Senin, 25 September 2017

Pemenang Dan Pola Ilahi

Pemenang Dan Pola Ilahi


PEMENANG DENGAN POLA ILAHI

Sering kita mendengar istilah bahwa kita harus terhubung dengan seorang bapak rohani.
Jagai hubunganmu dengan sang bapa rohani karena dialah yang berfungsi sebagai SUMBER ANUGERAH bagimu.

Pagi ini Roh Kudus seperti memberikan kepada saya sebuah pemahaman bahwa sebuah ANUGERAH akan mengalir jika terbangun sebuah POLA.
Tanpa adanya pola ilahi, anugerah tidak akan mengalir.
Apa yang kita terima hanya sebatas sebuah berkat, sebuah terobosan, sebuah kemenangan.
Tetapi jika engkau menghendaki adanya kemenangan dan terobosan yang TERUS mengalir, engkau harus memastikan di dalam hidupmu terbangun sebuah POLA.
Ini adalah cara kerja sorga,

Sebuah POLA akan membuat ANUGERAH dapat TERUS mengalir di dalam hidup kita.
Tidak heran kebanyakan dari orang percaya hidupnya sering jatuh bangun & mengalami pasang surut rohani.
Karena sewaktu seseorang menghadapi sebuah masalah, (karena hidupnya yang belum akurat), dia seperti terdorong / terdesak untuk mencari Tuhan demi keluar dari masalah yang ada.

Karena adanya belas kasihan Tuhan (His Grace and Mercy) orang tersebut akan menerima sebuah jawaban doa, bisa pula menerima sebuah nubuatan, atau sebuah arahan.
Ketika dia dengan iman menerima hal tersebut, maka berkatpun mengalir.
Sungguh ketika berkat sudah di tangan, masalah yang ada seperti sirna begitu saja, sebuah kemenangan dapat dengan mudah kita raih.

Namun ketika orang tersebut kembali menjalani rutinitas kehidupannya, tanpa sadar, dia akan kembali lagi ke pola yang lama.
Karena menjalani pola yang lama, maka masalah yang sama pun lambat laun akan datang kembali. Dan dia akan kembali harus bergumul, memohon Tuhan untuk memberi jawaban & jalan keluar.
Dan ketika Tuhan menjawab, kembali masalahnya dapat dengan mudah terselesaikan.
Tapi kemudian dia melanjutkan hidupnya kembali ke pola lama...dan seterusnya, dan seterusnya seperti sebuah SIKLUS. Atau orang biasanya menyebut RODA KEHIDUPAN - kadang kita akan ada di atas, kadang ada di bawah. Di sinilah letak kesalahan kita, kita belum menyadari betapa pentingnya sebuah POLA.

Ketika sebuah POLA terbangun, kita dapat memastikan masalah tersebut akan tertanggulangi sekali untuk selamanya. Sehingga kita akan mengalami seperti yang firman tulis... Bahwa kita LEBIH dari PEMENANG.

Roma 8:37
Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.

Pemenang hanya menang SEKALI saja dalam sebuah perlombaan, tapi dengan adanya sebuah POLA ILAHI kita akan menang lebih dari sekali,
karena Tuhan menghendaki kita SENANTIASA hidup berkemenangan.

Apa itu sebuah pola?

Pola adalah sebuah prinsip kebenaran yang sudah teruji (already proven) dan selalu dapat bekerja dengan hasil yang sama kepada siapapun yang percaya dan mau membangunnya secara akurat.

Dengan kita belajar prinsip dari kitab Yesaya 61:1-4, kita akan dapat mempelajari cara kerja dari suatu pola:

~~ 1. Tuhan selalu mencari SATU ORANG yang hatinya tertuju pada kebenaran, yang mau diremukkan dari pola hidupnya yang lama dan mau dibentuk ulang dengan pekerjaan firman dan RohNya sampai terbangun sebuah pola yang baru. (Yes 61:1).

Pekerjaan firman dan Roh akan terus bekerja tidak hanya pada satu area kehidupan saja, tapi terus berkelanjutan ke berbagai area kehidupan lainnya sampai terbangun suatu pola kehidupan yang solid di dalam hidupnya.

Orang inilah yang kemudian menjadi MODEL atau PROTOTYPE seperti yang Tuhan inginkan.

~~ 2. Tuhan akan bekerja mengumpulkan ORANG-ORANG yang hatinya tertuju pada kebenaran, untuk dibawa kepada seorang BAPA ROHANI yang hidupnya sudah menjadi model/prototype tersebut. (Yes 61:1-2)

Orang-orang tersebut ketika datang kepada sang bapa rohani, belum dalam keadaan akurat.
Meski ada banyak ketidak-akuratan dalam hidupnya, namun dalam satu hal, mereka memiliki kualifikasi yang sama, yaitu bukan hanya ingin diberkati, tapi memiliki hati yang tertuju pada kebenaran; siap untuk diperlengkapi.

~~ 3. Di dalam sebuah RUMAH, seorang BAPA ROHANI akan mulai membongkar pola lama yang selama ini ada dan mulai membangun POLA ILAHI dalam kehidupan sang anak (Yes 61:3)

Siapa yang meresponi panggilan yang ada, akan mulai menanamkan dirinya seperti sebuah pohon di dalam rumah rohani tersebut (seperti Pohon tarbantin kebenaran)

Tuhan memakai istilah pohon karena sebuah pola dapat terbangun jika kita TERTANAM di dalam sebuah Rumah.

Orang yang sering 'datang dan pergi' bukanlah penghuni rumah, tapi hanya sebatas pengunjung atau tamu belaka.

Di dalam Rumah rohani, pasti ada perjamuan rohani berupa pengajaran firman, nubuatan, arahan, teguran dan lain-lain supaya orang yang ada di dalam Rumah dapat makan, menikmati makanan rohani yang menjadi porsi mereka.
Makanan rohani yang sehat bukanlah sekedar mengenyangkan penghuni Rumah namun sesungguhnya bertujuan membangun sebuah pola.

Seorang pengunjung pasti juga akan menikmati berkat karena dirinya ada di dalam perjamuan sebuah rumah, namun hanya kenyang untuk sesaat saja.

Hal ini tentu berbeda dengan porsi seorang anak.
Ibarat seperti seorang anak di dalam kehidupan sebuah rumah tangga. Pasti orang tuanya akan memberi makan minum secara teratur dan kontinyu supaya anaknya hidup dan bertumbuh.
Kalo sang anak 'tidak bisa' menerima makanan yang ada dan mulai muntah2, berarti 'ada sesuatu yang tidak beres' dalam diri sang anak.

Namun jika sang anak mau makan dengan lahap dan teratur pasti anak tersebut menjadi sehat, dan pasti akan bertumbuh semakin besar dan semakin kuat.

Demikian pula setiap makanan rohani yang diberikan secara kontinyu dan teratur yang selalu diberikan oleh bapak dan ibu rohani di dalam sebuah Rumah, jika mau dikerjakan dengan tekun oleh anak yang bersangkutan (menjadi pelaku firman), pasti akan menghasilkan kehidupan rohani yang sehat dan kuat, ini akan membuat pertumbuhan yang nyata bagi semua orang.

Orang akan mulai menikmati buah dari hidup sang anak.

MESSAGE INI MASIH AKAN BERLANJUT BESOK....

AkuCintaTuhan (Ps. Steven Agustinus)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar