaat buat orang-orang di sekitar anda, buat orang-orang miskin atau buat kota ini seberapa jauh gemanya sebegitu besar sebenarnya yang Tuhan ingin tambahkan dalam hidup anda.

Setiap orang pasti berdoa untuk hidup berkelimpahan tetapi akan lebih bagus untuk hidup bergema  atau berdampak bagi orang lain atau berdampak bagi kota. Sewaktu anda memiliki gema buat orang-orang sekeliling anda, buat kota atau buat bangsa ini maka anda akan ditambahkan.

Ada 2 hal yang membuat sesuatu tidak bisa bergema:

1). Ada orang yang berkata bahwa dirinya tidak memerlukan uang yang banyak asalkan memiliki hikmat.

"ada sebuah kota yang kecil, penduduknya tidak seberapa; seorang raja yang agung menyerang, mengepungnya dan mendirikan tembok-tembok pengepungan yang besar terhadapnya; di situ terdapat seorang miskin yang berhikmat, dengan hikmatnya ia menyelamatkan kota itu, tetapi tak ada orang yang mengingat orang yang miskin itu. Kataku: “Hikmat lebih baik dari pada keperkasaan, tetapi hikmat orang miskin dihina dan perkataannya tidak didengar orang.”(Pengkhotbah 9:14-16 TB)

Ini adalah sebuah cerita dimana orang miskin yang berhikmat ternyata tidak mempunyai gema dimana Tuhan ingin memberi sebuah contoh bahwa talenta atau keuangan yang Tuhan percayakan itu sangat penting karena itu yang membuatnya bisa bergema tetapi orang yang tidak mempunyai keuangan, miskin tetapi bisa berhikmat dan menolong satu kota tetapi orang tidak mengingatnya karena tidak ada orang yang bisa mendengar gemanya atau tidak berdampak karena dia tidak mempunyai ECHO karena tidak mempunyai talenta atau keuangan.  

2). Ada yang berpikir untuk menimbunnya.

"Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: “Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya. Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku. Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku. Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah! Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti? Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah.”(Lukas 12:16-21 TB)

Sebagian besar orang berpikir untuk mengumpulkan atau menimbun harta untuk suatu hari nanti menikmatinya bahkan ada yang mengumpulkan itu untuk dinikmati sampai tujuh turunan dibawahnya yang adalah suatu kebanggaan tersendiri ketika dirinya disebut sebagai orang kaya. Tetapi ternyata orang kaya tidak termasuk didalam kata “MEMPUNYAI” yang artinya bergema karena suatu kali itu bisa diambil daripadanya.

Contoh dari kehidupan pribadi Ps Hendrik sebelum menjadi hamba Tuhan di tahun 1998 ketika negeri ini mengalami krisis ekonomi dimana harga dollar yang melambung naik dan ketika itu beliau adalah seorang pengusaha kayu dan saat itu di pabrik kayu beliau memiliki stock kayu begitu banyak dan mendapatkan untung yang cukup banyak justru ketika dalam krisis tetapi saat itu Ps Hendrik sering kali berkata kepada ayahnya yang seoarang hamba Tuhan bahwa cukup hanya ayahnya saja yang menjadi hamba Tuhan dan beliau cukup memsupport kebutuhan gereja dalam hal keuangan dan Ps Hendrik berpikir bahwa itu sudah cukup untuk apa yang dilakukannya itu bisa bergema atau berdampak tetapi kemudian di tahun 2000 perusahaan kayu tiba-tiba kehilangan market sehingga banyak stock kayu yang terpaksa harus di jual lebih murah dari yang awalnya mendapatkan untung yang banyak kemudian tidak mendapatkan apa-apa bahkan minus dalam jumlah yang banyak dalam tempo satu tahun. Tuhan kemudian mengingatkan Ps Hendrik melalui ayat ini bahwa orang yang ada dalam perumpamaan itu posisi hatinya sama seperti beliau yang menumpuk harta untuk diri sendiri karena Tuhan tidak memerlukan harta itu, yang diinginkan-Nya adalah hidup dari Ps hendrik. 

