Jurnal SHRK Oktober 2012 - Hari Ke-1

Jurnal SHRK Oktober 2012 - Hari Ke-1

"Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya." - 1 Korintus 12:27
Kelemahan maupun kejatuhan dari saudara-saudara kita di dalam Kristus Yesus hendaknya diperlakukan sebagai masalah dan penderitaan kita bersama sebagai bagian dari Satu Tubuh Kristus. Namun berapa banyak di antara yang justru menghina, menertawakan, menggosipkan maupun menyiarkan secara gencar alih-alih mendoakan dalam syafaat ketika seorang saudara kita, baik ia jemaat kecil maupun pendeta besar jatuh ke dalam sebuah masalah dan pencobaan.
Layakkah tangan yang masih sempurna menghina kaki yang tiba-tiba lumpuh padahal semuanya masih dalam satu tubuh yang sama? Dapatkah kita menerima jika orang lain berkata bahwa mereka menyukai wajah kita, namun membenci anggota tubuh kita yang lain karena cacat? Tidakkah aneh jika seseorang yang tidak memiliki anggota tubuh yang lengkap disebut "cacat sebagian" alih-alih cukup disebut "cacat"?
Jika yang membedakan seorang jemaat, atau seorang hamba-Nya, maupun sebuah organisasi gereja menjadi bermasalah ataupun melakukan kebodohan dengan diri kita sendiri yang kebetulan tidak jatuh ke dalam kebodohan yang serupa dan perbedaannya hanya karena kita memiliki anugerah yang lebih dibandingkan dengan mereka, layakkah kita merasa lebih baik dan lebih pantas bahkan menghakimi mereka padahal semuanya yang membedakan hanya anugerah itu sendiri?
Tuhan bisa memakai orang-orang yang tidak diperhitungkan untuk merendahkan orang-orang yang pintar dan sombong. Karena kadang-kadang Tuhan bisa memakai yang rendah, yang mungkin bekerja tidak seprofesional diri kita ketika kita di posisi itu. Mencintai Yesus artinya mencintai tubuh-Nya, mencintai saudara kita dalam kekonyolannya, kelemahannya, kesalahannya.
Jangan pernah menghakimi siapapun, karena Dia belum memegang palu untuk memutuskan apapun. Mari lanjutkan perjuangan kita sampai garis akhir, mata tertuju pada Yesus, minta Roh Tuhan jaga sikap hati kita. Keajaiban kita ikut dengan Tuhan adalah bahwa kita tidak berhadapan dengan aturan / hukum-hukum manusia, tetapi kita berhadapan dengan pribadi Tuhan Yesus Kristus, yang mencintai kita, yang ingin kita alami keajaiban-Nya. Biarlah hati dan cinta kita tetap untuk Dia.

Orang-orang di luar Kristus saja tidak patut kita hakimi, apalagi saudara-saudari kita yang sudah di dalam Kristus. Jika kita tidak jatuh seperti saudara-saudara kita jatuh, itu adalah anugerah dan hanya karena anugerah sehingga tidak ada yang sesungguhnya patut kita banggakan dari diri kita sendiri selain anugerah itu saja.
Hujan Awal & Hujan Akhir
"Hai bani Sion, bersorak-soraklah dan bersukacitalah karena TUHAN, Allahmu! Sebab telah diberikan-Nya kepadamu hujan pada awal musim dengan adilnya, dan diturunkan-Nya kepadamu hujan, hujan pada awal dan hujan pada akhir musim seperti dahulu." - Yoel 2:23

"Be glad then, you children of Zion, And rejoice in the LORD your God; For He has given you the former rain faithfully, And He will cause the rain to come down for you. The former rain, and the latter rain in the first [month]." - Joel 2:23, New King James Version
Memasuki Rosh Hashanah Ayin Gimel 5773 pada 16 September 2012 lalu, Tuhan berjanji untuk mencurahkan hujan awal dan hujan akhir pada bulan yang sama di bulan yang pertama. Perjalanan peperangan ke Inggris Raya kali ini salah satunya untuk mengambil api revival di Moriah Chapel, di kota Wales yang dalam sejarah tercatat dimulai pada Senin, 31 Oktober 1904. Kebangkitan rohani secara masif yang diadakan melalui seorang hamba-Nya, Evan John Roberts dan dikenal dengan sebutan Welsh Revival disebut sebagai hujan awal itu.
Sedangkan pada Minggu, 26 September 1965 di Soe, Timor terjadi revival yang masif yang diadakan oleh seorang anak muda dan menular ke seluruh penduduk di kota itu disebut sebagai hujan akhir. Maka ketika tim berkunjung ke Moriah Chapel di Wales pada 25 September 2012 lalu, melalui seorang hamba-Nya Tuhan menyatakan bahwa inilah penggenapan atas penyatuan hujan awal dan hujan akhir di bulan yang pertama dan api itu telah kita terima dengan iman untuk melahirkan lawatan dan revival yang jauh lebih dahsyat atas Indonesia.
Great Wealth Transfer
"Pada waktu itu engkau akan heran melihat dan berseri-seri, engkau akan tercengang dan akan berbesar hati, sebab kelimpahan dari seberang laut akan beralih kepadamu, dan kekayaan bangsa-bangsa akan datang kepadamu. Sejumlah besar unta akan menutupi daerahmu, unta-unta muda dari Midian dan Efa. Mereka semua akan datang dari Syeba, akan membawa emas dan kemenyan, serta memberitakan perbuatan masyhur TUHAN. Segala kambing domba Kedar akan berhimpun kepadamu, domba-domba jantan Nebayot akan tersedia untuk ibadahmu; semuanya akan dipersembahkan di atas mezbah-Ku sebagai korban yang berkenan kepada-Ku, dan Aku akan menyemarakkan rumah keagungan-Ku." - Yesaya 60:5-7
Cara Abraham adalah dengan mejalani negeri itu, sedangkan cara Ishak adalah dengan menaburi benih itu.

Menjelang Pengangkatan Gereja & Kedatangan Kristus yang ke-2 akan ada pertobatan terbesar dan terakhir terutama dari kaum Kedar & Nebayot. Dan untuk kegerakan terakhir ini dibutuhkan dana yang begitu besar yang diperoleh melalui transfer pemindahan kekayaan (dari seberang laut dan bangsa-bangsa dunia). Inilah masanya untuk kita pasukan Tuhan menjarah sesuai dengan kehendak-Nya bagi kita masing-masing. Ciri-ciri pasukan Tuhan adalah mereka punya kemampuan untuk menjarah. Ini saatnya pasukan Tuhan punya kekuatan menjarah. Ada banyak orang Kristen, yang diberi sesuatu oleh Tuhan, tapi tidak bisa menjadi besar. Bukan seperti itu destiny Tuhan buat kita. Hal besar harus terjadi.
Kita yang adalah imamat yang rajani sudah saatnya untuk melakukan segala jenis usaha untuk menjangkau jiwa terutama dari kalangan miskin dan tidak mampu dengan sedemikian rupa untuk memenuhi dan mempercepat penggenapan jumlah bilangan umat tebusan untuk Tuhan datang segera. Bangun berbagai usaha dan bisnis yang mampu melibatkan sebanyak mungkin orang-orang di bawah sambil menjadikan diri kita sebagai surat terbuka dari Kristus supaya semua yang mengenal kita, juga mengenal Kristus sebagai Allah yang hidup bagi pribadi mereka masing-masing. Minta urapan-Nya, rindukan hikmat-Nya untuk kita segera kerjakan semuanya ini dalam waktu yang sangat singkat ini.
Kita harus bangkitkan kembali impian kita. Apa yang hancur selama ini akan dibangkitkan Tuhan. Tidak penting siapa kita tetapi selesaikan semua mandat kita dengan tuntas. Firman-Nya tidak akan bisa dipatahkan oleh keadaan apapun juga karena Tuhan sedang mendemonstrasikan semuanya dengan cara yang ajaib.

Komentar

Postingan Populer