MEMBANGUN KEINTIMAN DENGAN TUHAN

MEMBANGUN KEINTIMAN DENGAN TUHAN

Pastor Lukas Yoesianto

 

Bangsa Israel Hendak Dimusnahkan Allah (Keluaran 32)

 

Sementara Musa menerima 2 loh batu di atas gunung, bangsa Israel membuat patung anak lembu emas. 
 
Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Pergilah, turunlah, sebab bangsamu yang kaupimpin keluar dari tanah Mesir telah rusak lakunya...; mereka telah membuat anak lembu tuangan, dan kepadanya mereka sujud menyembah dan mempersembahkan korban, sambil berkata: Hai Israel, inilah Allahmu yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir." Keluaran 32:7-8.
 
Hal tersebut membuat murka Tuhan bangkit. Terhadap bangsa yang tegar tengkuk dan sering berbuat dosa inilah, Tuhan hendak membinasakan mereka.
 
"Oleh sebab itu biarkanlah Aku, supaya murka-Ku bangkit terhadap mereka dan Aku akan membinasakan mereka, tetapi engkau akan Kubuat menjadi bangsa yang besar." Keluaran 32:10
Musa Melunakkan Hati Tuhan
 
Mengerti kemarahan Tuhan, dan mengerti atas rencana yang Tuhan hendak lakukan, Musa tidak tinggal diam. Ia mencoba membela bangsanya agar murka Tuhan tidak terjadi. Musa mencoba melunakkan hati Tuhan dengan mengingatkan perjanjian yang telah Tuhan nyatakan kepada Abraham, Ishak, dan Yakub (Keluaran 32:11-13). Dan anehnya, Tuhan menyesal telah merancang memusnahkan bangsa Israel (Keluaran 32:14).
 

Musa Minta Penyertaan Tuhan (Keluaran 33: 1-17)

 

Dalam perjalanan selanjutnya, Tuhan hendak menyuruh malaikatNya untuk menyertai Musa dan bangsa Israel. Ini merupakan sesuatu yang luar biasa bukan? Ada malaikat Tuhan yang menyertai perjalanan mereka. Namun, sekali lagi Musa tahu hati Tuhan yang terdalam. Musa minta agar Tuhan yang menyertai perjalanan mereka, bukan malaikatNya.
 
Berkatalah Musa kepada-Nya: "Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini. Dari manakah gerangan akan diketahui, bahwa aku telah mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, yakni aku dengan umat-Mu ini? Bukankah karena Engkau berjalan bersama-sama dengan kami, sehingga kami, aku dengan umat-Mu ini, dibedakan dari segala bangsa yang ada di muka bumi ini?" Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Juga hal yang telah kaukatakan ini akan Kulakukan, karena engkau telah mendapat kasih karunia di hadapan-Ku dan Aku mengenal engkau" (Keluaran 33:13-17).
 
Anehnya, Tuhan mengabulkan permintaan Musa. Pertanyaannya bagi kita, Bagaimana seorang manusia bisa masuk dalam sidang musyawarah Tuhan dan berunding dengan Tuhan. Berbicara berhadapan muka dengan Tuhan. Siapa Musa sampai bisa mempengaruhi pikiran atau keputusan Tuhan? Berikut inilah jawabannya:
 
1. Musa adalah pribadi yang mengerti isi hati Allah.
Satu sisi keadilan Tuhan harus ditegakkan, hukuman Tuhan harus dijlankan karena dosa. Namun Musa tahu bahwa di hati ada ruang kasih karunia. Ruang yang penuh pengampunan dan kerinduan untuk selalu bersekutu dengan umatNya. Sisi kasih karunai itulah yang Musa masuki dan manfaatkan.
 
2. Musa adalah pribadi yang tidak egois.
 
Musa tidak hanya mementingkan diri sendiri. Sebenarnya ia mendapat janji yang besar dari Tuhan dan tidak turut dihukum, hanya bangsa Israel yang dihukum, namun meskipun demikin, Musa tetap mempertahankan bangsa Israel agar tetap diselamatkan. Bahkan ia mengancam Allah, merelakan namanya dicoret jika bangsa Israel tidak diselamatkan.
 

Berefleksi dari pengalaman Musa ini, apa yang Tuhan inginkan dalam kehidupan kita? 

 

1. Tuhan ingin membawa kita masuk dalam hadiratNya lebih intim lagi. Setiap hari, Tuhan ingin kita bisa intim, bisa bertemu muka dengan muka dengan Tuhan.
 
2. Tuhan ingin kita tidak cukup menjadi orang Kristen yang biasa, yang hanya memenuhi kewajiban minimal sebagai orang Kristen; cukup beribadah seminggu sekali, cukup terlibat pelayanan sesekali, cukup memberi persembahan sekedarnya. Tuhan ingin setiap kita mengerti isi hati Allah yang terdalam karena setiap kita telah diberi pikiran Kristus.
 
Sebab: "Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?" Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.
I Korintus 2:16
 
Disarikan dari kotbah Ps. Ir. Lukas Yoesianto di Ibadah Raya Umum Kemah Daud Jogja pada hari Minggu, 26 Februari 2017.

Komentar

Postingan Populer