In Memoriam Pdt Petrus Agung Purnomo

In memoriam of Pendeta Petrus Agung Purnama


Salah satu teaching yang saya ingat dari dulu awal saya mengenal beliau sampai sekarang adalah, “Pilih mana? Jadi seperti Lazarus yang miskin di dunia tapi masuk surga, atau jadi orang kaya yang berlimpah harta di dunia tapi masuk neraka?” (Baca Lukas 16:19-31). Dia menanyakan ini kepada jemaat dengan nada bercandanya yang khas.

Sebelumnya dia bercerita ada sebuah pertentangan setelah jemaat mendengar khotbah Brother John Avanzini yang pertama kali di JKI Injil Kerajaan tentang kelimpahan. Ada yang berkata, “Ini luar biasa! Sebuah pengetahuan yang baru!” tapi ada juga yang berkata, “Ini sesat! Injil Kemakmuran!”. Oleh karena itu, Pak Agung menanyakan pertanyaan di atas.

Bagaimana dengan Anda? Pilih mana? Jadi Lazarus atau Orang Kaya? Ini jawaban Pak Agung.

“Bukankah Alkitab mengatakan Lazarus dipangku oleh Abraham? Dia (Abraham) sangat diberkati di bumi, tapi masuk surga juga. Pilih jadi seperti Abraham.” Abraham orang yang berkenan pada Allah, dia diberkati luar biasa, hartanya melimpah, dan di akhir hidupnya, dia tetap berkenan pada Allah.

See that? Itu yang mengubah pandangan saya tentang uang sampai saat ini. Ada begitu banyak lagi pengajarannya tentang berkat dan kelimpahan yang masih saya ingat. Kalau para haters mengatakan dia hanya mengajarkan tentang duit, duit dan duit…tentang Injil Kemakmuran…itu karena mereka tidak benar-benar tahu apa yang dia katakan dan dia lakukan.

Saya rasa para haters yang bilang Pak Agung mata duitan itu tidak punya sekolahan yang membantu anak-anak yang tidak mampu bayar uang sekolah. Saya rasa para haters yang bilang Pak Agung pembual itu tidak punya dapur umum yang memberi makan ribuan orang. Saya rasa para haters yang bilang Pak Agung memberitakan Injil Kemakmuran itu tidak punya radio station yang memberkati seluruh penjuru Indonesia bahkan sampai ke luar negeri. Saya rasa para haters yang hanya bisa mencibir itu tidak mempunyai impian untuk mendirikan rumah sakit untuk orang-orang yang tidak mampu berobat.

Saya tahu semua achievement itu karena keinginan dan anugerah Tuhan, tapi dari dulu, Tuhan selalu memberikan visi kepada seorang leader yang Dia percaya. So stop being a hater, be a leader!

Jujur, sebelum Pak Agung berkhotbah tentang keuangan dan kelimpahan, belum pernah satupun hamba Tuhan yang berbicara tentang topic ini…entah itu romo (yes, I’m a Catholic), pembicara awam kharismatik katolik dan bahkan hamba Tuhan dalam gereja Kristen. Paling mentok, bicara tentang perpuluhan. Tentang kelimpahan? Hanya Pak Agung yang berani bicara tentang hal ini…dan jujur, ini sangat memberkati saya, mengubah mindset saya tentang kelimpahan di dalam Tuhan.

Apakah saya jadi lebih mengejar uang dan ingin menjadi kaya raya setelah mendengar pengajaran kelimpahan ala Pak Agung? Tidak! Justru saya ingin lebih bisa memberi lebih banyak dan karena itu saya percaya Tuhan akan memberkati saya lebih lagi.

Saya melihat diri saya yang kikir, pelit dan medit ini mulai memberikan perpuluhan, persembahan sulung dan bahkan beberapa kali berani memberikan gaji saya full kepada Tuhan. Saya tahu perubahan mindset ini karena anugerah Tuhan, tapi Dia berbicara lewat hambanya dan saya disadarkan dengan teachingnya. Apapun yang dia ajarkan, sebenarnya untuk membuat kita tidak terikat pada uang…sayangnya, tidak semua orang bisa mengerti intinya.

Banyak lagi teaching Pak Agung tentang bekerja dengan anugerah, tentang panggilan raja, hati hamba, dll yang sangat memberkati dan mengubahkan hidup saya. Kesalahan di dalam hidupnya pasti ada…well, siapa yang sempurna di dunia ini…

But at the end of the day, dia membantu saya mengubah cara pandang dan pengenalan saya akan Tuhan lebih lagi…mengubah cara saya memberi dan berkorban…mengubah cara saya memuji dan menyembah Tuhan…mengubah cara saya bekerja di dalam anugerah…dan banyak lagi…and I thank him for that.

Rest well, pastor…and when the time comes, we will worship Father together again in heaven.

In God’s favor,
Ivan Fo

Komentar

Postingan Populer