Musim-Musim Kehidupan

Musim-Musim Kehidupan 

http://kezioong.blogspot.co.id/2011/07/musim-musim-kehidupan.html 

 

10.51

Ini adalah salah satu bab yang ada di buku "Memiliki Roh yang Intim Dengan Tuhan" Lagi nggak sempet nulis-nulis banyak, jadi ngutip-ngutip dari bukuu dehh :p
Hubungan-hubungan kita, entah dengan Tuhan atau umat-Nya, berputar melalui musim demi musim. Ada 4 musim yang akan kita alami selama hidup kita seiring perjalanan hidup kita bersama Tuhan :


Musim-Musim Penyingkapan
Musim semi di dalam hubungan kita dengan Tuhan merupakan periode-periode “cinta pertama” di mana Tuhan dengan giatnya menyingkapkan diri-Nya sendiri, dan rasanya waktu tidak cukup banyak untuk bersama Dia. Kita merasakan kedekatan-Nya, dan hampir selalu ada hadirat yang nyata di dalamnya. Selama musim-musim ini, kehidupan dipenuhi dengan kata-kata yang segar dari Tuhan, pewahyuan yang baru, dan banyak waktu di mana kita melihat Dia mencium kehidupan kita dengan berkat-berkat yang tidak terduga.
Musim Semi adalah masa menanam, segala sesuatu ada dalam bentuk benih, tapi musim penyingkapan yang baru akan membutuhkan sebuah proses kepercayaan dan kedewasaan yang baru. Ketika kita menerima firman, simpan itu di dalam hati kita dan jangan menceritakannya sampai Allah menyuruh kita melakukannya. Satu kerugian yang dapat terjadi jika kita menceritakan rahasia kepada orang-orang adalah bahwa beberapa orang tidak dapat memandang kita seperti cara Tuhan melihat kita. Mereka mungkin akan menghancurkan mimpi-mimpi kita dan mendorong kita kepada roh ketidakpercayaan, yang bisa menjadi sebuah benteng. Selain itu, jika Allah memberikan sebuah janji kepada kita, biarkan Dia yang memimpin kita untuk menggenapinya. Penggenapan kita mungkin akan tiba dalam suatu musim ketika kita paling tidak mengharapkannya.
Musim yang Penuh Gairah
Sama seperti musim panas setelah musim semi, musim penyingkapan diikuti oleh musim yang penuh gairah. Kita telah mendengar Tuhan ingin memakai kita, dan sekarang kegairahan kita untuk bertindak mulai menguat. Hadirat Allah menyertai kita, dan kita merasa diberikan kuasa oleh kebaikan dan jawaban-jawaban-Nya atas doa-doa kita. Berbagai hal mulai memanas selama masa ini, terutama semangat kita. Pada musim yang penuh gairah, berdoa merupakan hal yang menyenangkan dan kita merasa penuh kuasa. Kita siap untuk mengalahkan iblis, sampai kita menemukan bahwa “iblis yang berada di depan kaca” adalah roh independen kita.
Sikap ketidakbergantungan kita pada Tuhan muncul ketika kita melihat kuasa dari karunia-karunia roh kita bekerja dan kemurahan Tuhan ada atas kita. Kita tergoda untuk mengganti kepercayaan kita dari Allah yang empunya pekerjaan menjadi pekerjaan Allah. Ketika itu terjadi, kerendahan hati dengan diam-diam digantikan oleh keangkuhan. Kita semua harus menjaga diri kita ketika berbagai gairah dipacu dengan cepat. Tanpa pertolongan Tuhan, setiap kita bisa jatuh pada area mempromosikan diri kita sendiri, karena setan selalu mencari suatu cara untuk merampas kemurahan Tuhan dari kita. Musim yang penuh gairah merupakan sesuatu yang diperlukan dan harus dihargai. Musim itu memacu kita untuk belajar lebih banyak tentang jalan-jalan Tuhan, terutama ketika kita dikelilingi oleh para mentor yang tepat.

Musim Pelucutan
Musim pelucutan, seperti musim gugur, masuk tanpa kata-kata sehingga kita hampir tidak menyadari kedatangannya. Kebanyakan kita yang memasuki masa-masa pelucutan merasa puas dengan panenan yang telah kita hasilkan di masa lalu. Tiba-tiba suatu perubahan yang nyata terjadi dalam hal kemampuan kita untuk membuat berbagai hal menyesuaikan diri. Kita bergumul untuk menemukan kepuasan dalam pencapaian di masa lalu dan siapa diri kita yang dahulu, tetapi jalannya tidak berada di sana.
Ketika penampian dimulai, hal-hal yang paling kita andalkan lenyap di depan mata kita. Persahabatan cenderung berakhir, atau bahkan mati, karena semua berhala harus dihancurkan. Kita mengalami pengkhianatan dan bertanya-tanya. Di manakah Tuhan?
Selama masa-masa ini, semakin keras kita mencoba untuk memperbaiki apa yang tidak berjalan lancar, semakin kita menyadari betapa tidak berkuasanya diri kita sesungguhnya. Tampaknya tak seorang pun yang memiliki petunjuk, dan tak ada cara untuk menghubungkan kita kembali ke musim kita yang penuh gairah. 
Jika kita sedang berada dalam musim pelucutan, ketahuilah bahwa Allah tidak membuang kita; Dia hanya ingin membawa kita mengenal Dia lebih dalam. Dia mengasihi kita, Dia mengasihi kita tepat di mana kita berada dalam pergumulan kita. Musim pelucutan menggemakan masa-masa pemangkasan, terutama dalam hal tujuan.
Hari-hari kita terasa seperti di malam hari, dan Tuhan sekarang mengarahkan rasa lapar kita kepada hal-hal yang akan membuat kita tertanam dengan kuat di dalam Dia. Dan Ia akan melakukan hal itu melalui sebuah proses supaya pengalaman tersebut tidak menghancurkan kita, tetapi sebaliknya akan memulihkan kehancuran kita dengan membunuh hal-hal yang memisahkan kita dari Dia.

Musim Berdiam di Dalam Gua
Musim dingin membunuh! Hal-hal di permukaan, hal-hal yang bersifat mementingkan diri sendiri, harus mati; hanya akar yang bertahan. Musim dingin adalah pembedahan hati tanpa pembiusan. Kita tidak memilih musim dingin, tetapi kita memilih akan menjadi seperti apa kita sebagai hasil darinya. Beberapa orang memilih untuk menjadi seperti burung di musim salju dan meninggalkan berbagai hubungan dan relasi yang diperdalam oleh berbagai pencobaan di musim dingin. Namun, pilihan itu mengakibatkan hilangnya keintiman. Mereka yang memilih untuk bertahan akan berubah; mereka akan menjadi orang yang intim dengan Tuhan.
Di akhir musim dingin, kita telah “dikuliti” dari diri kita yang dahulu. Kita tidak lagi dapat berpura-pura untuk tidak menjadi diri kita sendiri. Musim dingin memaksa kita untuk menjadi diri kita yang sesungguhnya sampai ke akar-akarnya. Kita mudah menangis dan kadang-kadang kita tidak tahu sebabnya. Setiap penghuni gua tahu bahwa Tuhan menarik hadirat-Nya untuk mengajar kita berdiam diri. 
Peringatan : Mengasihani diri sendiri di dalam gua dapat mendorong kita pada ketergantungan yang salah seperti bergantung pada para psikolog, obat-obatan, dan menjadi pesimis. Saran : Tetaplah teguh dan lihatlah keselamatan yang dari Tuhan! Dia berjanji untuk tidak pernah meninggalkan atau mengabaikan kita, dan Dia tidak akan pernah meninggalkan atau mengabaikan kita, dan Dia tidak akan pernah melakukannya.

Hasil Musim
Masa-masa keintiman merupakan cara Allah untuk mengajar kita bahwa itu tidak lagi mengenai saya yang sedang berusaha untuk berada dalam Kristus; itu adalah mengenai Kristus di dalam saya, pengharapan akan kemuliaan. Tidak Peduli di musim apa kita sedang berada saat ini, ketahuilah bahwa ada sebuah alasan di musim tersebut yang akan mengajar kita untuk berkata, “Tenanglah, tenanglah hai jiwaku.” Itulah keintiman!

Hasil Musim
Masa-masa keintiman merupakan cara Allah untuk mengajar kita bahwa itu tidak lagi mengenai saya yang sedang berusaha untuk berada dalam Kristus; itu adalah mengenai Kristus di dalam saya, pengharapan akan kemuliaan. Tidak Peduli di musim apa kita sedang berada saat ini, ketahuilah bahwa ada sebuah alasan di musim tersebut yang akan mengajar kita untuk berkata, “Tenanglah, tenanglah hai jiwaku.” Itulah keintiman!Datanglah kepada Tuhan dan Ia akan menyatakan hal-hal yang besar yang tidak kita fahami sebelumnya.

3 ‘Call to me and I will answer you and tell you great and unsearchable things you do not know.’~Jeremiah 33:3 (New International Version)
To everything there is a season, and a time to every purpose under the heavens. Ecclesiastes 3:1
3 But hath in due times manifested his word through preaching, which is committed unto me according to the commandment of God our Saviour;~ Titus 1:1-3King James Version (KJV)
“Di dalam gelap terbit terang bagi orang benar; pengasih dan penyayang orang yang adil.” (Mazmur 112:4)
Bacaan Alkitab Setahun: Kej 17-18; Mat 10
Pada musim dingin pohon-pohon menjadi kusam tanpa buah. Sementara di musim gugur daun-daun yang berwarna-warni mempercantik pedesaan, karena waktu musim dingin tidak ada lagi percikan warna merah, hijau, dan kuning. Dahan-dahan memberikan suatu kenang-kenangan akan dedaunan musim gugur. Hal yang sama juga berlaku untuk musim-musim dalam kehidupan kita, dimana sukacita dan kemakmuran hanya tinggal kenangan. Di saat-saat sulit yang penuh kehampaan dan kesedihan, penting bagi kita untuk mengingat bahwa musim dingin tidak berlangsung selamanya.
Berpeganglah pada Ratapan 3:22-23, yang menunjukkan harapan yang ajaib yang melampaui kesedihan. “Tak berkesudahan kasih setia Tuhan, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!” C.H. Spurgeon menggemakan perasaan ini dalam tulisannya, “Janganlah takut, hai orang-orang Kristen, karena Yesus besertamu. Di dalam semua pencobaanmu yang pedas ini hadirat-Nya adalah penghiburan dan keselamatanmu. Ia tidak akan pernah meninggalkan mereka yang telah Ia pilih untuk menjadi milik-Nya.”
Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. Yeremia 29:11
Ini adalah janji Tuhan bagi setiap orang percaya. Sebuah hari depan yang penuh harapan.
Mungkin Anda sudah biasa dengan bait bait syair berikut:
Tuhan tidak pernah berjanji
Ada matahari dan tidak ada hujan
Ada kesukaan dan tidak ada kecemasan
Ada kedamaian dan tidak ada kesakitan
Tapi Tuhan menjanjikan kekuatan Untuk tiap hari
Kelegaan bagi yang letih dan berbeban berat
Musim semi dekat dengan Anda. Sepasti kuncup-kuncup bunga dan daun yang semerbak yang menghiasi ranting-ranting yang merana, masa penderitaan Anda juga pastilah akan diikuti dengan masa sukacita di dalam Tuhan. Tetaplah arahkan diri Anda pada kebaikan dan belas kasih-Nya, dan Anda akan menyaksikan bunga-bunga iman Anda bersemi dalam sebuah musim baru yang indah.
Sumber: Pdt. Dr. Ir. Jusak Handojo, MA. D.Th. & Buku: “Memiliki Roh yang Intim Dengan Tuhan”

Komentar

Postingan Populer