Tuhan menginginkan melalui hidup kita adakah hidup kita bisa bergema dimana bukan hanya dari sisi keuangan tetapi melalui hidup kita adakah bisa bergema buat orang lain. Ketika hidup kita bergema buat orang lain maka hidup kita akan ditambahkan karena kita “MEMPUNYAI”gema atau talenta. Apabila anda saat ini bergumul dalam hal keuangan ini adalah saatnya buat anda untuk menginstropeksi diri jangan sampai sikap hati anda seperti orang didalam perumpamaan ini atau seperti yang  Ps Hendrik lakukan dahulu dimana semuanya itu diambil kembali oleh Tuhan untuk anda tidak jatuh dalam kesombongan dan cinta akan uang sehingga tidak memberi dampak atau bergema bagi orang lain.

Ketika hidup kita bergema buat orang lain maka ada janji Tuhan dimana kita akan ditambahkan hingga berkelimpahan.

“Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan. Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu, dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya. Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham. Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya. Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini. Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita. Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang. Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku, sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini. Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu. Jawab orang itu: Tidak, Bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat. Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati.” (Lukas 16:19-31 TB)

Anda memilih menjadi yang mana? Mau jadi orang yang kaya tetapi berada di neraka atau menjadi yang miskin di bumi tetapi kemudian masuk sorga? 

Ini adalah gambaran yang sangat jelas dimana seperti Alm bapak Petrus Agung pernah berkata lebih memilih menjadi Abrahamnya kaya dan diberkati dibumi tetapi kemudian masuk sorga dimana rahasianya adalah hidup bergema dan mempunyai dampak “ECHO”.  Yang miskin hidupnya baik, taat dan kemudian masuk sorga tetapi karena hidupnya miskin maka tidak ada kesaksian dari hidupnya yang bisa bergema atau berdampak bagi orang banyak walaupun masuk sorga dan lebih parah lagi orang kaya, setiap hari melihat orang miskin di depan rumahnya tetapi dia melalukan itu begitu saja padahal ada banyak kesempatan yang Tuhan berikan untuk dirinya bisa memberi dampak atau bergema, yang dipikirkannya setiap hari hanya bekerja mencari uang dan menumpuk hartanya sampai suatu saat dirinya dipanggil pulang dan masuk neraka. Kita tentu tidak ingin seperti orang yang kaya diberi Tuhan banyak kekayaan dan keuangan, diberi banyak kesempatan untuk menikmati sorga dan menikmati berkat yang Tuhan berikan , sebuah kebahagiaan yang semu. Kebahagian yang sebenarnya adalah adalah sewaktu hidup kita berdampak atau bergema bagi orang lain, dimana melalui hidup kita orang lain bisa bertobat dan di selamatkan, orang yang hidupnya miskin Tuhan angkat menjadi kaya. 

Mari menjadi saluran berkat buat orang lain seperti hidup Abraham yang diberkati dan bahkan  melalui hidup Abraham bangsa-bangsa diberkati, mari merenungkan kembali  apakah hidup setiap kita sudah “MEMPUNYAI” untuk hidup kita ditambahkan hingga berkelimpahan karena ketika hidup kita tidak “MEMPUNYAI” itu akan diambil karena tidak mempunyai gema. Apa yang saat ini Tuhan titipkan kepada kita saat ini adalah sebuah anugerah untuk kita selalu memikirkan orang lain yang berkekurangan , mari menjadi dampak buat orang lain dan tidak pernah untuk diri kita. Untuk hidup kita terus naik dan ditambahkan Tuhan menginginkan hidup, keuangan, talenta dan pribadi  kita mesti berdampak atau bergema yang adalah sebuah sukacita yang tidak bisa dibeli dengan uang.

Amin…

Untung Bongga Karua

Komentar

Postingan Populer